Share

Bab 08. Ah!

Author: weni3
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-22 23:15:37

Kedua alis Mila menukik menatapnya. Bejo tau itu pasti karena ada yang mendesak masuk ke dalam lubang kenikmatan yang seharusnya sudah tak asing lagi menerima.

Usapan satu jari Bejo begitu lembut bergerak. Terasa becek dan sesak tetapi Bejo yakin rasanya sangat kuat. Kedua tangan Mila mencengkram kuat lengan Bejo dan bibirnya digigit kuat hingga terasa perih di dalam sana.

"Ah Bejo! Ini sakit."

"Pejamkan matamu, Nyonya! Ini baru satu jari yang masuk. Jangan takut! Sakit itu akan beruba
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 33. Harga Diri

    Mila terisak dalam diam menatap hamparan kebun teh yang menggelap. Lengah sedikit, mungkin ada ular atau gelapnya suasana di sana bisa menjatuhkan wanita itu hingga terluka. Namun Mila tidak memperdulikan semua itu. Bayangan yang menyakitinya semakin menyesakkan dada. Panggilan dari Ibunya semakin menghancurkan hatinya. "Kamu tuh gimana? Saka menghubungi Ibu menanyakan kamu. Kamu di mana sekarang, Mila? Jangan kabur-kaburan! Kalau ada masalah itu diselesaikan dengan baik. Bukan malah pergi! Kamu bikin malu Ibu tau nggak!" Kedua mata Mila memejam mendengar suara Ibunya. Air mata kembali menetes tetapi kaki masih kuat untuk berdiri menahan semua beban yang datang. "Mila hanya butuh sendiri, Bu. Mila harap untuk yang ini Ibu jangan ikut campur!" kata Mila dengan nada suara lirih tetapi terkesan seenaknya sendiri. "Jangan ikut campur gimana? Kamu mau seenaknya gitu? Bagaimana kalau kedua orang tua Saka tau menantu kesayangan mereka suka kabur-kaburan begini? Jangan bikin masa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 32. Mencari

    "Jo kamu ngapain di sana? Nggak belajar? Malah ngelamun aja. Bantu Bibi sini! Bibi mau nyiangin sayuran buat besok," tegur Bibi saat melihatnya berdiam diri duduk di depan pintu samping samping rumah sendirian. Bejo menoleh melihat Bibi yang tengah mengeluarkan sayuran dari kulkas. Dia pun mendekati dan duduk lesehan menghadap pada ketiga wadah yang ada di sana. "Nanti aja Bi. Nggak fokus belajar. Mana sini Bejo bantuin! Duh ganteng-ganteng cosplay jadi koki." "Kamu tuh nggak fokus belajar pasti karena mikirin cewek terus. Iya 'kan? Makanya nggak semangat tuh belajarnya." "Cewek yang mana, Bi? Aku nggak punya cewek." "Eh ngakunya ganteng tapi nggak punya cewek. Bohong banget kamu, Jo! Kamu keren begini kok. Pasti cewek kamu banyak 'kan? Makanya kamu pusing sekarang," kata Bibi menggelengkan kepalanya. "Yang suka banyak, yang jadi pilihan belum ada. Jomblo mania, Bi." "Payah kamu! Ganteng-ganteng kok jomblo tapi baguslah. Jangan dulu nikah! Enak di awal doang, Jo. Ke san

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 31. Kejam

    Rasanya ingin mengangkat sendok pun berat kalau sudah mendengar ocehan Ibu mertua yang seperti ini. Selama menikah, ocehan ibu mertuanya semakin hari semakin membuat sakit hati. Beruntung tidak tinggal bareng dalam satu atas. Mungkin kalau satu atap, Mila akan kurus kering karena harus makan hati setiap hari mendengar suara sumbang mertuanya. "Mah jangan seperti itu pada Mila. Mungkin memang butuh proses dan waktu yang lebih lama lagi. Yang penting mereka tuh nggak diam. Mereka sudah berusaha. Sabar sedikit!" Papah mertua memang selalu membela setiap kali Mamah mertua mengucapkan kata pedas pada Mila. Hanya saja, Saka yang harusnya menjadi garda terdepan kadang suka diam saja tak menjadi pelindung di depan orang tuanya. "Mau sampai kapan, Pah? Mamah undang mereka ke sini 'kan sudah jelas apa yang mau dibahas. Mamah malu punya mantu mandul. Lagian juga nggak enak ditanyain terus sama keluarga yang lain. Memangnya Papah mau kalau perusahaan yang utama kita itu diambil alih s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 30. Nyonya, Oke?

