Hawa panas terperangkap di dalam kamar tidur utama Paviliun Kaca Kusam. Seluruh perabot berbahan kayu jati telah digeser merapat ke dinding, menyisakan ruang kosong yang cukup luas di tengah ruangan. Jendela-jendela dibiarkan tertutup rapat demi menjaga kerahasiaan, hanya menyisakan celah sekecil jari untuk sirkulasi udara yang sama sekali tidak cukup mendinginkan suhu.Liying terengah-engah. Keringat membasahi pelipisnya, membuat beberapa helai rambut hitamnya menempel di leher yang pucat. Jubah katun gelap yang ia kenakan terasa lengket menempel pada kulitnya.Di seberangnya, Chu Renshu berdiri tegak dengan kuda-kuda merendah. Prajurit itu telah menanggalkan zirah peraknya, hanya mengenakan celana panjang gelap dan kemeja linen hitam. Kerah kemeja itu dibiarkan terbuka lebar hingga ke pertengahan dada, memperlihatkan otot-otot kokohnya yang berkilat oleh lapisan peluh."Lagi," perintah Renshu, suaranya serak, rendah, dan sangat menuntut.Liying mengertakkan gigi. Ia menerjang ma
Read more