"Aku butuh bekal yang banyak malam ini, Sera," bisik Samudera kotor, ujung kejantanannya yang panas mulai bergesekan dengan bibir liang Seraphine yang basah. "Gimana kalau... satu kali keluar buat setiap satu hari aku pergi? Dua puluh hari, berarti dua puluh kali keluar di dalam rahim kamu. Sanggup, hm?" "Sam... kamu gila... ahhh... mhh, masukin sekarang... please... kosong rasanya..." Seraphine tidak mempedulikan omong kosong suaminya, ia hanya butuh benda besar itu untuk segera mengisi kekosongannya. Pinggulnya terangkat ke atas, mencoba memasukkan sendiri milik suaminya. "Minta dengan benar, Istriku." "Suami... ahhh... masuk ke dalem aku, Suami... nghhh... please..." Mendengar panggilan sakral itu, Samudera menggeram keras bak singa yang lepas dari kandang. Tanpa pemanasan lebih lanjut, ia menghentakkan pinggulnya ke depan dengan kekuatan penuh. "AAAHHHH!!! SAMUDEERAAA!" Seraphine menjerit melengking, tubuhnya menegang kaku seperti disengat listrik jutaan volt. Benda besar,
Read more