Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Queen devil

Queen devil

Hanya ketenangan mutlak. Seolah ia sudah menduga hal ini sejak awal. "Waktunya sudah dekat, Ratu Iblis. Mata lavendermu tidak berbohong." Bayangan itu mulai memudar, meninggalkan sisa suara terakhir yang nyaris seperti bisikan. "Jangan terlambat." Lalu, dalam sekejap—segala sesuatu kembali normal. Api biru menyala kembali di pilar-pilar, udara kembali terasa ringan.
987 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 26 fois en tant que deven
Read
+Librairie
VENDETTA

VENDETTA

Suasana khidmat itu perlahan mencair ketika Uwak Asep membuka obrolan basa-basi untuk mencairkan ketegangan, mengalihkan pandangan kepada Pakde Broto dan Byan. "Bagaimana perjalanannya tadi di jalan, Pak Byan, Pak Broto? Jalur utama ke arah sini tidak terjebak macet Sabtu pagi?" tanya Uwak Asep ramah, menggunakan bahasa Indonesia agar obrolan mengalir lebih santai. "Alhamdulillah, Uwak, lancar gusti," jawab Pakde Broto sembari membetulkan posisi duduknya.
311 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 9 fois en tant que deven
Read
+Librairie
Dewa

Dewa

Walau dia sendiri belum pernah dibaiki olehnya. Rivani duduk di pojokan kantin dekat dengan kasir sebelah Barat. Lensanya tak henti-hentinya mematri paras Dewa yang tengah makan semangkok bakso beserta kawan-kawannya Chika, Dendi, dan Yazan. Dari kejauhan dengan jarak lima meja makan itu, dia tersenyum-senyum sendiri sembari memutar-mutar sedotan minuman jus jeruknya yang telah dipesan sedari tadi. Menurutnya Dewa nampak lucu kalau sedang melahap bakso seperti itu, seperti anak kecil saja. Lihat! Mulutnya belepotan, di dagunya mengalir kuah bakso. Ah, sungguh ceroboh! Tapi Rivani menyukai hal itu. Dia bahkan berpindah tempat duduk, sakedar untuk mendekatkan laju pandang pupilnya. Kali ini ha
9.97.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 157 fois en tant que deven
Read
+Librairie
AIDEN (Menikah dengan Sepupu)

AIDEN (Menikah dengan Sepupu)

imbuhnya santai. "Dah lah, gue cabut dulu. Mau senang-senang!" Seperginya Devan dari ruangannya, Javier langsung menghela napas panjang. Ia memijit pelipisnya yang terasa pusing. Sebenarnya dia enggan berurusan dengan Devan apalagi dengan Felly. Devan adalah teman masa sekolah Felly dan Caramel, tentu saja Javier mengenalnya karena dulu sering ikut nongkrong saat masih pacaran dengan Felly. Dan kini, Devan menjadi seorang pemakai, dan sudah di pastikan, uang yang Javier berikan akan dia pakai untuk membeli benda itu.
2.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 72 fois en tant que deven
Read
+Librairie
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

ucap pria yang Grace pikir seumuran dengan Marvel. Wanita baya itu tersenyum. "Aku Noza, Aku Adik Mommy Marvel. Selamat datang di rumah kami." "Terima kasih, Nyonya," jawab Grace. "Apa kau belum mengenalku?" Pria tua itu malah main tebak-tebakan. "Ayah Tuan Marvel?" Pria yang tak lain Deven itu tertawa. "Ya. Aku ayahnya. Deven." Grace terdiam sejenak. Dia seperti pernah mendengar nama itu. Kedua bola mata beriris abunya bergulir menatap Wei.
1046.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 1.7K fois en tant que deven
Read
+Librairie
SEAN

SEAN

Perusahaan berbasis teknologi hardware dan software yang sudah terkenal. "Mama begitu hebat bisa mengembangkan perusahaan ini sampai sukses seperti sekarang ini," Sean berdecak kagum dengan kemampuan sang Mama. "Tok...tok...tok…" terdengar pintu diketuk dari luar ruangannya. "Masuk," ucap Sean. Saat melihat siapa yang datang, Sean berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan menghampiri sang tamu.
9.315.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 611 fois en tant que deven
Read
+Librairie
DERREL

DERREL

Surya mengambil sebatang rokok dari kantong lalu menyalakan rokoknya. "Belum tentu dia sama kaya lo, yang galauin dia.Bisa jadi dia udah sama yang lain rel, lo harus move on, rel." Ujar surya sambil menghembuskan asap rokoknya. Ia tidak mau temannya itu terjebak di masa lalu. "Gw setuju kali ini sama lo." Devin ikut membuka suara "ada otaknya juga lo, gw kira otak lo udah di loakin, di tukang barang bekas." Sarkas Devin dengan wajah tanpa dosa.
105.9K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 142 fois en tant que deven
Read
+Librairie
Dia

Dia

••• "Tadi padahal aku udah nelfon kamu, lho. Tapi kayaknya hape kamu mati," "Aku tidur. Kamu kesini naik apa?" Tanya Keanu atau yang biasa di sapa Ken itu sambil menggingit buah apel yang baru dia ambil dari dalam kulkas. Lea yang sedang memotong sayuran menoleh sebentar, "Taksi," bohong Lea.
102.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 99 fois en tant que deven
Read
+Librairie
Devano Lauder

Devano Lauder

"Heyy tuan! Aku bukan sukrosa!" "Tau ko! Dan sepertinya kita sudah saling berkenalan ya!" "Heh matamu! Aku belum tau namamu!" "Kamu kan udah memberikan julukan buatku?" "Hah Kutub? Haha serius!" "Namaku Devano Lauder!" "Lauder? Si owner dan CEO berlian? Wouww kamu anak dia? Pantas saja kamu sangat beda dari yang lain! Ibuku jika membeli berlian selalu memesan ke perusahaanmu!"
106.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 205 fois en tant que deven
Read
+Librairie
Dernier
1
...
345678
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status