"Sam... udah, ahh... aku bisa gila kalau kamu terus-terusan kayak gini," rintih Seraphine dengan suara yang terputus-putus.Samudera terkekeh rendah, suara baritone-nya bergetar di dalam dadanya yang bidang. "Gila? Bagus kalau gitu, Sayang. Biar kita gila bareng-bareng malam ini. Aku gak mau gila sendirian di Amerika kemarin gara-gara mikirin kamu."Laki-laki itu kembali menunduk. Kali ini, ia tidak langsung mengulum, melainkan menggunakan ujung hidung dan bibir tebalnya untuk menggesek, mengendus, dan mengecup area di sekitar belahan dada Seraphine yang sintal."Nghhh... Samudera, hnghh... kamu mau ngapain lagi? Ahhh!" Seraphine melenguh keras saat Samudera tiba-tiba menggigit kecil bagian bawah payudara kanannya, tepat di atas jalur otot rusuknya."Mau hapus tatonya sampai bener-bener bersih, Sayang. Kan tadi baru huruf pertama," bisik Samudera dengan nada serak yang teramat seksi.Pria itu memutar posisi kepalanya, kembali mengarahkan fokusnya pada tulisan kursif Que Sera Sera. Lid
Read more