"Mas kenapa?" ucap Aluna setelah kembantu Kaizen duduk kembali ke kursi. "Serangan jantung yah?" tanyanya lagi dengan ekspresi khawatir. Kaizen diam sejenak, mencoba menangkan diri. Dia beberapa kali menghela napas, hanya diam sambil menatap ke arah selain Aluna. "Hanya lapar," jawab Kaizen pada akhirnya. Nadanya cukup pelan dan masih enggan menatap ke arah Aluna. "Lapar?" Aluna menatap cengang pada suaminya, dia mengerjap beberapa kali sambil mengamati Kaizen. Aneh! Setiap kali Kaizen seperti sekarang, pria ini pasti akan mengaku lapar. Masalanya, tadi mereka baru sarapan. 'Dingin tapi panas, kaku tapi mesum, nggak banyak bicara tapi galak, kek malaikat tapi kelakuan suka gelap! Kuat banget tapi kadang kek orang nggak makan setahun.' Aluna mengernyit, terus menatap suaminya penuh selidik, 'iya sih, namannya juga orang gila. Yah gitu.' batin Aluna. "Tunggu bentar. Aku ambilin makanan buat Mas," ucap Aluna, setelah itu segera beranjak dari sana. Sedangkan Kaizen, setelah Aluna p
Read more