Aku langsung masuk ke apartemen.Apartemenku kecil, hanya sebuah ruangan mungil yang dibagi menjadi dapur, kamar mandi sempit, kamar tidur, dan area duduk yang nyaris tidak ada. Dindingnya kusam, perabotannya tidak serasi, tetapi tempat itu tetaplah rumah.Hal pertama yang kulakukan adalah menyiapkan sup untuk Leon, memastikan supnya tidak terlalu panas sebelum pergi ke rumah Tracy untuk menjemputnya.Saat Tracy membuka pintu, matanya membelalak kaget. "Ariel? Kukira kamu baru balik nanti malam. Bukannya jam kerjamu sampai jam 8? Kok sudah di sini?"Aku memaksakan sebuah senyuman kecil. "Ya ... aku cuma merasa nggak enak meninggalkan Leon sendirian."Tracy mendengus geli. "Bodoh, dia sama aku, 'kan?""Ya, aku tahu. Tapi dia lagi sakit .... Aku merasa nggak tenang, jadi aku minta izin pulang lebih cepat buat merawatnya."Tracy mengangkat bahu. "Ya sudah, nggak apa-apa."Aku dan Tracy memang bertetangga, tetapi seperti kebanyakan orang di kota ini, kami menjalani kehidupan masing-masing.
Baca selengkapnya