LOGIN
"Apa yang harus kulakukan?" lirih seorang wanita berambut pirang panjang
Wanita itu terduduk lemas di samping tempat tidur pasien di sebuah rumah sakit, menatap sedih sesosok wanita yang tertidur tenang dengan selang infus dan alat bantu pernafasan yang setia menemaninya dalam dua bulan terakhir. Wanita yang sejak dulu terlihat sangat cantik dan lembut, kini terbaring lemah dengan wajah pucat dan dibantu oleh alat yang seolah menunjang kehidupannya. "Ibu.. tolong.. katakan apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkanmu.." ucap wanita itu sambil berusaha menghapus air mata yang semakin banyak keluar dari mata indahnya Evgenia Vasiliev, seorang wanita muda yang harus membuat keputusan besar dalam hidupnya agar bisa menolong sang ibu. Setelah kehilangan kesuciannya oleh seorang pria dan gagal dalam pertunangannya dengan kekasihnya, kini hidup Evgenia dihadapkan pada pilihan yang sulit. "Apa kau ingin aku mengantikan posisi tunanganmu?" ucapan pria itu kembali terngiang dalam ingatannya Menerobos derasnya hujan malam itu, Evgenia pergi ke suatu tempat. Dia sudah memutuskan sebuah pilihan yang akan merubah hidupnya. Apakah dia akan kembali ke rumah ayahnya dan menyetujui perjodohan dari kakeknya atau pergi mencari pria itu dan memintanya untuk menikahinya? "Jalan Ulitsa Dzerzhinskogo" ucap Evgenia "Baik nona" jawab supir taksi Di dalam taksi yang akan membawanya pergi, Evgenia kembali teringat dengan kejadian dimana kekacauan ini dimulai, dua minggu yang lalu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke dua puluh tiga. "Uhh! kepalaku sakit sekali" Di lorong sebuah hotel, terlihat seorang wanita yang berjalan terhuyun. Wanita itu adalah Evgenia, dia berusaha menjaga langkahnya meskipun pandangannya tampak kabur, menggunakan tangannya untuk menumpu tubuhnya dengan berpegang pada dinding hotel yang dingin. Tubuhnya terasa panas dan kepalanya berdenyut menyakitkan. Sampai akhirnya tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari lift. "Tolong... bantu aku.." "Siapa kau?" suara dingin yang terdengar "Tolong.. lakukan sesuatu.." "Aku tidak mengenalmu nona jadi menyingkirlah!" suara dingin itu semakin menusuk dan entah mengapa Evgenia tidak menyukainya Namun denyutan di kepala Evgenia semakin terasa menyiksa dan tubuhnya seolah terbakar, dia meraih kerah jas pria di depannya dan mencengkramnya, dengan tatapan memelas dia masih berusaha meminta pertolongan dari pria di hadapannya. "Ku mohon tuan.. lakukan sesuatu.. a-aku su-dah tidak kuat lagi.." Di dalam sebuah kamar hotel, pria itu meletakkan tubuh Evgenia di tempat tidur. Pria itu adalah Lev Stainslav, pria dingin yang menjadi penerus kekuasaan Stainslav, salah satu keluarga konglomerat di kota Moskow. Entah apa yang merasukinya untuk membawa wanita itu masuk ke dalam kamarnya. "Enggh... panass.." Lev memandangi sekilas wanita yang berada di tempat tidurnya seolah pernah melihatnya, namun suara erangan Evgenia memecahkan lamunan Lev. Evgenia menggeliat dan mencengkram seprei kasur sebagai pelampiasan rasa sakitnya, namun hal itu justru semakin memperburuk kondisinya, dia butuh sesuatu yang bisa menghilangkan rasa tidak enak yang menjalar di tubuhnya. "Tolong... lakukan sesuatu kumohon..." Evgenia memberanikan diri untuk mendekati dan meraih tubuh pria di depannya. Entah setan dari mana yang merasukinya, Evgenia merasa haus akan sentuhan. Sambil berjinjit, Evgenia mengalungkan kedua tangannya di leher Lev dan mengecup bibir pria itu. "Aku suka aroma mu tuan.." ucap Evgenia tiba-tiba, namun dia mengatakan hal yang sebenarnya Lev menatap bola mata wanita itu yang tampak sayu, terlebih bibir manis yang sudah berani mengecupnya tadi. Lev tergoda olehnya, dia kembali merenggut bibir manis itu. Sentuhan kecil yang dilakukan Evgenia langsung membangkitkan gairah Lev yang belum pernah pria itu rasakan. "Ahhhh" erang Evgenia "Kau yakin ingin aku membantumu?" Evgenia mengangguk pasrah, dia sudah tidak sanggup menahan gejolak di tubuhnya. Lev kembali menyentuh tubuh Evgenia, membuka gaun yang dikenakan wanita itu sampai terlihatlah maha karya yang indah. Lev hampir tidak berkedip sejenak, mengagumi tubuh molek Evgenia. Lev merebahkan tubuh wanita itu kembali ke tempat tidur, lalu melucuti pakaiannya sendiri. Lev menaiki tubuh Evgenia dan kembali mencumbunya. Desahan Evgenia semakin membuat gairah Lev melonjak. Lev menyentuh tubuh Evgenia dengan