Sisa Rasa
“Iya Ma.”
“Ini mobil kalau bisa ngomel, pasti udah ceramah panjang, Ma.” Celetuk Dika.
Setelah itu, Rendra mendekat ke ranjang lagi.
“Sore ini aku harus balik ke Jakarta,” katanya, menatap Selin. “Ada pekerjaan yang nggak bisa ditunda.”
Selin sudah menduga. Tetap saja, dadanya terasa sedikit kosong.
“Oh,” jawabnya pelan. “Iya.”