LOGINKenapa harus bersikeras mencari tahu siapa ayah dari anak yang dikandung Shelly?“Keluar.”Jeffry membuka bibirnya tipis-tipis, melontarkan satu kata singkat.Tubuh Maxwell sempat bergerak, tetapi dia tidak langsung pergi. “Pak Jeffry … Anda ingin saya keluar dari perusahaan atau keluar dari ruangan ini?”“Keluar dan tanyakan.”Tatapan Jeffry sedingin es. Amarah mulai terlihat di wajahnya.Maxwell segera berbalik dan keluar.Begitu meninggalkan ruang kerja Jeffry, hal pertama yang dilakukannya adalah mengirim balasan kepada Harrison. [Oke.]Dia sendiri tidak tahu bagaimana Harrison bisa mengetahui bahwa mereka sedang menyelidiki kehamilan Shelly.Namun tepat sebelum Maxwell masuk ke ruang kerja Jeffry, Harrison tiba-tiba mengirim pesan.Dia memberi tahu bahwa anak yang dikandung Shelly memang benar milik Jeffry.Kalau rahasia ini sampai terbongkar, semuanya akan kacau.Harrison bahkan rela menurunkan harga dirinya demi membujuk Maxwell.Dia menjelaskan panjang lebar bahwa jika Jeffry m
Ide itu memang bukan berasal dari Harrison.Namun Harrison ikut memanfaatkan keadaan dan menyempurnakan rencana yang sebenarnya penuh dengan celah.Meski begitu, mereka tetap tidak berhasil menipu Shelly.Sebenarnya, Harrison tidak pernah menyangka Shelly benar-benar rela menguras seluruh tabungannya demi seorang anak yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya.Saat mengetahui Shelly benar-benar menyerahkan uang itu, perasaannya sangat rumit.Dan sekarang, setelah semua kebohongan terbongkar, hatinya semakin kacau.“A-aku benar-benar minta maaf .…”Shelly langsung memotong ucapannya, “Permintaan maaf Pak Harrison terlalu tinggi untuk orang seperti saya. Saya hanya orang biasa. Di mata orang-orang kaya seperti kalian, saya hanyalah mainan. Kalau keberadaan saya bisa menjadi hiburan untuk Pak Harrison, itu sudah menjadi sebuah kehormatan bagi saya. Mulai sekarang, apa pun yang ingin Pak Harrison lakukan atau katakan, tidak perlu memedulikan hidup atau mati saya. Selama Pak
Bibi Yanti merapikan pakaiannya yang sudah kusut karena ditarik-tarik. Bola matanya berputar cepat.“Kalian mau menuntutku? Yakin bisa menang melawan orang yang ada di belakangku? Aku kasih tahu ya, dia orang yang berkuasa. Dia bisa membantu aku bersekongkol dengan rumah sakit. Kalian tidak akan sanggup melawannya!”Shelly memang sudah lama menduga ada seseorang yang membantu Bibi Yanti dari belakang.Dia bahkan sudah memikirkan satu per satu orang yang pernah memberikan sumbangan besar kepada panti asuhan.Namun, tidak satu pun dari mereka memiliki pengaruh yang cukup besar untuk membuat Rumah Sakit Utama Tavira ikut menipu.“Ayo, coba bilang. Aku juga ingin tahu siapa bajingan yang bersekongkol sama kamu melakukan perbuatan tidak manusiawi seperti ini!”Saryna menggulung lengan bajunya, berkacak pinggang, lalu menatap Bibi Yanti dengan tajam.Namun Bibi Yanti tidak berani mengatakannya.“Pokoknya kalian tidak akan sanggup melawannya. Kalau masih tahu diri, cepat pergi saja.”“Sialan!