perlahan dan itu membuat sensasi nikmat bagi Evgenia. "Lakukan lagi.." Sudut bibir Lev terangkat kecil, dia mengabulkan permintaan wanita itu. Sentuhan dari tangan dan mulut Lev terus mengundang desahan dan rintihan dari Evgenia. Meskipun hati Evgenia berkata jika ini salah namun sentuhan Lev tidak mampu dia tolak. "Arghhh sakittt!!" Teriakan dan air mata Evgenia mengejutkan Lev, dia juga merasa sudah menembus sesuatu. Lev melihat ke arah penyatuan mereka dan tampak darah segar menempel pada miliknya. Ternyata wanita yang dia tiduri adalah seorang perawan. Perlukah dia merasa bersalah? Tidak mungkin, karena wanita itu yang memintanya untuk menolongnya. "Tahanlah. Ini tidak akan sakit lagi" Air mata masih menetes dari mata sayu Evgenia, dia bahkan mencakar punggung Lev sebagai pelampiasan rasa sakitnya. Melihat wanita itu sudah sedikit lebih tenang, Lev kembali menghentakkan miliknya dan mencumbu bibir ranum yang begitu menggodanya. Rintihan wanita itu semakin lama berubah menjadi desahan merdu yang membuat gairah Lev melonjak. Keduanya kembali bercumbu dengan tubuh yang saling menyatu, mengejar pelepasan yang akan menerbangkan keduanya ke dunia yang berbeda. "Ah ah ah.. aku sudah tidak kuat lagi" "Lakukan bersama" Lev menyatukan kedua tangannya dengan Evgenia, saling merengkuh kenikmatan duniawi saat pelepasan keduanya menghampiri. Evgenia bahkan langsung tertidur ketika mereka selesai. Lev tersenyum kecil melihat wajah polos wanita itu sebelum akhirnya dia juga tertidur karena pelepasan hebat yang baru dia rasakan. "Oh Tuhan.. apa yang sudah kulakukan?!" pekik Evgenia saat terbangun dan terkejut melihat tubuhnya polos bersama seorang pria asing Evgenia langsung turun dari tempat tidur dan seketika dia meringis, menahan rasa sakit yang menjalar di pangkal pahanya. Menyadari hal yang sudah terjadi, Evgenia merasa dunianya seakan hancur. Evgenia segera memunguti pakaiannya dan memakainya asal, dengan air mata yang lolos dari kedua bola matanya, Evgenia segera berlari meninggalkan kamar hotel itu. "Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" di dalam lift, Evgenia menyandarkan punggungnya sambil mencoba menghapus air matanya Evgenia tidak begitu ingat dengan kejadian semalam. Dia hanya ingat sedang merayakan pesta ulang tahunnya bersama tunangannya dan teman-temannya. Lalu bagaimana bisa dia berakhir tidur bersama pria asing?Evgenia terbangun dengan mata yang berat, semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi hari ini. Evgenia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, merendam dirinya dalam air hangat membuatnya sedikit lebih baik. Namun tetap saja tidak menghilangkan kekhawatiran yang dia rasakan. Saat Evgenia keluar dari kamar mandi, sontak dia memekik terkejut saat melihat Lev tengah berdiri di dalam kamarnya. "Ku pikir kau pingsan di dalam sana" Evgenia mengernyitkan dahinya, apakah dia menghabiskan waktu begitu lama di kamar mandi? Lev berjalan mendekat Sontak Evgenia bergerak mundur Lev menahan pinggangnya dan menariknya, seketika tubuh keduanya menempel. "Ada apa dengan wajahmu?" selidik Lev saat melihat kantung hitam di mata Evgenia "Aku.. hanya belum terbiasa di tempat baru" "Apa kau butuh bantuanku untuk membuat tidurmu lebih baik?" "Ap-" ucapan Evgenia terhenti seketika saat tiba-tiba Lev menciumnya Lev melumat bibirnya sedikit lebih
Evgenia dihadapkan pada selembar kertas berisi perjanjian kontrak yang sudah disusun oleh Lev sedemikian rupa. Memang pasal-pasal yang tertera disana justru lebih banyak menguntungkannya. Dan pernikahan mereka hanya akan berlangsung selama tiga tahun. Namun saat membaca bagian akhir, Evgenia terdiam. Jika pihak kedua didapati mengandung, maka perjanjian berubah menjadi ikatan seumur hidup. Bukankah itu artinya..? "Aku tidak akan membiarkan penerus Stainslav terlantar begitu saja karena perceraian kita. Jadi kau harus menerima takdir pernikahan ini seumur hidupmu" Evgenia terdiam, namun dia pun berpikir hal serupa. Jika perceraian terjadi, maka anak lah yang akan menjadi korbannya, dan dia tidak akan membiarkan anaknya menderita. "Baiklah" ucap Evgenia Meskipun sejujurnya dia ragu, karena bagaimanapun mereka menikah bukan karena perasaan cinta, namun karena sebuah perjanjian. 'Apakah pernikahan ini akan berhasil?' batin Evgenia merana Tapi dia tetap harus m
