"Lepaskan saya, Tuan Noah!" bentak Icha, ia memberontak hebat, mencoba menarik tangannya dari cengkeraman suaminya dengan wajah merona merah padam akibat dongkol. "Jangan lancang menyentuh saya!""Tidak akan melepaskanmu, Cha! Tidak malam ini!" balas Noah, suaranya meninggi satu oktaf, menekan seluruh perlawanan Icha. Dengan satu hentakan bertenaga yang terukur, Noah menarik tubuh ringkih Icha mendekat ke arah dadanya, mengunci pergerakan gadis itu di antara tubuh tegapnya dan dinding kayu kamar.Jarak di antara mereka kini terkikis habis, menyisakan deru napas keduanya yang saling berkejaran di udara malam. Icha bisa merasakan kehangatan tubuh Noah dan detak jantung pria itu yang berdegup dengan ritme yang sangat cepat, nampak sangat kontras dengan wajah suaminya yang kini dipenuhi oleh kabut emosi yang campur aduk."Lepaskan ... Anda benar-benar brengsek ya, Tuan Noah," desis Icha, suaranya bergetar hebat menahan isak tangis amarah yang mendesak di dadanya. Ia mendongak, menatap mat
Read more