"Tidak bisa, Cha. Ini tentang perkembangan situasi keamanan, berkas hukum luar negeri, dan ... beberapa hal lain yang harus kamu ketahui secara mendetail. Aku tidak mau membicarakan masalah sensitif ini melalui sambungan telepon yang bisa saja disadap. Lain kali saja kalau kita bertemu langsung," sahut Noah, sengaja menggantung kalimatnya agar memiliki alasan kuat untuk menemui Icha kembali di hari esok.Icha mengulas senyuman tipis yang sarat akan ketegasan logikanya. Ia tidak ingin terjebak dalam permainan kata-kata suaminya yang sarat akan siasat penundaan. Mengingat restu dari Papa Aksa sudah di tangan, fokus utamanya saat ini hanyalah satu hal: legalitas status kebebasannya."Baiklah kalau begitu, kita bicarakan lain kali saja kalau memang ada kesempatan," sahut Icha santai, lalu memindahkan ponselnya ke tangan kiri sembari menatap tajam dokumen di depannya. "Oh ya, mumpung kamu menelepon, aku ingin bertanya satu hal, Tuan Noah. Apakah pengajuan berkas perceraian kita sudah resmi
Read more