Partager

Bab 143

Auteur: yourayas
last update Date de publication: 2026-07-28 17:47:55

Sudah lima hari berlalu sejak penerbangan darurat dari Jakarta menuju Swiss malam itu. Namun, kehancuran di dalam dada Seraphine tidak kunjung reda. Siang itu, Seraphine berdiri membisu di hotel mewah bintang lima di Kawasan Paradeplatz.

Tangannya memegang cangkir berisih teh chamomile hangat, namun minuman itu tidak sedikit pun menyentuh bibirnya. Wajahnya yang terbiasa tampil cantik dan menawan, kini tampak pusat pasi. Lingkaran hitam nampak jelas di bawah matanya, pertanda bahwa sejak malam
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 143

    Sudah lima hari berlalu sejak penerbangan darurat dari Jakarta menuju Swiss malam itu. Namun, kehancuran di dalam dada Seraphine tidak kunjung reda. Siang itu, Seraphine berdiri membisu di hotel mewah bintang lima di Kawasan Paradeplatz.Tangannya memegang cangkir berisih teh chamomile hangat, namun minuman itu tidak sedikit pun menyentuh bibirnya. Wajahnya yang terbiasa tampil cantik dan menawan, kini tampak pusat pasi. Lingkaran hitam nampak jelas di bawah matanya, pertanda bahwa sejak malam menyakitkan itu, Seraphine benar-benar kesulitan menutup mata.“Sera…” suara lembut Bianca memecah kesunyian. Bianca melangkah mendekat membawa nampan kecil berisi piring dengan potongan buah segar dan roti croissant hangat. “Cobain crossaint­-nya dikit, ya? Ini freshly baked dari toko roti bawah. Lo dari pagi cuma minum teh dua teguk.”Seraphine tidak menoleh dari jendela. “Gue gak laper, Bi. Makasih ya.”“Sera, lo gak bisa gini terus!” Karin melangkah masuk, menatap Seraphine dengan dahi berke

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 142

    "Apa...?" Sekala menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya melebar tak percaya. "Kak Sera... tahu soal itu?""Bang..." Mahesa menatap Samudera dengan nada tidak percaya. "Beneran? Kak Sera tahu soal apartemen itu?"Airmata yang sejak tiga hari lalu ditahan mati-matian oleh Samudera akhirnya pecah begitu saja. Pria bertubuh tinggi besar itu menungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Pundaknya yang bidang naik-turun hebat seiring dengan suara isak tangis yang begitu pilu dan meremukkan hati."I-iya..." racau Samudera dengan suara yang pecah dan tercekik. "Dia... dia tahu semuanya. Dia tahu gue pernah tinggal bareng... dia tahu gue berbagi hidup sama perempuan lain di masa lalu...""Bangsat!" teriak Harsa frustrasi, mengacak rambutnya kasar sambil berjalan bolak-balik di tengah ruangan. "Gimana bisa dia tahu?! Siapa yang bocorin?! Media?! Atau perempuan itu?!""Nggak ada yang bocorin!" bentak Samudera di sela tangisnya, mendongak dengan wajah yang sudah merah padam dan dibasah

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 141

    Sudah tiga hari sejak insiden pertengkaran hebat antara Seraphine dan Samudera. Malam itu waktu Tokyo, Motion13 baru saja menyelesaikan konser Day 1 mereka di Tokyo Dome. Lebih dari lima puluh ribu pasang mata bersorak riuh pada penampilan idol mereka yang tanpa celah.Dan Samudera sebagai leader dan rapper dalam grup, benar-benar tidak menunjukkan cela kesedihan dalam wajahnya. Dia tersenyum lebar seperti yang bisa ditampilkan, gerakannya saat melakukan tarian tetap sempurna, dan bagaimana cara dia menyapa fans yang bergemuruh memanggil namanya benar-benar sangat natural. Seolah Samudera memang disetting seperti itu di atas panggung.Namun, kenyataan di belakang panggung adalah sebuah mimpi buruk yang mengerikan.Para member Motion13 tahu persis bagaimana Samudera menyiksa dirinya sendiri sejak mereka mendarat di Tokyo dua hari yang lalu. Pria itu sama sekali tidak menyentuh makanan padat. Bekal catering kelas atas, bento premium, hingga daging sapi Hida yang disediakan pihak penyele

