Compartir

Bab 102. Maniak

Autor: weni3
last update Fecha de publicación: 2026-07-26 09:07:26

"Malam Tuan. Tuan dimana? Kenapa tidak pulang?"

"Kenapa kamu yang bawel? Istriku saja tidak sebawel kamu! Bagaimana selama aku tidak pulang? Ada perkembangan dengan istriku? Katanya dia sangat menikmati sekali bercumbu denganmu."

"Betul, Tuan."

Bejo menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Jawabannya demikian tetapi dia masih harus memikirkan efek dari setiap apa yang ia sampaikan.

"Nyonya mengatakan begitu, Tuan?"

"Ya."

"Ya memang Nyonya sudah sangat menikmati sekarang, Tua
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 105. Berani

    "Telinga kamu tuh dipasang nggak sih Mila? Saya tadi bilang jam berapa mulainya? Kenapa jam segini baru sampai? Kamu tuh tau nggak kalau mereka semua sudah nungguin. Mana yang ditanyain kue kamu lagi. Kalau mintanya bukan kue ini, nggak mungkin saya minta kamu bawain! Bikin malu aja!" "Maaf Mah, tadi Mila telat karena Mila juga butuh mempersiapkan semuanya." "Lelet! Memang kamu tuh lelet! Ada aja yang nggak benarnya kerjaaan kamu tuh! Sekarang kamu bantu Bibi siapin dan kamu antar ke depan! Nggak jelas kamu tuh memang!" Mamah begitu ketus sekali. Kebetulan di saat ngoceh seperti itu, Bejo sedang mengambil beberapa boks bonus yang masih ada di dalam mobil. Jadi tidak mendengar ocehan Mamahnya Saka. "Iya, Mah. Akan Mila siapkan." Mila sudah pasrah saja. Mungkin juga karena memang merasa bersalah dan Mamah benar. Beliau sudah mewanti-wanti satu jam sebelumnya bahkan sampai kirim pesan berulang kali karena kuenya menjadi menu utama. Maka dari itu tidak heran kalau beliau mar

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 104. Bukan Ngewek!

    "Loh kok nggak langsung berangkat, Jo?" "Janjiannya sama dosbing jam sembilanan, Nyonya." Bejo memilih menunggu waktu di toko Mila. Tadi wanita itu tidak tau kalau dia masih di sana. Maka dari itu sempat terkejut kala tau mobilnya masih ada diparkiran. "Masuk dulu kalau begitu," perintah Mila dan dia pun segera melangkah masuk ke dalam toko tetapi tertahan saat melihat dari dalam ada Caca yang turun dari mobil dan masuk ke toko roti. Segera langkahnya panjang menuju ruangan Mila tetapi tidak masuk. Bejo sengaja berdiri di dekat pintu bersembunyi di balik pilar sehingga dia bisa melihat pergerakan Caca dari sana. "Mbak, saya kenal dengan mobil yang di depan itu. Itu tadi customer sini juga? Sekarang orangnya mana ya, Mbak?" tunjuk Caca yang kepo akan mobil Mila hingga bertanya pada pelayan yang tengah menatap roti. Bejo diam memperhatikan dan berharap pelayan tersebut tidak memberikan jawaban yang bisa membuat Caca menjadi betah di sini. "Oh itu milik bos saya, Kak

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 103. Termila-mila

    "Memang agak lama, Mas." Kedua alis Saka menukik mendengar jawaban Mila. Pria itu tidak percaya karena setaunya yang terakhir jumpa juga sedang berhalangan dan kalau dihitung seharusnya sudah sembuh. Namun mengapa malah masih ada. "Kamu nggak percaya sama aku, Mas?" "Cepat bersihkan!" perintah Saka yang kemudian beranjak dari atas tubuh Mila. Laki-laki itu melangkah menuju balkon kamar sedangkan Mila segera masuk ke dalam kamar mandi setelah mengotori ranjangnya juga. "Duh jadi ganti sprei dan selimut deh," gumamnya dan kasihan Bibi kalau harus membersihkan bekasnya begini. Memang pagi ini agak repot. Itu semua karena masalah yang sama dan rasanya sulit bagi Mila untuk bisa keluar dari masalah itu. Apalagi Saka yang semakin menggila dengan pemikiran dan keinginan-keinginan pria itu yang tidak bisa diterima oleh banyak orang. "Mas kamu mau mandi?" tanya Mila dengan keraguan kala Saka melangkah ke arahnya. Mila diam dengan handuk yang masih dia pegang dan Saka t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 102. Maniak

