Partager

Four

Auteur: Miy
last update Date de publication: 2026-06-10 17:07:33

Keesokan harinya, Sera sudah berdiri di depan gerbang SMA Ardentia dengan seragam yang dikenakan rapi. Nama sekolah itu sangat ia kenal. Dalam novel Rosé Affection, tempat ini hampir selalu muncul di setiap bab penting. Tempat Kazio bersinar sebagai pusat perhatian semua orang, sementara Seraphine Virellyn hanya menjadi bayangan yang terus mengejar cahaya itu tanpa pernah berhasil meraihnya.

Begitu melangkahkan kaki ke dalam area sekolah, bisik-bisik langsung terdengar dari berbagai arah.

"Itu Sera."

"Habis bully kemarin masih berani datang."

"Tumben nggak pasang muka angkuh."

Sera mendengarnya dengan jelas, tetapi tidak memberikan reaksi apa pun. Dalam alur asli novel, Seraphine pasti sudah membalas tatapan mereka dengan sinis atau sengaja membuat keributan sebelum jam pelajaran dimulai. Namun hari ini ia hanya menarik napas pelan dan tetap berjalan seperti biasa.

"Tenang aja," gumamnya pelan. "Nggak usah dipikirin."

Saat memasuki kelas, ia kembali menjadi pusat perhatian. Tidak ada yang mendekatinya. Semua orang seolah menjaga jarak agar tidak ikut terseret masalah.

Kalau mengikuti cerita asli, pagi ini seharusnya menjadi awal drama baru antara Seraphine dan tokoh utama perempuan. Namun karena ia memilih diam, tidak ada apa pun yang terjadi.

Pandangannya sempat jatuh ke luar jendela.

Tubuhnya yang dulu bagaimana, ya?

Masih koma atau sudah tidak ada?

Pertanyaan itu muncul begitu saja dan membuat dadanya terasa sedikit sesak. Ia teringat kehidupan lamanya yang sederhana. Meski tidak sempurna, ia tidak pernah membencinya.

"Kayaknya mulai gila semenjak bullyan kemarin."

Suara seseorang terdengar dari belakang, disusul tawa kecil beberapa murid. Sera memilih mengabaikannya.

Tak lama kemudian guru masuk dan memulai pelajaran.

"Baik, anak-anak. Buka buku halaman empat puluh lima dan kerjakan soalnya."

Sera membuka bukunya dan mulai mengerjakan. Matematika bukan hal asing baginya. Mungkin tidak sampai tingkat jenius, tetapi cukup untuk memahami soal-soal dasar dengan mudah.

"Sera."

Ia mengangkat kepala.

"Coba kerjakan nomor tiga di papan tulis."

Beberapa murid langsung menahan tawa. Reputasi akademik Seraphine memang tidak pernah bagus.

Namun Sera tetap berdiri, mengambil spidol, lalu mulai menuliskan penyelesaiannya langkah demi langkah. Ketika ia selesai, kelas mendadak lebih sunyi daripada sebelumnya.

Guru memperhatikan jawabannya beberapa saat sebelum mengangguk.

"Benar."

Hanya satu kata, tetapi cukup membuat beberapa siswa saling berpandangan dengan ekspresi aneh.

Sera mengembalikan spidol dan kembali ke tempat duduknya tanpa berkata apa-apa. Anehnya, ada perasaan tenang yang sulit dijelaskan di dalam dadanya.

Seolah untuk pertama kalinya sejak terbangun di dunia ini, ada sesuatu yang berjalan sesuai kendalinya.

Bel istirahat akhirnya berbunyi.

Sera menunggu hingga kelas sedikit lebih lengang sebelum berdiri dan berjalan menuju kantin. Sesampainya di sana, ia membeli sepotong roti dan sekotak susu cokelat, lalu memilih meja yang cukup sepi.

Namun baru saja ia menggigit rotinya, sebuah suara nyaring membuatnya mengangkat kepala.

"OH MY GOD, SERA! AKU KANGEN BANGET!"

Seorang gadis berambut cokelat langsung menarik kursi dan duduk di depannya tanpa permisi.

Caroline Kael.Sahabat Seraphine sejak kecil.

"Tumben aku nggak lihat kamu pas berangkat," kata Caroline sambil menopang dagu. "Biasanya mobil kamu lewat depan kelasku."

"Berangkat lebih pagi."

Caroline mengangkat alis.

"Kesambet apa?"

"Pengen aja."

Jawaban singkat itu membuat Caroline menatapnya curiga. Namun beberapa detik kemudian, gadis itu sudah kembali berbicara dengan semangat seperti biasa.

"Eh, Ser. Kamu tahu nggak? Si badut itu akhirnya jadian."

"Badut yang mana?"

Caroline terlihat syok.

"Yang selama ini bikin kamu kesal setengah mati itu lho!"

Sebelum ia sempat melanjutkan, suasana kantin mendadak berubah. Beberapa siswa mulai menoleh ke arah pintu masuk.

