Share

Celetukan Sahabat

Penulis: NomNom69
last update Tanggal publikasi: 2026-05-07 09:25:49

Dayat memarkirkan motornya di depan toko material besar yang sudah menjadi langganannya. Dengan teliti, ia mengeluarkan catatan spesifikasi yang diberikan Natasya tadi. Satu per satu barang ia pesan, mulai dari kabel-kabel kualitas premium, sakelar model terbaru, hingga perlengkapan CCTV tambahan untuk area villa.

Setelah memastikan setiap item tidak ada yang terlewat dan semua barang dalam kondisi siap kirim, Dayat menyelesaikan pembayaran menggunakan uang dari amplop Natasya.

"Bang, kirim k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tukang Servis Spesialis   Kesuksesan Penggoda

    Desakan gairah yang membara membuat Dayat tak menahan diri lagi. Ia menyergap bibir Astrid dengan lumat bertubi-tubi yang dalam dan memabukkan, menelan habis desahan manis yang baru saja hendak keluar dari mulut wanita itu.Setelah memuaskan dahaganya di bibir Astrid, ciuman Dayat turun perlahan menyusuri garis rahang, bergerak ke ceruk leher yang halus dan harum. Dayat memberikan kecupan-kecupan hangat, gigitan-gigitan kecil yang gemas, serta sesekali melumat lembut kulit mulus Astrid hingga meninggalkan jejak merah kehangatan."Aaghh... M-Mas Dayat... nggghh," rintih Astrid pasrah. Kepalanya terlempar ke belakang, memberi akses seluas-luasnya bagi Dayat untuk menjelajahi lehernya.Tangan kekar Dayat menyusup ke bawah renda lingerie transparan yang membalut dada Astrid. Dengan perlahan namun pasti, ia merosotkan tali gaun itu hingga bagian dada Astrid terekspos sepenuhnya di bawah remang lampu kamar.Tanpa membuang waktu, mulut Dayat langsung berpindah menyerbu ke area dada Astrid. I

  • Tukang Servis Spesialis   Kain Penggoda

    Dayat melangkah santai mengiringi Astrid yang sibuk mengamati deretan gaun dan pakaian santai di dalam toko bertata cahaya hangat itu. Namun, langkah Dayat mendadak terhenti ketika matanya menangkap sudut khusus di area ujung toko. Di sana, terpajang jajaran pakaian dalam wanita dengan berbagai warna dan model, termasuk koleksi lingerie transparan berbahan renda dan sutra yang sangat menawan.Astrid yang menyadari pandangan Dayat langsung menyunggingkan senyum nakalnya. Tanpa ragu, ia melangkah mendekati deretan lingerie tersebut, lalu mengambil salah satu lingerie bermodel babydoll berbahan satin halus dengan renda tipis transparan di bagian dada.Seorang pelayan toko wanita yang ramah segera menghampiri mereka sambil tersenyum manis. "Selamat sore, Kak. Ada yang bisa dibantu? Koleksi yang dipegang itu seri terbaru kami, bahannya sangat lembut dan nyaman."Sebelum Dayat sempat bersuara, Astrid lebih dulu merapat ke samping Dayat, melingkarkan tangannya di lengan kokoh pria itu dengan

  • Tukang Servis Spesialis   Pekerjaan Tambahan?

    Dua cangkir kopi sudah kandas, menyisakan obrolan hangat dan tawa kecil yang masih mengudara di dalam kamar. Namun, momen santai mereka mendadak terhenti ketika ponsel Astrid yang tergeletak di atas meja berdering nyaring.Astrid menjangkau ponselnya. Begitu melihat nama yang tertera di layar, ia menatap Dayat sambil meringis pelan."Pihak resort, Mas..." bisik Astrid. Ia lalu menggeser tombol hijau. "Halo, selamat sore, Pak?""Selamat sore, Mbak Astrid. Maaf mengganggu waktunya," suara manajer resort terdengar dari seberang telepon. "Ini pengelola sudah selesai mengecek dan meriksa seluruh perbaikan kelistrikan di resort. Hasilnya aman, tapi kalau Mbak Astrid dan Mas Dayat ada waktu, bisa tolong ke kantor sebentar? Ada beberapa hal dan berkas administrasi yang mau kita selesaikan.""Oh iya, Pak, siap! Ini kami langsung bersiap-siap ke kantor ya," jawab Astrid kooperatif."Baik, Mbak. Terima kasih banyak ya, saya tunggu di kantor check-in."Sambungan telepon pun terputus. Astrid mengh

