Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
"Bagaimana anak-anak, pisang gorengnya enak, tidak? Enak dong..."
Rafni yang menimpali, "Ini namanya sanggar, Om, bukan pisang goreng."
Tak ada nilai humornya sama sekali, tapi tak lantas itu membuatku tidak tersenyum. Bahkan, seharusnya aku mencandai dia lagi, memang ada bedanya? Tapi selain waktunya yang memang tidak tepat, humor apa yang kita harapkan dari anak-anak yang bahkan boleh dikatakan belum diajari cara tersenyum dengan benar?