Share

Bab 306

Author: QueenShe
last update publish date: 2026-07-22 12:00:58

“Udah kubilang jangan terlalu berharap banyak,” ulang Prana tenang, mengecup dahi Shanum lembut, menenggelamkan wajahnya ke dada agar perbincangan itu benar-benar usai.

Mendengar jawaban itu, Shanum tak bertanya lagi. Ia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, apalagi Ani menganggap mantan suaminya sudah mati.

“Tapi gimana Tante Ralin dan Mas Prana bisa kenal?” tanya Shanum dalam hati, menyandarkan kepala di dada Prana, membiarkan kehangatan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 307

    “Jadi kamu bakal bareng anak Ralin?” desis Ani di dapur begitu melihat Shanum bersiap-siap akan kembali pergi.Selama Bobby dirawat, Shanum memang tak tinggal di apartemen. Ia lebih banyak menginap di rumah sakit, dan sesekali pulang ke rumah ini untuk mengambil keperluan Bobby dan Ani.“Ada apa sih, Bu?” tanya Tiara pelan, melangkah masuk ke dapur dengan kening berkerut mendengar keributan itu. “Nanti Ayah dengar di kamar.”“Ini Mbakmu memang gak bisa diomongin! Maunya gimana dia sendiri!” omel Ani, menunjuk Shanum dengan sendok sayur di tangannya.“Ya udahlah, biarin. Mbak Num udah dewasa juga,” sela Tiara santai, mengabaikan raut gusar ibunya.Shanum yang mendengar perdebatan itu memilih tetap tenang. Ia duduk di salah satu kursi makan di hadapan Ani tanpa berniat membalas ocehan ibunya. Matanya melirik jam dinding, menunggu waktu yang tepat sebelum Prana tiba di depan pagar.&ld

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 306

    “Udah kubilang jangan terlalu berharap banyak,” ulang Prana tenang, mengecup dahi Shanum lembut, menenggelamkan wajahnya ke dada agar perbincangan itu benar-benar usai.Mendengar jawaban itu, Shanum tak bertanya lagi. Ia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, apalagi Ani menganggap mantan suaminya sudah mati.“Tapi gimana Tante Ralin dan Mas Prana bisa kenal?” tanya Shanum dalam hati, menyandarkan kepala di dada Prana, membiarkan kehangatan tubuhnya perlahan menuntunnya tidur.Hari-hari berikutnya berlalu dalam kesibukan masing-masing. Prana kembali ke jadwal padatnya sebagai dokter, membagi fokus antara pasien, memantau perkembangan Bobby, dan menjaga Ralin yang pemulihannya bertahap membaik.Shanum sendiri memilih menyibukkan diri mengurus usahanya yang sempat terbengkalai, sekaligus bergiliran menjaga Bobby di rumah sakit.“Mas masih di ruang operasi?” tanya Shanum, sambil menempelkan ponsel di t

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 305

    “Mas tahu ayah kandung aku?” tanya Shanum, menatap lurus ke dalam manik mata Prana dengan raut tak percaya.Napasnya memburu. Air di dalam bathtub berkecak pelan seiring gerakan tubuhnya yang mendadak sigap, dan berputar menghadap Prana sepenuhnyaPrana menyunggingkan senyum tipis. Kedua tangannya bergerak menahan pinggang Shanum agar posisi duduk wanita itu di dalam bak mandi tak merosot.“Tahu,” jawab Prana tenang.“Siapa, Mas?” desak Shanum. Tangannya mencengkeram erat bahu Prana, mengabaikan cipratan air hangat yang membasahi dada pria itu.Prana menggelengkan kepala secara perlahan. “Nanti, Num. Gak sekarang.”“Mas, kenapa disembunyikan lagi?” sahut Shanum, nada suaranya bergeser ke arah jengkel. “Aku udah berhak tahu sekarang. Selama dua puluh delapan tahun ini aku gak tahu apa-apa. Masa Mas juga mau ikut-ikutan merahasiakan ini dari aku?”“Aku gak bermaksud merahasiakan ini buat membohongi kamu, Sayang,” potong Prana lembut. Pria itu mengusap sisa busa yang menempel di pipi Sha