  • Tukang Servis Spesialis   Keringat Yang Tuntas

    Astrid mendesis sangat kesal. Wajahnya memerah padam bukan lagi karena gairah, melainkan karena emosi yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun."Ckk! Apalagi sih sekarang ini?!" bisik Astrid berang dengan suara bergetar menahan marah. "Bangsat banget... orang udah mau di ujung juga, malah diganggu begini!"Dengan napas memburu dan raut muka ditekuk, Astrid terpaksa mencabut penyatuan mereka. Ia turun dari tubuh Dayat, meraih handuk yang tergeletak di dekat meja, lalu menyertakannya dengan cepat membalut dadanya hingga bawah pinggul.Tanpa membuang waktu, Astrid melangkah lebar-lebar dengan kekesalan yang membuncah menuju pintu kamar. Sambil menghentakkan kaki, ia memutar kunci dan membuka pintu cukup lebar dengan wajah bersiap menyemprot siapa pun yang berdiri di luar.Namun, kalimat makian yang sudah di ujung lidah Astrid seketika tertahan.Bukan manajer resort atau pengelola yang berdiri di sana, melainkan seorang petugas penginapan lain yang tersenyum sopan sambil menyodorkan sekant

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Bertubi-tubi

    Astrid mendecak kesal dengan napas yang masih memburu. Wajahnya yang semula memerah akibat kenikmatan kini berganti menjadi raut sebal karena momen indahnya terpotong di tengah jalan."Ckk! Kampret banget sih..." bisik Astrid setengah berbisik tapi sarat akan rasa jengkel. "Lagi enak-enaknya full service malah diganggu room service!"Dengan malas dan setengah cemberut, Astrid menggeser tubuhnya ke samping, membiarkan Dayat membebaskan diri dari atas kasur. Ia menarik selimut hingga menutup dadanya yang masih bertelanjang bulat, lalu menatap Dayat dengan pandangan menuntut."Mas, cepetan buka pintunya! Jangan lama-lama ya... aku lagi nanggung banget ini, buruan suruh pergi!" gumam Astrid serak sambil menggigit bibir bawahnya, menahan sisa-sisa gejolak gairah yang masih menggantung tinggi.Dayat terkekeh pelan melihat tingkah Astrid yang gemas dan tidak sabaran. Dengan cepat Dayat menarik celana fisiknya, membenahi kausnya yang sempat agak berantakan, lalu menepuk pelan paha Astrid di b

  • Tukang Servis Spesialis   Room Service

    Setelah merapikan seluruh peralatan dan memasukkannya ke dalam kotak perkakas, Dayat dan Astrid menyusuri setiap sudut ruangan sekali lagi. Mereka memastikan sakelar, kabel, serta stopkontak berfungsi sempurna dan aman. Yakin tidak ada yang tertinggal, mereka keluar dari bangunan resort, mengunci pintu rapat-rapt, lalu bergegas menuju kantor check-in untuk mengembalikan kunci.Di meja resepsionis, Astrid menyerahkan kunci sekaligus menyampaikan laporan singkat bahwa seluruh perbaikan kelistrikan di resort sudah rampung dikerjakan.Sang manajer resort menyambut mereka dengan ramah, lalu teringat sesuatu. "Oh iya, Mas Dayat, Mbak Astrid... tadi Pak Handoko sempat telepon saya. Beliau minta tolong menyampaikan ke kalian berdua untuk stay dulu di penginapan."Dayat menaikkan alisnya. "Oh, gitu ya, Pak? Ada arahan apa lagi dari Pak Handoko?""Pak Handoko minta pihak pengelola resort untuk ngecek dan tes jalan dulu seluruh hasil perbaikannya," terang manajer itu menjelaskan. "Jadi maksud be

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Di Tengah Gairah

    Setelah terdiam beberapa saat sambil menimbang-nimbang risiko yang paling aman, Dayat akhirnya mengembuskan napas panjang. Ia menunduk untuk menatap Ajeng kembali, memantapkan keputusannya."Ya sudah, Jeng, mendingan kita enggak usah ngomong dulu deh sama Gita," ucap Dayat pada akhirnya. "Nanti kal

  • Tukang Servis Spesialis   Tawaran Dan Pertanyaan

    Dayat masih termangu. Suara kipas angin kontrakannya memecah hening. Dayat baru saja memejamkan mata, tak lama, layar ponsel yang tergeletak di samping bantalnya menyala. Dayat melirik malas, namun keningnya berkerut saat membaca nama pengirimnya. “Yat! Mau jadi engineer nggak di kantorku? Mumpun

  • Tukang Servis Spesialis   Peringatan Tak Kasat Mata

    "Aduh… M-Mbaakk!! Ati-ati dong!" seru Dayat panik. Ia langsung bergerak maju, berusaha meraih lengan Niken. Waktu seolah membeku. Dayat terpaku di tempatnya. Matanya yang tak sempat berpaling merekam dengan sangat jelas setiap inci kulit Niken yang tanpa sehelai benang pun. Dari dada yang berd

  • Tukang Servis Spesialis   Langkah Yang Salah!

    "Maaaass!! Udah belum!! Buruan masukin! Aku gerah!”Suara lengkingan itu memecah konsentrasi Dayat. Ia mengembuskan napas pendek, mencoba menahan gerutu yang hampir lolos dari bibirnya. Mbak Niken, pemilik rumah ini, adalah tipe pelanggan yang tidak punya kamus kata "sabar". Sejak Dayat menginjakk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status