Share

Bab 07. Bugil

Author: weni3
last update publish date: 2026-06-15 15:48:02

"Masuk, Jo!"

Bejo menarik nafas dalam sebelum melangkah mendekati. Dia menelan kasar salivanya. Tatapan mata terus memperhatikan tubuh Mila yang sudah hampir bugil.

Jantung Bejo berdebar kencang. Kedua tangan mendadak berkeringat tetapi mata menolak untuk lepas dari pandangan yang indah itu.

Kaki jenjang Mila tak lagi polos. Heels yang Mila kenakan menambah nilai keseksian yang wanita itu punya. Kedua bokong yang penuh begitu sangat menggemaskan.

Dari belakang saja sudah terlihat sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Semoga bibi ga curiga ya tiba2 Bejo ga ada
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 25. Jujur, Jo!

    Bejo menarik dagu Mila hingga keduanya saling memandang. Air mata pun kemudian jatuh membasahi pipi Mila. Bejo bisa melihat ketakutan itu nyata. "Nyonya diapain sama Tuan?" tanya Bejo dan kali ini suaranya terdengar lirih meminta kejujuran dari Mila. "Kalau kamu mau tau, nanti malam kamu lihat sendiri bagaimana dia memperlakukanku." Bejo menganggukkan kepalanya. Nanti malam? Jujur Bejo sangat penasaran sekali dengan apa yang menjadi alasan Mila begitu sangat menolak berhubungan dengan Saka. Bejo kembali melajukan mobilnya menuju tujuan pertama. Toko roti menjadi rumah kedua untuk Mila yang belum bisa menyetir mobil. "Hati-hati, Jo! Jangan ngebut!" kata Mila memberikan pesan dan Bejo memberikan ibu jarinya pada wanita itu. "Siap, Nyonya. Hati-hati banget ini sampe nggak ngegas," jawab Bejo yang sudah kembali masuk ke dalam mobil. Mila pun terlihat menggelengkan kepala dan segera masuk. Setelah Bejo memastikan wanita itu baik-baik saja. Bejo pun bergegas pergi dari s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 24. Paksa

    "Ya elaaaahhhh, ribut bae." Bejo melirik pergerakan Saka yang melangkah panjang menuju mobil dan menaikinya untuk segera pergi dari sana. Mobil itu pun bergerak keluar gerbang hingga tak lagi terlihat dan Bejo kembali menoleh menatap Mila. Bejo segera mendekati Mila yang saat ini masih diam bediri di teras rumah.. "Nyonya baik-baik aja?" tanya Bejo dan Mila menganggukkan kepala. Namun Bejo malah menemukan kekecewaan dan juga kesedihan dari raut wajah Mila. Bejo berdecak setelah menemukan itu. "Mau saya antar ke dokter, Nyonya?" "Kamu nguping?" "Yang jelas saya punya kuping, Nyonya. Nggak mungkin budegin. Jelas banget suaranya tadi. Tuan marah banget sama Nyonya." "Memang Mas Saka begitu. Nggak heran kok kalau dia nagih terus." Mila berbalik dan masuk ke dalam tetapi baru beberapa langkah, wanita itu kembali menoleh padanya. "Pulang kampus jam berapa, Jo?" "Kayak biasanya, Nyonya. Sebelum Nyonya pulang, saya sudah datang." "Oke, nanti antar saya belanja lag

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 23. Nagih

    "Iya, ya udah besok aku ke sana." "Oke, jangan khawatir! Semua beres, pilih aja yang mana." "Iya, tidak perlu kamu pikirkan." PRAAAKKK Bejo meringis memegang kakinya yang tak sengaja mengenai ujung meja hingga barang yang di atas meja tersebut pun jatuh. Dia mendesis merasakan nyeri di kakinya. Sialnya lagi, alih-alih mengintip dan menguping. Bejo malah ketahuan oleh majikannya. Pria itu mematikan panggilan yang masih berlangsung kemudian melangkah mendekatinya di bawah remangnya pencahayaan. "Maaf Tuan, ganggu." "Sedang apa kamu di sana Bejo? Sengaja mau menguping?" Bejo meringis kemudian menegakkan tubuhnya menghadap ke Saka. Ketahuan yang paling tidak membuatnya beruntung ya sekarang ini. "Bukan ingin menguping, Tuan. Cuma tadi saya pikir siapa. Udah malam ada suara di ruang depan. Ngerinya ada maling, taunya Tuan," jawab Bejo jujur. Memang benarkan? Haish! Hanya saja otak Bejo auto berisik setelah mendengar suara Saka yang terdengar lirih tadi. Lagian

