Share

Bab 100

Penulis: Jiriana
last update Tanggal publikasi: 2026-07-17 18:54:08
Gerah karena pagi-pagi sudah membahas Glen.

Kiran sebenarnya ingin keluar kamar mandi dan membiarkan Raka mandi lebih dulu, tapi karena dia tidak memiliki tenaga untuk berjalan, akhirnya dia memilih untuk masuk ke bathtub dan membiarkan Raka mandi di bilik kaca.

Setelah jam kemudian, keduanya selesai memakai baju.

Saat melihat Kiran mengenakan dress baru, Raka mengernyit. Seingatnya, Kiran tidak pernah menggunakan kartu kreditnya untuk membeli sesuatu, juga tidak ada laporan uang keluar d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 105

    "Kamu sedang apa?"Ketika mendengar suara Kiran dari belakang, Raka seketika menoleh sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku."Baru selesai bicara dengan Doni," Raka, setelah itu dia menghampiri Kiran. "Mandilah. Setelah ini kutemani kamu menemui pria itu.""Tidak perlu," tolak Kiran. "Biar aku temui dia sendiri saja.""Aku tidak izinkan kamu menemuinya sendirian," balas Raka. "Nanti kalian malah lupa waktu."Kiran mengerutkan kening ketika Raka menyodorkan ponsel padanya. "Apa?""Minta rekening pria itu. Langsung transfer dari sini, jadi kamu tidak perlu bertemu dengannya."Meski Kiran memegang salah satu kartu Raka, tapi mobile mbankingnya tetap ada di ponsel pria itu. Kiran hanya bisa menggunakan kartu itu di mesin ATM atau langsung bertransaksi di toko atau mechant lainnya."Raka, aku harus menemuinya. Aku meminjam uang yang jumlahnya besar, tidak enak jika aku mengembalikannya seperti itu."Rasanya tidak sopan. Bagaimanapun, Glen sudah berbaik hati meminjamkan uang padanya, sud

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 104

    "Kalau begitu, jangan pernah berani memperlakukanku seperti itu lagi."  Kiran menunduk, kemudian berkata dengan lirih, "Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi."  Melihat wajah menyesal Kiran, raut wajah Raka perlahan melembut. "Kemari."  Dengan patuh, Kiran mendekati Raka. Ketika sudah berada tepat di depannya, tiba-tiba saja tangannya ditarik hingga dia terduduk di pangkuan pria itu.  Tatapan keduanya bertemu. Refleks Kiran memegang kedua bahu Raka saat pinggangnya ditarik mendekat oleh pria itu.  Selama beberapa saat, mereka saling menatap dengan lekat hingga akhirnya Kiran menunduk karena tidak tahan terus ditatapan oleh Raka.  "Besok langsung kembalikan uang pria itu," titah Raka. "Gunakan kartu yang aku berikan padamu untuk membayar utangmu."  "Iya," jawab Kiran lirih. Karena terus menunduk, Raka akhirnya mencubit pelan dagu Kiran, kemudian mengangkatnya. "Jangan terlalu dekatnya, aku tidak suka."  "Kami hanya teman."  "Meski begitu, aku tetap tidak suka."  Kiran te

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 103

    "Raka, aku ingin mengembalikan sesuatu padamu." Raka sedang duduk bersandar tanpa mengenakan baju, seketika mendongak ketika mendengar ucapan sang istri. "Mengembalikan apa?" tanyanya setelah Kiran berdiri di sisi kanan depannya. Waktu menunjukkan pukul 10 malam ketika Kiran memasuki kamar. "Ini," ucap Kiran sambil menyodorkan kartu pada Raka. "Kenapa kamu memberikan kartu ini padaku?" tanya Raka lagi tanpa meraih kartu itu. "Kamu masih marah karena foto tadi?" Sebelum Kiran sempat menjawab, Raka sudah menunjukkan layar ponselnya pada Kiran. "Lihat, aku sudah mengganti wallpaper ponselku." Ada perasaan hangat yang menjalar di hatinya usai melihat foto dirinya dijadikan wallpaper oleh Raka. Tidak bisa dipungkiri kalau dia merasa senang karena Raka sudah mengganti wallpapernya dengan foto dirinya. "Kita tidak memiliki foto berdua semenjak menikah, jadi aku pakai fotomu saja." Kiran termenung sambil menatap foto dirinya. 'Dari mana pria itu mendapatkan foto dirinya saat remaja?

