Petaka Lingerie Merah
“Syukurlah. Ternyata kamu seorang perempuan yang open minded. Aku suka itu.”
Perempuan itu terdiam sesaat. Aku nyengir lebar sembari mengayunkan tinju kananku naik dan turun, seolah sedang melakukan selebrasi dengan gerakan ‘yes yes!’
“Halo, Git? Kok, diam?” tanyaku kemudian dengan suara yang kubuat-buat seolah sangat lembut, selembut sutra pokoknya.
“Hehehe maaf, Mas. Cuma … agak excited.” Gita ternyata sangat polos. Luar biasa polos. Bisa-bisanya dia bilang begitu kepadaku.
인기 회차