Fajar datang tanpa warna, Langit masih diselimuti awan kelabu. Gerimis semalam menyisakan embun yang menempel di dedaunan taman, sementara udara dingin merayap masuk melalui celah jendela kamar yang belum tertutup rapat, Viktor membuka mata perlahan.Hal pertama yang ia lakukan setiap pagi adalah mencari tangan Arunika, Namun kali ini Yang disentuhnya hanyalah seprai yang telah dingin.Jantungnya langsung berdegup lebih cepat."Aru..."Ia bangkit tergesa, tatapannya menyapu seluruh kamar, Pintu kamar mandi terbuka tapi kosong, Balkon juga kosong. Perasaan tidak enak kembali memenuhi dadanya, Ia segera melangkah keluar.Suasana rumah begitu sunyi. Tak terdengar suara televisi, tak ada denting peralatan makan dari dapur. Hanya suara jam dinding yang berdetak pelan, memecah keheningan. Viktor menemukan Arunika di ruang makan, Perempuan itu duduk di kursi yang sama seperti kemarin Masih mengenakan piyama berwarna krem, rambut panjangnya dibiarkan terurai tanpa disisir. Di hadapannya terle
Baca selengkapnya