"Tentu saja, Mah." Aluna menganggukkan kepala secara pelan, "aku meminta Mama mengatakan masalah Mas Kaizen, kan, bukan untuk alasan supaya aku bisa bercerai. Tapi … alasan supaya aku lebih memahami Mas Kaizen." Ekspresi Naia masih terlihat murung. "Kamu tidak terganggu, kan, sama masa lalu Mas Zen?" "Tidak sama sekali, Mah," jawab Aluna dengan pelan, "oh iya, masalah ini siapa saja yang tahu, Mah? Vanessa tahu juga kah?" Naia menggelengkan kepala. "Venessa tidak mungkin tahu, Sayang. Mungkin hanya tahu kalau Zen ada gangguan mental. Kalau masalah penculikan, dia sama sekali tidak tahu. Mama dan Ayah memilih merahasiakan, kamu orang pertama yang Mama kasih tahu masalah ini. Dokter-nya Zen tidak dihitung yah, Sayang. Kalau ke dia mah, Mama cerita demi pengobatan." Aluna melebarkan mata dengan alis yang terangkat ke atas. Pertama, dia tersanjung karena dia orang pertama yang mama mertuanya ceritakan masalah Kaizen. Yang ke-dua, dia kaget karena ternyata si tante girang itu sama s
Baca selengkapnya