Sera mengikuti arah pandangan mereka dan langsung menemukan penyebabnya.

Shaquella Arabel. Tokoh utama perempuan dalam novel. Di sampingnya berdiri Kazio, sang male lead.

Melihat cara keduanya berjalan berdampingan, Sera langsung mengerti maksud Caroline.

"Serr..." Caroline mencondongkan tubuhnya. "Dia udah jadian sama Ara."

"Oh."

Caroline berkedip.

"Oh?"

"Iya, oh."

Sera kembali meminum susu cokelatnya.

"Mau jadian, tunangan, atau nikah muda juga terserah."

Untuk pertama kalinya sejak duduk di sana, Caroline benar-benar kehilangan kata-kata.

"Cie, cemburu."

"Cemburu apaan?" Sera langsung menoleh. "Ogah banget."

Suaranya sedikit lebih keras dari yang ia rencanakan sehingga beberapa kepala langsung menoleh ke arah mereka.

Caroline menahan tawa.

"Biasanya kamu nempel terus sama Kazio."

Sera memutar matanya.

"Males."

"Beneran? Seorang Seraphine Virellyn bilang males?"

Sera hanya menghela napas panjang. Gadis ini benar-benar tidak tahu cara mengecilkan volume suaranya.

Di sisi lain kantin, beberapa pasang mata juga memperhatikan keributan kecil itu.

"Tumben," gumam Raka sambil melirik ke arah meja Sera.

"Iya juga," sahut Fyrian. "Biasanya udah bikin drama dari tadi."

"Udah insaf kali," kata Fyrion.

Raka tertawa kecil.

"Kalau iya, aku traktir kalian sebulan.

"Mereka masih memperhatikan meja Sera selama beberapa saat, seolah menunggu sesuatu terjadi.

Namun tidak ada. Tidak ada teriakan. Tidak ada drama.

Tidak ada usaha mendekati Kazio.

Sera hanya duduk santai sambil menghabiskan roti dan susunya bersama Caroline.

Di antara mereka berempat, hanya satu orang yang tidak terlalu tertarik dengan perubahan itu.

Kazio bahkan tidak menoleh lagi.

"Nggak peduli."

Tiga temannya saling berpandangan. Karena justru itulah yang paling aneh.

Biasanya, orang pertama yang terganggu oleh keberadaan Seraphine adalah Kazio sendiri.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Takdir di Balik kebohongan   Six

    Sera menghabiskan sisa jam pelajaran di ruang UKS. Sendirian. Caroline sudah kembali ke kelasnya setelah memastikan keadaan Sera tidak terlalu parah.Awalnya ia berpikir bisa beristirahat dengan tenang. Namun ternyata tidak.Pintu UKS kembali terbuka dan beberapa orang masuk bersamaan. Ara berada di depan, disusul Kazio, Raka, Fyrian, Fyrion, serta seorang gadis yang tidak dikenalnya.Sera hanya melirik sekilas sebelum kembali menatap jendela."Aku baru lihat pembully handal masuk UKS," komentar Fyrian sambil menyilangkan tangan di dada.Nada suaranya terdengar mengejek."Iya tuh," sahut gadis di samping Ara. "Ratu bully juga bisa masuk UKS ternyata."Sera memperhatikan name tag yang terpasang di seragamnya.Bella Bianna.Oh.Jadi ini salah satu teman Ara."Jangan gitu..." Ara buru-buru memotong. Wajahnya terlihat sedih. "Kan Sera jadi begini gara-gara aku."Bella langsung terdiam.Ara kemudian melangkah mendekat ke arah ranjang UKS tempat Sera duduk."Em... Sera."Sera mengangkat pan

  • Takdir di Balik kebohongan   Five

    Saat Sera duduk dengan tenang sambil menikmati roti dan susu cokelatnya, Ara terlihat berjalan dari arah stand bakso menuju meja tempat Kazio dan teman-temannya berkumpul. Tangannya membawa semangkuk bakso yang masih mengepulkan uap panas. Seperti biasa, beberapa siswa memperhatikannya saat lewat. Ara memang selalu menjadi pusat perhatian tanpa perlu berusaha. Bahkan ketika hanya berjalan biasa, ada saja orang yang menoleh atau berbisik membicarakannya. Benar-benar kehidupan tokoh utama, pikir Sera dalam hati.Sera sendiri tidak terlalu peduli. Ia lebih sibuk mendengarkan Caroline yang terus mengoceh tentang berbagai hal daripada memperhatikan orang-orang di sekitar. Sesekali ia hanya mengangguk atau menjawab singkat. Jujur saja, pikirannya masih dipenuhi banyak hal yang lebih penting daripada urusan percintaan remaja. Sampai tiba-tiba seseorang menyenggol bahu Ara dari belakang.Semuanya terjadi terlalu cepat.Mangkok di tangan Ara miring.Kuah panas itu tumpah.Dan sepersekian detik