“Dia datang buat apa?”Saryna adalah orang yang sangat menjaga harga diri. Kalau ada orang luar, dia tidak bisa meluapkan emosinya dengan bebas.Sebenarnya Shelly sama sekali tidak menganggap serius ucapan Harrison tadi, “Sampai bertemu di sana.”Namun begitu Harrison benar-benar muncul, empat kata itu kembali terngiang di kepalanya.Dia menoleh kepada Saryna. “Tunggu aku beberapa menit.”“Aku masuk dulu.” Saryna sudah tidak bisa menunggu lagi. “Pokoknya jangan biarkan Harrison masuk.”Tanpa menunggu jawaban Shelly, dia langsung melangkah masuk ke dalam panti asuhan.Shelly khawatir membiarkan Saryna masuk sendirian.Dia takut temannya itu benar-benar akan memukul Bibi Yanti.“Ada apa?”Shelly segera bertanya kepada Harrison.Namun, pandangan Harrison masih mengikuti sosok Saryna yang semakin menjauh.“Kalian … kelihatannya sama-sama tidak senang. Apa ini karena Jessi .…”Shelly langsung memotong ucapannya, “Cepat bilang ada apa. Aku sedang buru-buru.”Harrison membuka mulut.Kata-kata
“Bajingan! Masalah sebesar ini kenapa tidak bilang dari awal?!”Begitu mendengar Shelly pernah ditempatkan di bawah penanganan Herman dan bahkan diam-diam menjalani tes paternitas tanpa sepengetahuannya, Harrison langsung memaki tanpa ampun.Namun setelah meluapkan amarahnya, emosinya masih belum juga mereda.“Tahun ini jangan berharap aku akan menyumbang satu rupiah pun lagi ke rumah sakit kalian!”“Pak Harrison, s-saya benar-benar tidak berani menolak. Saya juga tidak menyangka masalahnya akan sebesar ini!”Direktur rumah sakit sudah melihat rekam medis itu. Dia sampai hampir kencing di celana karena ketakutan.Siapa sangka seorang sekretaris bisa menimbulkan masalah sebesar ini, bahkan mengandung anak pewaris Keluarga Anderson!“Kamu kirim rekam medis itu ke siapa?” tanya Harrison.Direktur rumah sakit buru-buru menjawab, “Kepada asisten Pak Jeffry … Maxwell.”“Sialan! Itu anak buah paling setia Jeffry! Habislah kamu. Kalau Keluarga Anderson sampai kacau gara-gara ini, rumah sakitmu
Dengan wajah muram, Saryna langsung menelepon Bibi Yanti.Namun, teleponnya tidak diangkat.Shelly ikut menelepon. Selama setengah jam, tidak tahu sudah berapa kali mereka menghubungi nomor itu, berkali-kali tanpa henti.Di luar, hujan turun dengan sangat deras.Hawa gerah awal musim panas pun perlahan tersapu hujan.Namun kegelisahan di hati Shelly justru semakin menjadi.Dia merasa dirinya seperti katak yang direbus dalam air hangat.Seolah-olah suhu air terus naik sedikit demi sedikit, membuatnya merasakan firasat buruk yang semakin kuat.Tetapi setiap kali dia berusaha menenangkan diri, rasanya air itu masih belum cukup panas.Hujan yang begitu lebat membuat mereka tidak bisa pergi ke panti asuhan untuk mencari Bibi Yanti....Seluruh Tavira diselimuti hujan deras.Butiran hujan menghantam jendela kaca dari lantai hingga langit-langit, berulang kali menghapus bayangan seorang pria yang terpantul di sana.Namun, suasana muram yang menyelimuti dirinya tetap tidak bisa tersapu.Pukul
Melihat sikap Shelly yang seolah sudah pasrah, Harrison mendecak pelan. “Aku janji nggak akan bilang ke siapa pun. Aku cuma akan menikmati pertunjukan ini!”Dalam hati, dia yakin betul rahasia ini tidak mungkin bisa disembunyikan selamanya.Namun dia berharap, setidaknya sampai anak itu lahir nanti,
Di bawah cahaya redup, tatapan Shelly tampak goyah, tapi suaranya tetap tegas.“Pak Harrison, Anda salah dengar. Tadi Bu Irene membicarakan program kehamilannya dengan suaminya.”Seberkas cahaya jatuh tepat di matanya. Jernih seolah tak menyembunyikan apa pun.Jika Harrison tidak mendengarnya sendir
Shelly bahkan tak berani bernapas terlalu dalam. Tatapannya pada Irene penuh kewaspadaan, seolah menghadapi musuh besar.Namun, profesionalisme yang terlatih bertahun-tahun membuat ekspresinya tetap terjaga nyaris tanpa celah.Kata-kata penyangkalan yang sempat ingin diucapkannya seketika tertelan k
Istrinya Fandy sudah menunggu cukup lama di pemandian air panas.Fandy mengundang Jeffry dan Harrison untuk naik satu mobil bersamanya, agar mereka tidak perlu menyetir sendiri dan tersesat hingga membuang waktu.Keduanya pun setuju.Sementara Shelly hanyalah seorang bawahan. Tak ada yang peduli den







