Vivian menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, membiarkan sebulir air mata kelegaan lolos dari pelupuk matanya. Akhirnya, suaminya yang sangat ia puja, pria yang selama ini selalu menjadi tameng pelindungnya dari badai apa pun, telah kembali ke tanah air. Namun, kebahagiaan itu dalam sekejap langsung berganti menjadi rasa sedih yang teramat pekat saat ingatan Vivian berputar pada nasib buruk ibunya sendiri. "Noah sudah pulang ...," gumam Vivian lirih, suaranya mendadak melemah, terdengar sangat pilu. "Tapi ... tapi Mama sekarang malah harus mendekam di dalam sel tahanan sementara karena kasus racun sialan di Maldives itu. Bagaimana bisa aku menyambut suamiku dengan tenang kalau mamaku sendiri terancam hukuman berat, Yun?" "Nyonya, Anda harus kuat," hibur Yunita di seberang telepon, suaranya nampak bersimpati. "Yang paling penting sekarang adalah Anda harus bisa memegang kembali hati Tuan Noah. Hanya Tuan Noah yang punya kekuasaan dan pengacara hebat untuk bisa membantu masala
閱讀更多