  • Takdir di Balik kebohongan   Four

    Keesokan harinya, Sera sudah berdiri di depan gerbang SMA Ardentia dengan seragam yang dikenakan rapi. Nama sekolah itu sangat ia kenal. Dalam novel Rosé Affection, tempat ini hampir selalu muncul di setiap bab penting. Tempat Kazio bersinar sebagai pusat perhatian semua orang, sementara Seraphine Virellyn hanya menjadi bayangan yang terus mengejar cahaya itu tanpa pernah berhasil meraihnya.Begitu melangkahkan kaki ke dalam area sekolah, bisik-bisik langsung terdengar dari berbagai arah."Itu Sera.""Habis bully kemarin masih berani datang.""Tumben nggak pasang muka angkuh."Sera mendengarnya dengan jelas, tetapi tidak memberikan reaksi apa pun. Dalam alur asli novel, Seraphine pasti sudah membalas tatapan mereka dengan sinis atau sengaja membuat keributan sebelum jam pelajaran dimulai. Namun hari ini ia hanya menarik napas pelan dan tetap berjalan seperti biasa."Tenang aja," gumamnya pelan. "Nggak usah dipikirin."Saat memasuki kelas, ia kembali menjadi pusat perhatian. Tidak ada

  • Takdir di Balik kebohongan   Three

    Hari Minggu itu Sera habiskan di dalam mansion. Ia tidak keluar kamar hingga menjelang siang, sebagian karena masih bingung dengan keadaan yang menimpanya, sebagian lagi karena belum siap menghadapi orang-orang yang mengenal Seraphine jauh lebih baik daripada dirinya. Setiap kali menatap cermin, ia masih membutuhkan beberapa detik untuk mengingat bahwa wajah yang terlihat di sana bukan lagi wajah Sera Maheswari. Rasanya aneh. Bahkan setelah berulang kali menyentuh pipi dan rambutnya sendiri, kenyataan itu tetap sulit diterima.Meski begitu, ia tidak bisa terus berdiam diri. Setelah makan siang, ia mulai memberanikan diri keluar kamar dan menjelajahi mansion tempat tinggalnya sekarang. Rumah keluarga Virellyn jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan saat membaca novel. Koridor-koridornya panjang, dihiasi lukisan dan pajangan mahal yang kemungkinan berharga lebih tinggi daripada seluruh tabungannya semasa hidup dulu. Beberapa ruangan bahkan tampak jarang digunakan. Ada ruang baca yan

  • Takdir di Balik kebohongan   Two

    Rosé Affection.Novel romansa remaja yang sebenarnya tidak terlalu istimewa. Alurnya sederhana dan mudah ditebak. Tokoh laki-laki utamanya tampan, berbakat, berasal dari keluarga terpandang, dan selalu menjadi pusat perhatian. Sementara tokoh perempuan utamanya digambarkan polos, baik hati, dan dicintai banyak orang.Namun yang paling ia ingat bukanlah kedua tokoh utama itu.Melainkan para tokoh yang berada di sekitar mereka. Seorang antagonis laki-laki yang diam-diam menyukai sang protagonis perempuan.Dan seorang antagonis perempuan yang hampir selalu mengundang kekesalan pembaca. Gadis itu keras kepala, arogan, dan terlalu terobsesi pada cinta yang tidak pernah bisa ia miliki. Hampir setiap kemunculannya berakhir dengan pertengkaran, fitnah, atau tindakan gegabah yang membuat semua orang semakin membencinya.Seraphine Virellyn.Nama itu akhirnya terasa masuk akal sekarang.Ia bukan sekadar nama asing yang tiba-tiba muncul di kepalanya. Ia adalah tokoh yang pernah ia baca beberapa j

  • Takdir di Balik kebohongan   One

    Sera menutup novel Rosé Affection dengan dengusan kesal. Tokoh antagonisnya, Seraphine Virellyn, memiliki segalanya- wajah cantik, keluarga kaya, dan kehidupan mewah. Tetapi justru menghabiskan hidupnya mengejar pria yang tidak mencintainya.“Kalau aku jadi dia, mending nikmatin hidup daripada ngemis cinta,” gumamnya. Dalam perjalanan pulang malam itu, nasib buruk datang beruntun. Diganggu sekelompok preman, ia berlari tanpa arah dan tertabrak mobil. Saat kesadarannya menghilang, ia hanya sempat berpikir bahwa hidupnya berakhir dengan cara yang sangat menyebalkan.Ketika membuka mata kembali, Sera tidak berada di rumah sakit. Ia terbangun dikamar mewah yang asing, dengan perasaan yang sangat aneh.Baru ketika ia menurunkan kaki dari ranjang dan mencoba berdiri, sesuatu terasa benar-benar salah. Tubuhnya terasa berbeda. Awalnya ia tidak mampu menjelaskan perbedaannya, tetapi semakin lama ia memperhatikannya semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai. Tangannya tampak lebih kecil

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status