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 140

    Sementara itu, ribuan kaki di mesin jet pribadi Bombardier Global 7500 milik keluarga Hartono. Seraphine duduk menyandar di dekat jendela jet pribadi. Tatapan matanya kosong dengan tubuhnya yang meringkuk dibalut selimut tebal yang diselimutkan oleh Bianca.Jaket milik Samudera yang semalam dibawanya kini tergeletak mengenaskan di lantai kabin, sengaja dilempar jauh oleh Seraphine karena aroma parfum suaminya yang tertinggal disana terus memicu rasa mual dan sakit di dadanya.Di atas meja lipat di hadapannya, sepiring waffle hangat dengan buah beri segar dan segelas jus jeruk yang disiapkan oleh pramugari jet sama sekali tidak disentuh. Seraphine benar-benar menolak untuk memasukkan makanan apa pun ke dalam mulutnya sejak mereka lepas landas dari Halim Perdanakusuma.“Sera,” panggil Anya lembut, duduk di kursi kosong yang berhadapan langsung dengan Seraphine. “Lo harus makan sesuatu. Lo udah hampir enam jam nggak kemasukan makanan sama sekali. Nanti lambung lo kena, Sera.”Seraphine t

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 139

    Pukul 05.45, sebuah Toyota HiAce hitam berlogi agensi World Entertainment tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pintu geser otomatis terbuka, Samudera sebagai leader turun sebagai orang pertama.Penampilannya pagi itu tampak menawan meskipun ada hal yang tidak biasa. Sebuah beanie berwarna merah ditarik sangat rendah menutupi dahi. Masker kain berwarna hitam menutup bagian bawah wajahnya. Jaket chrome hearts—pemberian Seraphine 3 hari yang lalu menyelimuti tubuh tegapnya.Di belakangnya menyusul Jauzan Shaka Aradhana, sang wakil ketua sekaligus penengah grup, disusul oleh Yosua Caleb Pramudya. Jauzan, dengan rambutnya yang agak panjang dan tatapan matanya yang tajam namun lembut, langsung menyadari ada yang salah sejak Samudera melangkah keluar dari mobil agensi.“Sam,” panggil Jauzan lirih, menyejajarkan langkah kakinya di samping Samudera saat mereka berjalan membelah barisan wartawan. “Lo oke? Masker lo kenapa tinggi banget? Mata lo kenapa merah gitu?”Samudera t

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 138

    Di tempat lain, Samudera berhasil masuk ke apartemen mewah milik Seraphine menggunakan kartu akses cadangan yang diberikah oleh Seraphine saat awal pernikahan mereka. Namun, kemewahan apartemen milik Seraphine terasa begitu sunyi, gelap, dan mencekam.Dalam perjalanan kesini, Samudera berdoa dan berharap setengah mati akan menemukan sosok sang istri yang sedang duduk menangis di sofa atau bersembunyi di dalam kamar utama. Sehingga Samudera bisa memeluknya dan menjelaskan tentang semuanya.Namun, kenyataan pahit harus dihadapi oleh Samudera saat melihat apartemen mewah itu kosong melompong. Tidak ada lampu yang dinyalakan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Membuktikan bahwa tempat ini sudah lama tidak dikunjungi.“Nggak… nggak mungkin! Kamu di mana, Sera?! Kamu di mana, Sayang?!” teriak Samudera histeris. Suaranya yang berat kini terdengar serak dan pecah, menggema pilu di ruangan yang sepi itu.Samudera berlari menuju kamar utama, membuka lemari pakaian dengan kasar, memeriksa kamar ma

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 6

    Tiga hari ternyata berlalu dengan cepat.Di balik dinding kaca gedung World Entertainment yang dingin, sebuah draf pernyataan sedang ditinjau oleh Ardhaka Wicaksana untuk terakhir kalinya. Samudera, yang biasanya menghabiskan waktu di ruang latihan hingga ototnya mati rasa, kini duduk di sofa asram

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 5

    Pagi itu, Samudera memarkirkan SUV hitamnya di basement gedung World Entertainment. Dia datang lebih dulu daripada kedua belas membernya yang masih antri mandi di dorm. Tujuannya datang lebih awal hanya satu: menemui Papanya di lantai atas gedung agensi.Samudera mematikan mesin mobilnya. Sisa arom

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 4

    Seraphine mendengus, ia meletakkan garpu dengan denting halus yang mengisi keheningan galeri. “Kita ketemu cuma sekali karena kerjasama produk parfum gue, Samudera. Pertemuan formal itu nggak membuat kita jadi teman lama yang bisa sharing rahasia masing-masing dalam satu atap. Secara teknis, kita c

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 3

    Pagi itu, di kasur asramanya yang dingin. Samudera menatap kartu nama Seraphine. Setelah perdebatan panjang dengan Papanya dan interogasi dengan para member, Samudera memutuskan untuk mengambil inisiatif.Papanya memang menyuruh Samudera untuk menghubungi Seraphine, mengatur janji untuk makan malam

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status