"Jeni? Bukankah kau sedang mengajukan cuti?" tanya Grigori heran Grigori cukup terkejut saat mendapati Evgenia yang tengah mengetuk pintu ruangannya. "Aku datang untuk mengundurkan diri, tuan Grigori" ucapnya seraya memberikan sebuah surat pada Grigori "Apah? Kenapa tiba-tiba sekali?" "Kondisi ibuku tidak baik, jadi aku memutuskan untuk merawatnya" "Tapi kau sangat berbakat, sayang sekali jika kau berhenti begitu saja" Evgenia hanya tersenyum menanggapinya. "Kau yakin akan melakukan hal ini?" Grigori merasa berat untuk melepaskan karyawan berbakat seperti Evgenia Evgenia hanya mengangguk "Terima kasih untuk semuanya, tuan Grigori" ucapnya lalu berbalik untuk keluar dari ruangan manager Evgenia kembali duduk di kursinya, menatap sendu meja kerjanya yang sudah menemaninya selama dua bulan bekerja. Dia sangat menyukai pekerjaannya, tapi semua itu harus berakhir karena pilihannya. Igor tidak memberikannya banyak waktu, setelah menyelesaikan semuanya di Moskow, ma
"Lev! Terjadi sesuatu!" ucap Feliks panik, dia berlari memasuki ruangan Lev tanpa mengetuknya terlebih dahulu Di dalam sana ada seorang manager pemasaran yang tengah berbicara dengan Lev. Seketika Feliks menutup mulutnya karena merasa melakukan kesalahan. "Kau bisa melaporkannya lagi nanti" "Baik tuan" Manager pemasaran itu pun undur diri. Feliks mengangguk kecil pada pria itu, merasa tidak enak sudah mengganggu keduanya. "Apa yang ingin kau katakan Feliks?" "Jeni!" "Apa yang terjadi padanya?" "Dia mengajukan cuti" Lev membuang pandangannya ke arah lain, merasa kesal pada Feliks. "Itu hak karyawan di tempat ini. Kenapa kau mempermasalahkannya?" "Bukan itu yang ingin ku katakan" "Jangan bertele-tele Feliks" "Dia akan kembali ke kediaman keluarganya" Mata Lev melebar karena terkejut. Di tempat lain, Evgenia beridiri di depan rumah mewah yang sejak dulu dia tempati, rumah yang hanya meninggalkan sedikit kenangan bahagia baginya. Evgenia melangk
Selain berhasil menjadi pusat perhatian media karena hasil karya Stains Corp yang tidak pernah gagal. Berita tentang pernyataan Lev di dalam sebuah pesta pun menjadi topik utama di media dan menjadi bahan obrolan hampir semua masyarakat Moskow. Di kediaman Stainslav, Bella terkejut saat membaca sebuah koran yang diberikan oleh seorang pelayan rumah. "Ayah. Ayah" Bella mencari keberadaan sang ayah "Ada apa Bella?" Matvei yang saat itu baru selesai berolahraga pagi di halaman belakang, cukup terkejut dengan suara putrinya yang terdengar panik. "Apakah benar Lev akan menikah dengan Evgenia?" Matvei terkejut "Apa yang kau katakan Bella?" "Lihatlah ini" Bella pun menunjukkan sebuah koran yang berisi berita terhangat di Moskow Matvei membaca judul besar disana, dan seketika matanya melebar. "Panggil Lev kemari" Bella mengangguk Di apartemen milik Mark, dia meremas koran yang ada di tangannya dengan keras, lalu melemparkannya ke lantai. "Lev! Apa yang sudah ka
Malam harinya, di sebuah mansion mewah, terlihat beberapa orang yang datang dengan balutan pakaian mewah dan berkelas. Sebuah mobil Rolls-Royce hitam berhenti di carport mansion itu. Seorang petugas membukakan pintu penumpang. Lev keluar dari sana, lalu berjalan ke pintu lainnya untuk mempersilahkan wanitanya keluar. Evgenia tampak begitu memukau, dia memakai gaun panjang berwarna navy dengan bahu terbuka, rambutnya digerai dengan gaya loose curls, heels warna silver dan minaudiere clutch bag berwarna silver. Sedangkan Lev memakai tuxedo biru navy, gaya rambutnya disisir rapih ke belakang. Semua orang terpana saat melihat keduanya masuk ke dalam tempat pesta, mereka seolah melihat pasangan sempurna yang menghiasi tempat itu. Beberapa orang bahkan tidak berkedip saat keduanya melangkah masuk mendekati sang tuan rumah. "Selamat malam tuan Feodor" "Selamat malam tuan Stainslav" "Ini Evgenia Vasiliev, dia yang sudah merancang desain perhiasan yang akan anda pame
Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu
Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.
Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria. Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana. Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya
Dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Di ballroom sebuah hotel mewah di Moskow, terlihat pemandangan indah yang menghiasi seluruh ruangan, begitu juga musik klasik yang mengalun merdu menambah suasana hangat di dalamnya. Namun tidak lama senyum kebahagiaan Evgenia luntur ketika matanya menan







