Share

TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
Author: Shiskaco

Bab 1

Author: Shiskaco
last update publish date: 2026-05-07 12:12:07

Aku meregangkan badanku sebelum akhirnya melenguh puas. Pekerjaan hari ini sudah usai dan aku bisa langsung pulang dan tidur. Hari ini, tenagaku sudah habis menerima omelan dari para customer.

Namaku Lunaria Sirius, seorang pegawai biasa saja yang punya gaji diatas UMR sedikit. Setelah lulus kuliah, aku beruntung mendapat pekerjaan menjadi admin dan call center di perusahaan barang dan jasa.

Meski pekerjaanku sangat memuakan karena hampir setiap hari mendengar ocehan dan amarah dari para customer, aku tetap bersyukur mendapatkan pekerjaan ini.

Setiap selesai bekerja, aku menghabiskan waktu dengan bermain atau istirahat. Kehidupanku begitu monoton dengan keseharian yang sama. Tiba-tiba telponku berdering dan terdengar kabar bahwa nenekku baru saja meninggal. Nenek satu-satunya orang yang sangat menyayangiku setelah orangtuaku meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Aku bergegas memesan tiket pesawat dan pulang. Di sepanjang perjalanan aku menangis tiada henti, dan ketika sampai di rumah, aku tak kuasa menahan kesedihan hingga pingsan. Dan di pagi harinya, nenek di makamkan.

Saat ini, aku sedang menemani para pelayat dengan sesekali mengusap air mataku.

"Kamu itu udah jadi perawan tua. Kamu nunggu apa lagi? Umur kamu itu udah kepala tiga, masa kamu masih nggak mau nikah,"

"Nggak usah pilih-pilih. Bukannya nanti dapet yang ganteng dan mapan, kamu malah dapat suami yang nggak karuan,"

Aku hanya bisa menahan kekesalanku mendengar ocehan mereka. Ingin sekali aku membantahnya, namun mengingat suasana duka, aku memilih pamit kembali ke kota. Aku beralasan, jika bosku tidak memberikan aku izin cuti.

Sampai di kota, aku membeli beberapa camilan untuk menemaniku beberapa hari kedepan. Ketika aku akan naik ke unitku melalui lift, seorang pria tua tiba-tiba berlari ke arahku. Aku menahan pintu agar tidak tertutup dan mempersilahkannya masuk.

"Bapak, mau ke lantai berapa?" tanyaku seraya menekan tombol lantai yang aku tuju.

"Sama," jawabnya.

Aku tak mengajaknya berbicara kembali dan diam menunggu lift menuju lantai yang aku tuju.

Ting

Ketika pintu lift terbuka dan aku hendak keluar, tiba-tiba aku merasakan pinggangku terasa sakit. Aku berbalik menatap laki-laki itu. Dia menarik pisau yang ditancapkan padaku kemudian menusuk perutku berulang kali.

Aku menahan rasa sakit hingga tak sanggup berteriak. Seketika aku tumbang dan terjatuh. Darah mulai merembes keluar dan pandanganku buram.

Aku tak mampu untuk berteriak meminta tolong karena rasa sakit di perutku yang menjalar ke seluruh badanku. Tau begini, aku menetap saja di kampung dan mendengar omong kosong tentang pernikahan dan anak.

Akh, apa ini akhir hidupku?

Apa aku akan mati sekarang?

****

"Nyonya, anda sudah bangun?"

Aku menyerengitkan keningku ketika merasakan seseorang menganggu tidurku.

"Nyonya, tolong bangun dan minum obat anda,"

Aku membuka mataku perlahan. Dan melihat langit-langit bewarna putih yang dihias lampu gantung kristal yang sangat indah.

Melihat pemandangan itu, aku segera bangun dan menyentuh perutku panik.

"Perutku," racauku panik. Aku memeriksa luka akibat tusukan pria gila tadi.

"Dokter bilang anda harus makan dan minum obat agar asam lambung anda tidak naik lagi,"

"Asam lambung?" tanyaku bingung. Aku ini ditusuk bukan kena mag.

Aku menatap perempuan itu bingung. Siapa perempuan didepanku itu.

"Nyonya Luna, anda baik-baik saja?"

