Share

Bab 282

Author: QueenShe
last update publish date: 2026-07-11 21:54:34

“Kenapa dilarang, Yah? Biar anak ini sadar!” balas Ani ikut berdiri, tak memedulikan kemarahan suaminya. Ia menunjuk wajah Shanum dengan telunjuknya. “Kalau dia tahu semuanya, Ibu yakin anakmu ini akan mundur dengan sendirinya. Selamanya kamu gak akan bisa bersama pria itu, karena itu salah!”

Ruangan itu mendadak seperti kehabisan udara. Shanum menatap ibunya penuh amarah. Kakinya menapak kuat pada lantai marmer, bersiap melangkah maju.

Di sebelahnya, Tiara langsung berdiri berusaha menarik len
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kris yoyo
muter2 aja terus cerita nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 310

    “Mau apa dia minta ketemu Mas lagi?” tanya Shanum, tatapannya terkunci pada layar ponsel Prana yang baru saja meredup.Prana menggidikkan bahu santai. Ia berniat menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemeja tanpa berniat membalas pesan tersebut. Namun, belum sempat benda persegi itu berpindah tempat, layar kembali menyala terang dengan dering singkat.Pesan baru masuk dari nomor yang sama. “Bawa calon istrimu. Om mau bicara.”Prana tak langsung mengetik balasan. Ia memutar sedikit posisi duduknya, memperlihatkan pesan tersebut tepat di depan wajah Shanum.“Kamu mau?” tanya Prana dengan nada tenang dan sangat berhati-hati, khawatir jika pertanyaan itu akan menyinggung perasaan Shanum yang baru saja menata hati.Shanum terdiam sejenak. Matanya menatap barisan huruf di layar, lalu beralih menatap Prana. Lampu lalu lintas di depan mereka berganti hijau, membuat Prana kembali memfokuskan pandangan ke jalanan seraya melajukan mobil dengan kecepatan sedang.“Kira-kira dia mau ngomong apa

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 309

    “Kamu udah kenal?” tanya Andata heran. Pria paruh baya itu menatap Sarah, lalu beralih menatap Shanum sekilas dengan kening berkerut dalam.Sarah mengambil kursi kosong di samping ayahnya, melipat gaun kasualnya rapi.“Ini pasien aku yang waktu itu pernah aku ceritain ke Papi,” jawab Sarah.Pandangan Sarah mendadak canggung begitu matanya bersibok dengan mata Shanum. Ada rasa penyesalan samar di wajah dokter muda itu karena pernah menceritakan riwayat medis Shanum pada ayahnya—terutama kasus KDRT yang dialami Shanum akibat perbuatan FadilAndata yang teringat potongan cerita putri bungsunya seketika terdiam kaku. Matanya melebar, menatap Shanum dari atas ke bawah dengan riak terkejut yang nyata. Rahangnya mengeras.Saat Shanum balik menatapnya, Andata buru-buru mengalihkan pandangannya ke samping, merapikan kerah kemejanya untuk menutupi riak panik.“Kok tumben dokter Prana kesini? Ada kerjaan?”Andata mematung. Matanya melirik Sarah, lalu beralih menatap Shanum dengan pandangan yang

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 308

    “Prana? Udah lama banget kita gak ketemu. Gimana kabarnya?” tanya seorang pria paruh baya, melangkah keluar menghampiri Shanum dan Prana di paviliun rumah megah itu.Shanum terlihat kikuk sejak mobil Prana memasuki kompleks perumahan super elit. Jarak dari gerbang menuju paviliun ini jauh, deretan pohon tinggi dan pagar besi menjulang sepanjang jalan terasa asing baginya.“Baik Om,” jawab Prana sopan, sedikit membungkuk.“Baik-baik,” pria paruh baya itu mengangguk-angguk, mengamati Prana dari ujung kepala hingga kaki dengan senyum ramah. “Kemarin asisten Om nelepon, katanya kamu udah menghubungi Om dari dua minggu lalu mau ketemu. Maaf, Om baru nyampe Indonesia dua hari lalu, jadi baru bisa ketemu sekarang.”“Gak masalah, Om. Terima kasih udah meluangkan waktu di tengah kesibukan Om,” balas Prana.“Ayo duduk, jangan sungkan.” Pria itu menyandarkan satu tangan di kursi rotan pav

