Cahaya Biru
Biru mengejek sambil tersenyum nakal, memelintir kata-kataku dengan canda tawa yang membuatku semakin tidak berdaya.
Ketika aku menuntut ruang untuk bernapas, Biru malah semakin mendekat, matanya yang tajam memandang langsung ke dalam mataku, seolah menelusuri setiap detil emosi yang bergolak. "Bibir lo manis," katanya lagi, suaranya rendah dan menggoda, sambil mengusap bibirku yang terasa basah karena kelelahan.
인기 회차