Proses cuci darah berjalan lambat dan menegangkan. Di ruang tunggu, Sasa terus memandangi pintu kaca yang tertutup rapat. Bunyi mesin dari area dalam sesekali terdengar samar setiap kali petugas medis keluar masuk. Dua jam berlalu. Seorang dokter spesialis penyakit dalam akhirnya keluar dengan masker yang sudah diturunkan ke dagu. "Keluarga Ibu pasien?" panggil dokter itu. Sasa langsung bangkit berdiri. "Saya, Dok. Bagaimana keadaan ibu saya?" "Proses hemodialisis daruratnya berjalan lancar. Kadar racun dalam darahnya sudah menurun, dan kondisinya berangsur stabil," jelas dokter itu, menjeda kalimatnya untuk memberikan ruang napas bagi Sasa. "Pasien sudah mulai sadar, tapi kondisinya masih sangat lemah. Sekarang sedang dipersiapkan untuk pindah ke ruang perawatan lantai atas." "Apa saya sudah boleh melihat Ibu, Dok?" tanya Sasa dengan mata berbinar lega. "Boleh, tapi gantian ya. Masuknya satu atau dua orang saja dulu agar pasien tidak kelelahan," jawab dokter itu ramah sebelum b
Ler mais