"Kamu nggak pulang, yah, Nes? Bukan apa-apa, tapi Mama kamu kan kurang sehat," ucap Naia pelan. Namun, dia sengaja sebab merasa tak enak dengan keberadaan Vanessa di sini. "Jangan khawatir, Tante. Mama sudah dijaga oleh perawat dan kondisinya sudah jauh lebih baik," ucap Vanessa dengan nada lembut, menatap ke arah Kaizen yang sedang tidur. Mata Vanessa memandang dalam dan intens, mengamati struktur wajah Kaizen yang tegas. See?! Bahkan ketika pria ini sedang tidak sehat pun, dia tetap tampan. 'Andai aku yang menjadi istrimu, kamu tidak akan seperti ini, Kak.' batinnya. "Ouh, ya su …-" Naia ingin menjawab, akan tetapi ia urungkan ketika melihat Aluna dan orang tua perempuan itu datang. "Hai," sapa Naia spontan dengan ceria, segera menghampiri Aluna dan orang tuanya. Setelah di sana, Naia langsung menyapa lebih hangat dan segera bersalaman juga dengan besannya. "Seharusnya tadi kamu bawa Mama dan Ayah istirahat dulu, Sayang, sebelum bawa mereka ke sini. Kasihan, loh, belum istirahat
Baca selengkapnya