"Aku baik. Tolong bantu aku ke rumah sakit," ucapku bingung yang segera bangun dari tidurku.

Aku hampir saja jatuh jika perempuan disampingku tidak menangkapku dengan panik.

Kepalaku pusing dan badanku terasa lemas. Aku rasa aku kehabisan banyak darah kemarin. Tapi, yang membuatku bingung kenapa aku masih hidup. Dan dimana ini,

Aku menatap kesekitar dan melihat pantulan wajahku di sebuah cermin yang tak jauh dariku.

Aku melihat wajah itu bingung. Aku mendorong wanita itu dan dengan langkah tertatih menuju cermin dan melihat wajahku yang terlihat asing.

"Wa-wajah siapa ini?" pekikku kaget.

"Ma-maaf nyonya." ucap perempuan itu dengan menunduk ketakutan.

"Nyo- nyonya Lunaria, jangan marah. I-ini karena anda sedang sakit. Wa-wajah anda akan kembali bersinar jika anda sembuh," ucap wanita itu semakin panik dan ketakutan.

Aku menatapnya dan wajahku di cermin bergantian bingung. Ini memang wajahku jika ditambah dengan filter jahat yang ada di aplikasi. Wajahku masih terlihat sangat cantik bahkan jika aku pucat. Aku curiga jika cermin ini memiliki filter.

"Kamu siapa?" tanyaku bingung.

"Sa-saya Lusi." jawabnya kaku.

"Lusi ... Lusi siapa? Ini dimana? Dan aku siapa?"

Perempuan itu menatapku kaget. Aku lebih bingung.

"Kepala Pelayan, panggil Dokter." ucap wanita itu yang bergegas berlari keluar. "Nyonya hilang ingatan,"

Aku bingung. Yang kuingat ada bapak-bapak menusukku dengan pisau,

Aku bergegas memeriksa perutku dan tidak ada bekas luka apa-apa. Dibanding sakit ditusuk, ini lebih ke arah sakit karena belum makan.

Aku berjalan keluar dari kamar itu dengan tertatih.

Sebenarnya ada apa ini?

Aku melihat ke sekeliling, rumah ini sangat mewah dan besar.

Sebenarnya aku berada dimana ini?

Ugh, kepalaku juga terasa sakit.

Brak

Aku terjatuh hingga membentur lantai yang dingin itu.

"Ish,"

Aku mendongak dan menatap siapa orang yang menabrakku dengan badan sekeras batu itu.

Namun aku hanya bisa terkesiap melihatnya. Laki-laki itu sangat tampan dan berkarisma. Jika boleh jujur, dia laki-laki paling tampan yang pernah aku lihat. Artis-artis korea atupun Hollywood kalah jauh darinya.

Apa dia Dewa yang jatuh ke bumi?

"Tch, merepotkan." ucapnya dingin seraya berjalan pergi meninggalkanku.

"Nyonya... Nyonya anda baik-baik saja?"

Aku syok mendengarnya. Tatapan penuh rasa jijik dan menusuk itu ...

"Nyonya, anda baik-baik saja?" tanya Lusi yang bergegas membantuku.

"Lusi, siapa laki-laki sinting itu?" tanyaku jengkel.

"I-itu ... suami anda,"

"Suami siapa?"

Sepertinya aku salah dengar.

"Suami anda nyonya, tuan Cavero."

"Cavero?" tanyaku asing.

"Benar nyonya, Cavero Daneswara Oliver."

Cavero Daneswara Oliver?

Kok aku nggak asing ya dengan nama itu ya.

Cavero Daneswara Oliver?

Cavero? Sepertinya bukan dia.

"Cashelion?" sebutku ketika mengingat nama itu.

"Itu, nama putra anda nyonya. Apa saya perlu memanggil tuan muda Cashelion?"

Hah?

Apa katanya tadi?

Cashelion anakku?

