BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN
"Dari bajunya aku yakin sekali. Tunggu, Mas. Seingatku di tempar ini ada Gua yang cukup besar. Dan jasad bu Sri ada di dalam gua itu. Tapi, mengapa tempat itu tidak terlihat?"
"Benar juga ya, seingatku tadi Malin juga bilang di tempat ini ada gua. Sebaiknya kita bicara kepada Nek Imah." Tania menganguk.
Ternyata Nek Imah sudah tau, beliau memangil para Bunian untuk membantu. "Ayo Tania, kita sudah di tunggu." Mereka berdua dan Datuak berdiri di tengah-tengah hutan itu, tangan mereka seperti sedang menggandeng tangan lainnya. Namun tidak ada siapapun selain aku, Apak dan pemimpin suku dalam.