Seraphine masih nyaman di dada bidang suaminya. Perlahan jemari besar Samudera mulai mengusap punggung polos Seraphine yang terekspos karena bagian atas gaun tidurnya yang terlepas. “Capek banget, hm?” bisik Samudera dengan suaranya yang serak dan dalam. Pria itu menundukkan kepala, memberikan kecupan-kecupan menenangkan pada puncak kepala istrinya. Seraphine mendengus menatap wajah suaminya. "Menurut kamu? Kamu itu... bener-bener kayak orang kesetanan, Sam. Dada aku... ngilu banget, sumpah. Kayaknya besok bakal lebam-lebam gara-gara kamu remas sama kamu gigit terus." Samudera terkekeh rendah. Ia kembali mencondongkan tubuhnya untuk memberikan kecupan-kecupan ringan di kening, hidung, dan berakhir di bibir bengkak Seraphine. "Maaf ya, Sayang. Habisnya aku gak bisa nahan diri. Salah kamu sendiri kenapa rasanya selalu secandu ini," gumam Samudera, sama sekali tidak merasa bersalah. “Tapi seenggaknya aku pinter, kan? Gak melanggar peraturan bendera merah kamu,” goda Samudera memberik
Read more