Jangan bilang aku masuk kedalam novel sampah penuh karakter psikopat gila itu!!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 70

    Elard tengah duduk di taman sendirian karena lelah harus berpura-pura bersikap manis kepada Asael. Andai saja bisa, Elard ingin mengabaikan wanita itu dan pergi ke markasnya untuk melatih anak baru daripada harus membuang-buang waktu bersama wanita licik itu. Hah,Helaan berat dikeluarkan Elard. Dia berharap, angin malam mampu menyingkirkan perasaan tak menyenangkan yang hinggap sekarang. Berharap waktu cepat berlalu agar dia bisa segera pulang. Di tempat ini, bukan. Bukan tempat, ini memang bukan dunianya. Kapan dia bisa terlepas dari sini dan hidup dengan nyaman bersama Cendric. "Elard,"Suara lembut yang menyapa telinga Elard, membuat perasaan risau laki-laki itu pudar. Elard mengangkat kepalanya. Di depannya, ada wanita yang selalu ia rindukan setiap matanya terpejam. Andai bisa, Elard ingin memeluknya. Mendekapnya dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai wanita itu. Namun apa dayanya, ada nyawa yang lebih berharga dari wanita didepannya yang harus dia lindungi. "Aku tidak m

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bba 69

    Penjelasan dari mamanya membuat Luna terdiam dan tak bisa berkata-kata. Cavero benar-benar seperti binatang. Dia tak habis pikir bagaimana bisa ada orang yang seperti itu. "Luna, kamu tidak akan mencintai pria bejat itu kan? Kamu harus ke psikolog. Mama takut kamu terkena Stockholm." Luna tersenyum dan menenangkan mamanya. Yah, tenang saja. Dia tidak akan terkena sindrom Stockholm. Luna menenangkan mamanya dan berkata bahwa ia pasti akan meninggalkan Cavero segera. Jadi, mamanya tidak perlu khawatir. Setelah mengunjungi mamanya, Luna pulang dan tak lama, Cavero juga pulang dengan beralasan bahwa ia sedang menyesuaikan baju dengan Designer untuk acara nanti malam. Luna tak percaya. Cavero bukanlah orang yang peduli dengan penampilan. Setelah menyesuaikan semuanya, dan para tamu itu pergi, Cavero langsung memeluk Luna dan menciumnya mesra."Boleh aku melakukannya sayang, semalam Anak sial- maksudku Cashelion monopoli kamu," ralat Cavero cepat-cepat dan bernada manja. Luna masih ta

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 68

    Kamar dengan nuansa hitam emas itu, sangat normal. Tidak seperti pemiliknya yang dikenal psikopat. Aku pergi ke ruang kerja Cavero karena tidak menemukan apapun di ruangan itu. Dan lagi-lagi di ruang kerja Cavero tak ada informasi apapun. Ketika hendak pergi, aku melihat sebuah Vas bunga yang dipenuhi bunga Lunaria palsu dipojokan. Aku mendekatinya karena sangat penasaran. Bukan karena merasa janggal atau hal lainnya, namun karena bunga itu memiliki nama yang sama denganku. Lunaria. Ketika aku mengambil bunga itu, dinding tepat didepanku tiba-tiba terbuka. Aku kaget. Dengan penasaran, aku memasuki ruangan gelap itu dengan senter hp. Ruangan kecil itu membentuk sebuah lorong yang panjang. Meski aku tidak memiliki Claustrophobia, dadaku sudah terasa sesak. Lorong ini seolah tidak memiliki ujung. Dan aku juga tidak paham, sebenarnya membawa kemana lorong ini. Setelah lima menit, lorong itu membawaku ke sebuah ruangan yang lebih luas. Aku mencari saklar lampu. Dan untungnya, ketemu. K

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 67

    Aku masih saja bingung karena tidak tau siapa yang harus di percaya. Cashelion atau Cavero. Apa yang di ucapkan Cavero benar, jika Cashelion dikunci di gudang, bagaimana cara anak itu keluar. Namun rasanya tidak mungkin juga putraku itu berbohong. Aku mengantar Cashelion ke sekolah. Sepanjang jalan, anak itu hanya bertanya tentang keadaanku. Apa aku masih sakit dan apa aku sudah baik-baik saja hingga bisa mengantarnya ke sekolah. Dia dipenuhi kecemasan. Katanya, aku harus banyak-banyak istirahat agar tidak kelelahan. Yah, dia anak yang baik dan penuh perhatian. Aku heran kenapa banyak sekali orang yang membenci anak itu. "Sayang, mama mau tanya sesuatu.""Yah, apa itu?" "Papa itu gimana ya orangnya?" Cashelion sepertinya cukup terkejut dengan pertanyaanku. Dia mematung cukup lama sebelum akhirnya tersadar. "Mama, harus hati-hati sama papa. Papa orangnya kayak Lion. Kadang jahat kadang baik. Tapi banyak jahatnya.""Terus kamu sama papa gimana hubungannya, baik?" Cashelion mengge