    "Tangan kamu dingin, Jo." Mila menoleh kebelakang dan melihatnya yang kini mengangkat kedua alis memperhatikan pergerakan wanita itu. "Kamu grogi atau gimana?" tanya Mila dan Bejo meringis mendengar itu. "Grogi sich nggak, Nyonya. Cuma saya jadi mau pipis. Saya keluar dulu ya, Nyonya. Bahaya ini kalau tetap di sini. Dari semalam udah dibikin pusing doang soalnya." Bejo pun memutuskan untuk keluar dari kamar. Haish! Dia laki-laki normal yang sudah mencicipi bunganya wanita. Sudah menikmati sampai di level nagih. Mana mungkin anteng saat menyentuh wanita pertama yang dia tiduri. "Gila! Gila! Otak gue nggak waras lama-lama kalau gini terus. Bahaya emang kerjaan tambahan gue. Udah nyelup sekali kayak nggak bisa lepas. Bawaannya mau nambah aja. Kalau bini udah gue gas. Sayangnya bukan! Yang ada gue kena pelanggaran. Mana gue harus nunggu instruksi dulu." Bejo mengusap wajahnya. Dia memutuskan untuk menunggu Mila di mobil saja. Andai malam ini tidak ada jadwal ke rumah mertu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 29. Ngeri Khilaf

    Bejo mengeringkan rambut Mila yang masih basah. Tangannya dengan terampil mempergunakan hair dryer milik Mila. Sesekali Bejo melihat cermin memperhatikan wajah Mila yang sedang sibuk mengenakan make up. Dalam hati Bejo selalu memuji kecantikan wanita itu. Sejak awal datang sampai sekarang dia bisa semakin dekat. Jadi pertolongan yang diminta oleh Mila adalah mengeringkan rambut wanita itu. Hal pertama yang Bejo lakukan pada seorang wanita. "Tuan kenapa nggak jemput Nyonya?" "Mas Saka itu sibuk, Jo. Udah ada kamu semakin jarang memperhatikan saya. Biasanya jemput karena saya nggak bisa nyetir sendiri." "Hhmm..." Bejo menyibak rambut Mila hingga terlihat leher putih milik wanita itu. Bejo berusaha menahan diri untuk tidak menyergap leher jenjang itu. "Nyonya malam ini nggak pulang? Saya menunggu sampai selesai atau hanya mengantar saja?" "Kayaknya nganter aja. Aku pulang sama Mas Saka. Kalau nginep sich kayaknya nggak." Mila membalikkan tubuhnya dan Bejo pun s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 28. Mendekatlah!

    Ternyata, Mila bukan hanya membutuhkan pundaknya tetapi juga membutuhkan pelukannya. Tubuh wanita itu terasa ringkih di pelukannya. Apalagi saat isakan tangis wanita itu pecah, mencubit hati Bejo hingga meringis mendengar itu. Bejo menepuk punggung Mila dengan lembut. Dia yang belum pernah menenangkan hati perempuan, mungkin terasa kaku saat menghadapi Mila yang butuh kelembutannya. "Sabar, Nyonya!" Namun kata sabar sepertinya tak lagi berlaku saat menghadapi wanita yang sudah babak belur hatinya. Bejo mengusap punggung Mila. Namun matanya awas melihat para karyawan yang kepo dengan mereka. "Nyonya, sebenarnya saya mau lama meluk Nyonya. Saya mau lebih lama menenangkan hati Nyonya tapi kayaknya salah tempat. Karyawan Nyonya kepo maksimal. Minta pada diselepet biji nangka mata mereka." Isakan Mila pun mendadak terhenti setelah Bejo mengatakan itu. Mila melepaskan pelukannya dan dia kemudian meringis menatap wanita itu yang kini malah memukulnya. "Kamu gimana sich, Jo? T

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status