Malam itu, suasana di kamar terasa hening namun penuh kesibukan. Clarisa dengan teliti membantu Aru mengenakan gaun malam pilihan hatinya, warna hitam pekat yang elegan, bahan yang halus namun kokoh, dengan potongan yang pas membingkai lekuk tubuhnya secara anggun. Bagian dada terbuka sedikit menampakkan leher dan bahu yang lembut, sementara kalung berlian yang dulu diberikan Viktor tergantung indah di sana, memantulkan cahaya lampu dengan kilauan lembut.Rambut panjang Aru disanggul rapi ke belakang, menyisakan beberapa helai tipis yang menjuntai di pelipis, mempertegas garis wajahnya yang halus dan tegas. Hanya sedikit sentuhan rias yang menonjolkan keaslian wajahnya, tanpa berlebihan.“Sudah sempurna, Nyonya,” ucap Clarisa sambil melangkah mundur, memandangi hasil kerjanya dengan puas.Belum lama berselang, suara ketukan lembut terdengar, diikuti suara Viktor dari balik pintu“Arunika, sudah selesai?”Pintu terbuka perlahan, dan Viktor melangkah masuk. Ia mengenakan jas malam berwa
더 보기