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 66

    Cavero yang tau jika aku tidak berada dalam kamarnya lagi marah. Dia menemui ku di kamar dan memintaku untuk kembali. "Kembali? Aku rasa kita tidak pernah sekamar sebelumnya."Wajah Cavero pucat. "kamu ingat?" "Kenapa kalau aku ingat?" tanyaku sinis. Aku merasa di bohongi. Meski tidak munafik jika tubuhku tetap merespon sentuhan-sentuhan Cavero. "Sayang, kamu salah faham. Hubungan kita memang buruk, tapi beberapa bulan terakhir sempat membaik. Saking baiknya, kita bahkan punya rencana untuk punya anak perempuan." "Benarkah?" "Iya," "Karena aku masih sakit, kita bisa tunda rencana itu. Untuk sekarang, aku mau tidur disini. Tolong keluar. Aku mau istirahat,""Luna,""Keluar!" ucapku tanpa ekspresi. Cavero menurut. Laki-laki itu keluar. Aku tidak tau jika Cavero akan murka dan bertanya darimana aku bisa tau kamar ini. Ketika salah seorang pelayan membocorkan jika itu dari Cashelion, Cavero murka. Laki-laki itu memanggil Cashelion dan menghukum anak itu tanpa sepengetahuanku. Ak

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 65

    Lunaria Pov..Alasan kenapa aku pulang ke rumah mama karena aku jenuh berada di tempat itu. Aku tidak tau kenapa aku merasa begitu, yang pastinya aku sama sekali tidak merasa nyaman. Di mansion yang luas itu aku sama sekali tidak mendapatkan ingatan apapun. Tak hanya ingatan, namun aku merasa begitu asing. Bahkan pada kamarku sendiri. Aku merasa ada yang janggal dan aneh. Tak ada foto pernikahan kami atau foto keluarga yang tertempel di dinding itu. Mengingat sifatku, sudah pastinya akan ada banyak foto suami dan putraku. Namun di rumah itu, sama sekali tak ada foto mereka. Sampai di rumah mama, mama langsung memelukku dan bertanya keadaanku. Ku jawab saja dengan jujur jika Cavero menjagaku dengan baik. Dan seperti yang kuduga, mama menatapku dengan sinis dan marah. Hal yang paling membuatku penasaran adalah kenapa aku bisa menikah dengan Cavero jika mama sebenci ini pada laki-laki itu. Apa alasannya karena Cavero membunuh papa? Aku rasa pasti ada alasannya. Aku yakin jika papa pas

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 6

    "Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda." Cavero terkejut. "Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga." Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!" "Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan mud

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 5

    Seth, tangan kanan Cavero memberikan laporan apa yang dilakukan oleh Lunaria hari ini. Cavero mendengarkannya dalam diam seraya fokus mengerjakan pekerjaannya. "Sepertinya nyonya benar-benar sangat depresi tuan. Apa tidak sebaiknya kita memanggil Psikiater kembali? Nyonya sepertinya salah m

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 3

    Setelah satu minggu merenung aku akhirnya menyadari bahwa tidak mungkin aku bisa kembali ke duniaku. Aku yang disana, sudah pasti mati. Karena itu, aku punya tiga cara untuk menyelamatkan hidupku. Pertama, aku harus memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Dan tidak membuat masalah dengan psi

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 2

    Aku hanya bisa tercengang ketika sadar bahwa aku telah masuk ke salah satu novel yang aku baca beberapa minggu lalu. Dari banyaknya novel, kenapa harus yang itu. Novel penuh karakter psikopat gila! Dulu, aku membelinya karena tertarik dengan judulnya. Ditengah Hujan Deras. Menarik bukan? Tak ada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status