Aku menggeser tombol hijau dan menempelkan benda logam dingin itu ke telinga kiriku. Tidak ada sapaan selamat pagi."Alea, aku butuh bicara keras-keras," tembak Raina. Suaranya memotong udara pagi tanpa basa-basi pembuka."Bicara," balasku datar. "Aku mendengarkan.""Waktu aku bilang 'Aku, cukup' dulu di ruang kerjamu, kalimat itu punya arti yang sangat defensif."Suara Raina terdengar sangat jernih. Suara gesekan ritsleting tas terdengar cepat di latar belakang. Perempuan itu sedang bersiap di apartemennya."Defensif bagaimana?" tanyaku."Itu adalah kalimat dari orang yang bersembunyi," urai Raina telanjang. "Waktu itu, arti dari kalimat tersebut adalah kehadiranku sudah cukup meskipun aku tidak dilihat oleh dunia. Cukup meskipun aku dihapus dari silsilah Diwangsa. Aku menerima posisiku di ruang gelap."Aku diam, membiarkan kembar Raka itu membedah otaknya sendiri secara verbal."Sekarang berbeda, Alea," tegas Raina. Intonasinya naik satu tingkat."Berbeda bagaimana?" potongku menunt
Última actualización : 2026-08-02 Leer más