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 304

    “Yakin masih mau mandi sendiri?” Prana melepaskan kancing blouse Shanum satu per satu hingga pakaian itu meluncur jatuh, meninggalkan tubuh wanita itu hingga tak tertutupi sehelai kain pun.“Mas...” bisik Shanum pelan, reflex mencoba menutupi dadanya dengan kedua tangan.Prana tak banyak bicara. Ia langsung menggendong tubuh Shanum, membawanya melangkah beberapa tindak mendekati bak pualam di sudut ruangan. Air hangat yang berbusa lavender langsung menyambut begitu Prana menurunkan tubuh Shanum perlahan ke dalam bathtub.“Kita cuma mandi, Sayang. Emang kamu pikir apa?” goda Prana, terkekeh sembari mencolek ujung hidung Shanum yang masih merona.“Mas!” gerutu Shanum, memercikkan sedikit air berbusa ke arah lengan Prana.Prana tertawa kecil sambil melepaskan sisa pakaian yang melekat di tubuhnya, lalu ikut bergabung masuk ke dalam bak mandi. Ruang yang terbatas membuat air hangat sedikit meluap ke tepi.Prana menarik lembut tubuh Shanum agar bersandar rapat pada dada bidangnya yang koko

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 303

    "Mas!" tegur Shanum, memukul pelan bahu Prana. Wajahnya yang semula pucat mendadak merona kemerahan. "Situasi kayak gini aja masih aja kepikiran buat nakal!"Prana tersenyum kecil, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Godaan singkat itu berhasil mengalihkan sedikit mendung di wajah Shanum. Pria itu bangkit dari posisi berlututnya, meraih ponsel hitam dari saku celana, dan menekan beberapa digit nomor di layar.Shanum memperhatikan Prana yang kini menempelkan gawai ke telinga, menanti sambungan terhubung."Halo, Sus. Ini Dokter Prana," ucap Prana begitu panggilan di seberang sana diangkat."Saya masih di luar sekarang. Tolong pantau berkala kondisi jaminan kamar VIP Ibu Ralin, ya. Kalau ada lonjakan tensi atau dia terbangun dan mencari saya, langsung hubungi nomor saya."Prana mendengarkan jawaban dari sepersekian detik arahan perawat di seberang telepon."Iya, untuk Dokter Bobby di ICU juga tolong saya dikasih laporan berkala lewat pesan singkat. Saya akan kembali ke rumah sakit

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 302

    “Udah selesai?”Suara itu menyadarkan Shanum yang sedari tadi melamun begitu keluar dari ruang ICU. Langkah kakinya sempat tertahan di ambang pintu kaca. Begitu mendongak, Prana sudah berdiri tegak di depannya, melemparkan senyum tipis yang menenangkan.Prana mengikis jarak di antara mereka, meraih pergelangan tangan Shanum dengan lembut. “Kita pulang dulu, yuk?”Shanum tak langsung menjawab. Matanya melirik ke arah ruang tunggu yang terletak beberapa meter di sebelah kanan. Di atas kursi panjang, Ani duduk tegak sambil melipat kedua tangan di dada. Sorot mata ibunya penuh dengan ancaman, seakan siap menerkam jika Shanum berani mengambil salah langkah.Shanum menarik pelan tangannya, mencoba memberi jarak agar tak memicu keributan baru di sana. “Mas kok di sini? Tante Ralin gimana?”“Mama lagi tidur, kondisinya udah aman,” jawab Prana. Pria itu kembali mendekat dan menaruh telapak tangannya di pinggang Shanum, menuntunnya berjalan menuju lorong lift.“Tapi, Mas...”“Aku mau antar kamu

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 148

    “Buat apa kamu ke sana?” tanya Prana, terdengar tak menyukai Shanum mendatangi rumah orang tuanya. Dahinya berkerut dalam, garis-garis ketegangan di wajahnya yang lelah kembali tercetak jelas. “Ada apa Ayahmu memanggil? Kenapa mendadak sekali?”Shanum menatap gelas di hadapannya, agak ragu untuk me

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 115

    “Keluyuran terus gak bilang-bilang,” sindir Fadil tanpa menoleh.Shanum langsung menangkap sosok Fadil yang sedang duduk santai di sofa panjang sembari menonton televisi, begitu dirinya memasuki rumah.Fadil hanya melirik Shanum sekilas melalui sudut matanya, lalu kembali memfokuskan perhatian pada

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 101

    Begitu Shanum dan Prana melangkah masuk, atmosfer ruangan kerja Hendra. Pengacara ternama itu berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan kemeja slim-fitnya, lalu menyambut mereka dengan cengiran lebar yang terasa terlalu ceria untuk sebuah rencana perceraian.“Wah, Shanum! Lama gak ketemu, makin ca

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 96

    “Bangun, Sayang.”Prana tak menggunakan guncangan kasar atau teriakan untuk membangunkan wanita di sampingnya. Ia hanya mengusap pipi Shanum dengan punggung jarinya—sebuah sentuhan yang ternyata jauh lebih efektif daripada bunyi alarm mana pun.Sinar lampu tidur yang masih menyala membuat pandangan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status