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 307

    “Jadi kamu bakal bareng anak Ralin?” desis Ani di dapur begitu melihat Shanum bersiap-siap akan kembali pergi.Selama Bobby dirawat, Shanum memang tak tinggal di apartemen. Ia lebih banyak menginap di rumah sakit, dan sesekali pulang ke rumah ini untuk mengambil keperluan Bobby dan Ani.“Ada apa sih, Bu?” tanya Tiara pelan, melangkah masuk ke dapur dengan kening berkerut mendengar keributan itu. “Nanti Ayah dengar di kamar.”“Ini Mbakmu memang gak bisa diomongin! Maunya gimana dia sendiri!” omel Ani, menunjuk Shanum dengan sendok sayur di tangannya.“Ya udahlah, biarin. Mbak Num udah dewasa juga,” sela Tiara santai, mengabaikan raut gusar ibunya.Shanum yang mendengar perdebatan itu memilih tetap tenang. Ia duduk di salah satu kursi makan di hadapan Ani tanpa berniat membalas ocehan ibunya. Matanya melirik jam dinding, menunggu waktu yang tepat sebelum Prana tiba di depan pagar.&ld

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 306

    “Udah kubilang jangan terlalu berharap banyak,” ulang Prana tenang, mengecup dahi Shanum lembut, menenggelamkan wajahnya ke dada agar perbincangan itu benar-benar usai.Mendengar jawaban itu, Shanum tak bertanya lagi. Ia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, apalagi Ani menganggap mantan suaminya sudah mati.“Tapi gimana Tante Ralin dan Mas Prana bisa kenal?” tanya Shanum dalam hati, menyandarkan kepala di dada Prana, membiarkan kehangatan tubuhnya perlahan menuntunnya tidur.Hari-hari berikutnya berlalu dalam kesibukan masing-masing. Prana kembali ke jadwal padatnya sebagai dokter, membagi fokus antara pasien, memantau perkembangan Bobby, dan menjaga Ralin yang pemulihannya bertahap membaik.Shanum sendiri memilih menyibukkan diri mengurus usahanya yang sempat terbengkalai, sekaligus bergiliran menjaga Bobby di rumah sakit.“Mas masih di ruang operasi?” tanya Shanum, sambil menempelkan ponsel di t

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 305

    “Mas tahu ayah kandung aku?” tanya Shanum, menatap lurus ke dalam manik mata Prana dengan raut tak percaya.Napasnya memburu. Air di dalam bathtub berkecak pelan seiring gerakan tubuhnya yang mendadak sigap, dan berputar menghadap Prana sepenuhnyaPrana menyunggingkan senyum tipis. Kedua tangannya bergerak menahan pinggang Shanum agar posisi duduk wanita itu di dalam bak mandi tak merosot.“Tahu,” jawab Prana tenang.“Siapa, Mas?” desak Shanum. Tangannya mencengkeram erat bahu Prana, mengabaikan cipratan air hangat yang membasahi dada pria itu.Prana menggelengkan kepala secara perlahan. “Nanti, Num. Gak sekarang.”“Mas, kenapa disembunyikan lagi?” sahut Shanum, nada suaranya bergeser ke arah jengkel. “Aku udah berhak tahu sekarang. Selama dua puluh delapan tahun ini aku gak tahu apa-apa. Masa Mas juga mau ikut-ikutan merahasiakan ini dari aku?”“Aku gak bermaksud merahasiakan ini buat membohongi kamu, Sayang,” potong Prana lembut. Pria itu mengusap sisa busa yang menempel di pipi Sha

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 36

    “Kejutan manis?” ulang Shanum sinis dengan senyum getir.Satu-satunya “kejutan” yang ia terima dari Fadil hanyalah bentakan mendadak, dinginnya pengabaian, atau tuntutan yang menguras kewarasannya.Pertanyaan Alea menggantung di udara dapur membuat Shanum terpaku. Ia menatap kosong pada lelehan cok

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 34

    “Kamu sudah membuatku hampir kehilangan kendali, Shanum. Apa yang aku lakukan di dalam mimpimu sampai kamu mendesahkan namaku seperti tadi?”Tanpa menunggu respon, Prana berbalik pergi menuju gudang, meninggalkan Shanum yang mematung dengan jantung yang berdegup jauh lebih kencang daripada saat ia

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 33

    “Shanum... bagaimana kalau kita mencoba seperti yang mereka lakukan?” bisiknya tepat dari belakang telinganya, diikuti dengan gigitan-gigitan kecil di daun telinganya. Membuat seluruh tubuh Shanum menegang kaku.“Kita belum pernah mencoba gaya seperti itu, bukan?” Prana ikut naik ke atas sofa, berb

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 31

    “Kenapa lipstikmu berantakan?”Shanum merasakan dunianya runtuh tepat di bawah pijakan kakinya. Jantungnya berdentum begitu keras hingga ia takut Fadil bisa mendengarnya. Jempol Fadil yang kasar masih mengusap sudut bibirnya, menekan luka kecil yang kembali terbuka akibat ciuman panas Prana tadi.“

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status