    "Malam Tuan. Tuan dimana? Kenapa tidak pulang?" "Kenapa kamu yang bawel? Istriku saja tidak sebawel kamu! Bagaimana selama aku tidak pulang? Ada perkembangan dengan istriku? Katanya dia sangat menikmati sekali bercumbu denganmu.""Betul, Tuan." Bejo menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Jawabannya demikian tetapi dia masih harus memikirkan efek dari setiap apa yang ia sampaikan. "Nyonya mengatakan begitu, Tuan?""Ya.""Ya memang Nyonya sudah sangat menikmati sekarang, Tuan. Hanya saja memang saya tidak bisa menjamin saat Nyonya menerima saya mau juga menerima Tuan atau tidak. Mungkin beda responnya, saya juga kurang paham Tuan."Bejo menjawab dengan sangat berhati-hati sekali. Padahal dia sendiri selesai dimanjakan oleh istri majikannya tersebut. "Baguslah! Setidaknya dia merasakan kenikmatan itu."Kedua alis Bejo menukik mendengar tanggapan dari Saka dan kembali bertanya. "Maaf Tuan, apa Tuan tidak ingin pulang dan melihat atau merasakan sendiri bagaimana has

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 101. Memanjakan

    Tangan Mila sengaja membantu Bejo membuka pengait yang ada di depan tepat bawah bagian yang merekah, bukan punggung bagian belakang yang mungkin sulit dijangkau oleh wanita itu. Lepas! Kedua buah yang indah, penuh, mulus, sangat berkilau di mata Bejo dan itu jelas sangat menggiurkan sekali. Jangan salahkan dia yang memakannya dengan lahap karena hal ini bukan untuk diabaikan. Remasan di sebelah sisi mengiringi hisapan yang kuat hingga membuat Mila semakin membusungkan dada. Sementara dia semakin gemas karena sudah lama tak berjumpa."Eugh... apa ini salah? Dia yang menyajikan dan dia yang mengijinkan, dia juga yang sudah membuatku hampir gila. Ah, Bejo! Gigit sedikit biar sakit di hatiku kalah dengan rasa ini."Bejo pun patuh. Sebenarnya tidak mau tetapi dia malah semakin gemas saja dengan Mila yang sangat agresif dan mulai ingin main-main lebih nakal lagi. Gigitan kecil pun dia berikan bahkan saat wanita itu mendesis merasakan sakit, Bejo hanya melepasnya sedikit dan semakin genc

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 100. Sensitif

    "Nanti aku kasih Bu, biarkan aku mengobrol dengan ayah dulu. Kenapa bisa sampai ayah sakit begini? Setauku Ayah itu sangat menjaga kesehatan. Makan juga dijaga sekali sampai diet gula dan minum air putih banyak. Ayah juga orang yang rajin olahraga. Kenapa tiba-tiba sekali sakit ginjal dan harus cuci darah terus?" "Jadi kamu mau memutar balikkan fakta dan menyalahkan Ibu yang nggak becus setelah Ibu singgung kamu dengan Saka? Iya? Kamu mau menuduh Ibu yang tidak bisa melayani ayan? Mau kamu tuh apa sih, Mila? Nggak paham Ibu sama kamu. Harusnya tuh bersyukur Ibu sehat bisa jaga ayah. Bukan malah curiga." "Bukan begitu, Bu. Semua pasti ada penyebabnya dan jangan sampai hal itu berlanjut hingga terus menyakiti tubuh Ayah. Aku nggak menyalahkan Ibu. Aku nggak menyalahkan siapa-siapa. Aku hanya ingin kita sama-sama memikirkan hal ini dulu. Jangan juga Ibu singgung aku dengan Mas Saka! Fokusnya pada ayah saja!" "Kenapa memangnya? Kenapa tidak boleh menyinggung Saka? Kamu pikir deng

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status