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 22. Fantasi

    Mila mendongak menatap Saka yang sedang memberikan pijatan di benda pusaka milik pria itu. Terlihat jelas Saka begitu sangat menikmati adegan ini. Saka benar-benar seperti tengah menonton live streaming pergulatan yang terjadi di antara istri dan sang sopir. Mila memejamkan kedua mata dengan kuat setelah melihat Saka. Sementara kedua kaki Mila, Bejo buka lebar-lebar siap untuk mendapatkan masukan. Namun masukan di sini adalah masukan yang berisikan benda panjang besar dan berurat, bukan masukan suara yang bisa meluluhkan hati Mila. Bejo melihat dengan intens milik Mila. Lubang kecil itu seperti menolak dimasukin. Bejo menggesekkan kepala si Juki di sana hingga Mila mendesah. Namun desahan ini bukan suara manja yang terdengar nikmat tetapi suara tertahan yang menolak akan tamu yang akan masuk. "Bejo!" "Tenang, Nyonya!" perintah Bejo yang kemudian mendongak melirik Saka yang semakin cepat menggerakkan tangan. "Ngocok terus dia. Parah sich, makin tinggi fantasinya," kata B

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 21. Live Streaming

    "Sakit, Bejo!" "Diam, Mila! Kamu jangan berisik!Bejo sedang berusaha menyembuhkanmu," sahut Saka setelah mendengar rintihan dari Mila. Wanita itu pun auto bungkam mendengar ucapan Saka yang terdengar sewot. Mila menatap Bejo dengan kedua alis menukik penuh permohonan sedangkan dia hanya diam dan menjawab dengan gerakan. Bejo kembali memberikan sentuhan yang memabukkan agar Mila lebih tenang. Bejo sengaja mempermainkan Mila, tapi bukan untuk mempermaiy hati wanita itu tetapi agar Saka melihat jika apa yang di katakan tadi benar-benar adanya. Mila masih belum bisa dia kunjungi sehingga Mila pun terbebas dari Saka yang sudah sangat tidak sabar. "Lakukan lagi, Bejo! Masukan lagi! Ayo jangan kalah dengan rintihannya!" perintah Saka dan Bejo tidak sama sekali menuruti apa yang pria itu lakukan. Bejo mengikuti isi hatinya, pikirannya dan tubuhnya. Bejo menunduk melihat milik Mila yang begitu kaku. Tadi sengaja jari Bejo masuk tetapi Mila lagi-lagi merintih kesakitan. Sekarang

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 20. Mana Tahan

    "Sialan! Kebanyakan nonton bokep makanya begini. Udah kehabisan cara dia buat bininya sembuh makanya fantasinya main." Bejo tidak menanggapi. Mereka menunggu Mila keluar dari kamar mandi. Sialnya lagi, pesona Mila membuat dua lelaki yang kini menunggu kehadirannya itu dibuat tertegun akan penampilan Mila. "Alamaaaaakkkk... Cakep banget bini orang!" Bejo menggelengkan kepala melihat penampilan Mila yang aduhai. Lingerie merah membalut tubuh putih yang seksi dengan dada menyembul yang hanya ditutupi dengan kain tipis pilihannya tadi. Belum lagi kain segitiga bertali di kedua sisi pinggang Mila dan bagian belakang yang hanya diselipkan saja di sela bokong wanita itu begitu sangat menggoda. Bejo menelan kasar salivanya. Tontonan macam apa ini? Mila menjadi bintang di dalam imajinasinya. Si Juki langsung berdiri tegak melihat ini. Dia melirik Saka yang kini tersenyum puas melihat penampilan Mila. Sementara Bejo malah adem panas tak karuan. Hanya saja sebisa mungkin Bejo me

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status