Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!
"Bilqis... Ah, Bilqis..."
Deg!
Jantung Bilqis berdentum begitu keras hingga telinganya berdenging. Namanya....
Bagi seorang gadis yang selama ini hidup dalam kepolosan dan tekanan keluarga, pemandangan itu adalah sebuah hantaman visual yang tak pernah ia bayangkan. Kepalanya mendadak pening. Jemari Bilqis gemetar hebat, dan detik berikutnya—
PLAK!
Map cokelat berisi ijazah bernilai sempurna itu terlepas dari genggamannya, jatuh menghantam lantai parket kayu dengan suara yang memecah keheningan kamar.
Mata Andika terbuka lebar seketika!
Napas Andika tercekat saat matanya menangkap sosok Bilqis yang berdiri mematung di dekat pintu, menatapnya dengan mata bulat yang dipenuhi campur