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 102

    "Ayo, Raka masuk," ucap Ibu Kiran setelah membuka pintu rumahnya. "Iya, Ma." Raka membiarkan ayah Kiran mendorong kursi roda ayahnya, baru mengikuti dari belakang. "Maaf, ya kalau rumahnya berantakan, Mama belum sempat membereskan." "Tidak apa-apa, Ma." Ayah Kiran langsung dibawa ke kamar oleh Kiran untuk beristirahat, sementara Raka duduk di ruangan keluarga. "Kamu bersihkan kamar tamu dulu, lalu bawa suamimu untuk istirahat. Dia pasti lelah," ucap Yulia setelah memasuki kamar. "Jangan lupa buatkan makanan," tambahnya lagi sebelum sang putri keluar dari kamar. "Iya, Ma." Sebelum membereskan kamar yang akan ditempati mereka berdua, Kiran terlebih dahulu membuatkan kopi untuk Raka dan membawakannya camilan. "Kamu tunggu di sini, aku mau membereskan kamar dulu." Raka hanya mengangguk. Setelah Kiran pergi, pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, lalu mengecek pekerjaannya. Kurang lebih setengah jam lamanya, Kiran akhirnya kembali dan meminta Raka untuk mengi

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 101

    Setelah tiba di hotel, Raka langsung pergi ke restoran, di sana masih ada Glen yang duduk di mejanya."Aku akan langsung pada intinya. Jauhi istriku, aku tidak suka kau menempel terus padanya."Meski Raka berbicara dengan wajah tidak ramah, tapi Glen tetap tersenyum tipis. "Setahuku, kamu menikahinya bukan karena cinta, kan?"Kemarin pagi, Glen pergi menemui orang tua Kiran dan bertanya mengenai Raka. Dari sanalah mendapatkan semua informasi mengenai kehidupan Kiran, termasuk pernikahannya dengan pria itu."Itu bukan urusanmu.""Masalah Kiran menabrak calon istrimu, aku percaya bukan dia pelakunya. Akan kucarikan bukti untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah, tapi setelah itu kamu harus melepasnya."Ketika mendengar itu, Raka berdecih dengan senyuman mengejek. "Atas dasar apa kamu memintaku untuk melepasnya? Dia istriku, sekalipun aku sudah tidak menginginkannya, aku tetap tidak akan membiarkannya dimiliki orang lain.""Kamu tidak mencintainya, kenapa tidak mau melepasnya?""Kata s

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 100

    Gerah karena pagi-pagi sudah membahas Glen. Kiran sebenarnya ingin keluar kamar mandi dan membiarkan Raka mandi lebih dulu, tapi karena dia tidak memiliki tenaga untuk berjalan, akhirnya dia memilih untuk masuk ke bathtub dan membiarkan Raka mandi di bilik kaca. Setelah jam kemudian, keduanya selesai memakai baju. Saat melihat Kiran mengenakan dress baru, Raka mengernyit. Seingatnya, Kiran tidak pernah menggunakan kartu kreditnya untuk membeli sesuatu, juga tidak ada laporan uang keluar dari kartu debit yang dipegang wanita itu. "Dari mana kamu dapatkan baju itu?" Kiran yang sedang duduk di tepi ranjang, menunduk sejenak, kemudian menjawab dengan jujur, "Dari Glen. Dia yang membelikanku." "Lepas," titahnya dengan wajah tidak senang. "Tapi aku tidak memiliki baju lagi." Baju lainnya masih di laundry, belum sempat dia ambil, jadi yang tersisa hanya baju yang dibelikan oleh Glen. "Pakai ini," ucap Raka sambil melemparkan baju kemeja putih miliknya. Tidak ingin berteng

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 5 Dibawa Pergi

    "Mau ke mana?" Gery menahan lengan Raka ketika melihat pria itu melangkah."Masuk ke dalam.""Eh, tunggu dulu." Baru sempat melangkah, Raka kembali ditahan oleh Gery. "Kau mau melakukan apa di dalam, menghampiri Kiran?""Menurutmu?" tanya Raka dengan malas."Jangan membuat keributan di rumah sakit.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 4 Mengalami Cidera

    "Raka, kau yakin akan meninggalkannya sendirian di sana?" tanya Gery sesaat setelah mobil melaju.Raka tidak menjawab dan hanya menatap jalanan di depannya."Raka, aku tahu kau masih membencinya, tapi saat ini dia sedang membutuhkan pertolongan. Tidak bisakah mengesampingkan dendammu dulu dan menol

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 3 Bertemu Preman

    WARNING ....!!!!!Adegan kekerasan di bab ini TIDAK PATUT DICONTOH dan TIDAK BOLEH DITIRU. Khusus untuk usia 21+, usia di bawah itu, harap SKIP. Terima kasih.==================================="Kenapa saya harus pindah, Pak?" protes Kiran pada pria berumur sekitar 50 tahun yang sedang berada di h

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 2 Menebus Kesalahan

    “Kiran Avriyadi, beritahu aku, bagaimana kehidupanmu selama di penjara?” Pria bernama Raka itu meraih dagu Kiran, lalu berkata penuh penekanan, “Baik atau buruk?”Ketika melihat seringai jahat pria itu, kaki Kiran mendadak gemetar dan lemas. Saking lemasnya sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status