Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Lanjutnya dengan menarik kedua sudut bibir ke samping kanan dan kiri. "Gapapa, Ka. Lo dulu aja." "Mmmmm... Cuma mau ngucapin makasih sekali lagi sama minta maaf karena udah ngerepotin Abang." Kulihat Ika menunduk entah untuk alasan apa. Menggemaskan sekali, batinku yang ternyata ku ekspresikan dengan tertawa. "Kenapa Bang? Ada yang lucu?" "Nggak ada kok, cuma gemesin aja liat ekspresi lo,"
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Mantan Kekasih

Di Bawah Selimut Mantan Kekasih

ucapnya singkat. Danish mengangguk tipis sambil tetap melanjutkan penjabarannya, seolah barusan ia tidak melakukan apa-apa. Namun entah kenapa Lavanya merasa momen tersebut bukan hanya tentang membuka tutup botol. Ada kepedulian dan perhatian di dalamnya yang membuat hati Lavanya bergetar hebat. **
9.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Ia mengisyaratkan Juned untuk tetap diam dengan menempelkan telunjuk di bibirnya. "Eh... iya, Bi!" jawab Fitri setengah berteriak, mencoba memelankan sisa desahannya agar suaranya terdengar biasa saja. "Taruh di meja bawah aja dulu, Bi! Nanti abis ini Fitri turun ke bawah!" "Oh, iya Non. Bibi taruh meja ya," sahut Bibi di luar, diiringi derap langkah kakinya yang perlahan menjauh meninggalkan area pintu.
9.9216.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Bimbingan Panas Sahabatku

Bimbingan Panas Sahabatku

Lebih-lebih merasakan benda keras dibawah sana yang membesar dan berkedut diarea intimnya. Kehabisan napas, Bita menepuk-nepuk dada Vino. Beruntung, Vino paham dan langsung melepaskan pertautan bibir mereka. Keduanya sama-sama terengah. Vino mengusap bibir Bita yang basah dan berkilat. "Nggak bisa napas?" "Iya." "Tapi enak?" goda Vino. Bita mengangguk malu-malu lalu menyembunyikan wajahnya ke dalam ceruk leher Vino.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Tubuhnya bergetar, ketakutan. "Bagaimana ini, Den?" Bibik menarik baju bagian lengan yang Prapto kenakan. "Engak tau, Bik! Saya juga ketakutan," balas Prapto. Argh .... Bough!!! Lastri terjatuh dari dinding. Ia seperti orang yang sedang kesakitan. Mulutnya menganga dan terus mengerang. "Den, Ibu kenapa, Den?" Bibik semakin ketakutan melihat majikannya kesakitan.
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 698 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

sahut Bik Inah malu-malu, hidung bangirnya terlihat kembang kempis. Pipiku mengembung, menahan tawa melihat expresi Bik Inah. "Ih ... Bibik, kalau senyum tambah manis tahu," tambah Yasir, membuat tawa Bik Inah pecah seketika. "Ihh Mas Yasir. Bibik jadi mau terbang nih." cebik Bik Narti, malu-malu meong. Yasir terkekeh, namun sorotnya terus saja menujuku.
9.831.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 701 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Boss Baru itu Ayah Anakku

Boss Baru itu Ayah Anakku

ujar bibi dibelakang pintu “Iya bi!” lalu pintu yang semula tertutup pun terbuka dan memperlihatkan bibi yang sedang berjalan mendekati Caramel. “Ada apa bi?” “Begini non…” bibi kebingungan bagaimana dia ingin mengatakannya. Caramel mengerutkan keningnya saat melihat bibi yang terlihat kebingungan dan juga terlihat gugup. “Bibi kenapa?”
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Istri Kedua: Melahirkan Putra sang Presdir

Istri Kedua: Melahirkan Putra sang Presdir

Ketika ia menangkupkan jari-jemarinya di sana, kedut kecil mendadak terasa. “Ah, kamu bergerak?” seru Binar pelan. Ada rasa terkejut namun menyenangkan. “Tunggu, apakah benar tadi itu kamu bergerak? Coba lagi, Nak. Ayo, tunjukkan sama Ibu!” Binar kembali menangkupkan jemarinya di atas permukaan perut. Dengan wajah tidak sabar ia menunggu, namun kedut kecil itu ternyata tidak berulang.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Bilik Lain di Rumah Suamiku

Bilik Lain di Rumah Suamiku

"Tapi Non nangis." Aku berusaha tersenyum, tertawa garing kwmudian. Menyembunyikan apa yang kurasa. "Maaf kalau membuat Bibi dan Mbak cemas, saya hanya terkejut. Ini tadi kena debu, pas ngusap dinding. Hahaha." "O ... oh." Mulut Bibi membulat, tapi pandangan mata tuanya menyorot sekeliling dengan tatapan menyelidik heran.
1064.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Kasih Aku Kesempatan Sekali Lagi

Kasih Aku Kesempatan Sekali Lagi

terdengar suara memuntahkan darah. "Kamu, kamu ...." Bibi Zhang memegang dadanya dan membuka matanya dengan besar melihat Neilsen. Neilsen dengan perlahan berjalan ke hadapannya, menundukkan badannya, dia tiba-tiba tertawa, hanya saja tawa itu membuat bibi Zhang merasa takut.
9.361.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai bibir bawah berkedut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status