Pernah Menyesal Menikah
Jagad begitu telaten mendorong ayunan, dan Raya tertawa setiap kali ayunannya bergerak lebih tinggi.
"Pelan-pelan," kataku, khawatir Raya terjatuh.
Jagad mengangguk. "Tenang aja, Bun. Ayah udah ahli soal ini."
Raya tertawa semakin keras. "Bunda!"
Jagad menghentikan ayunan, lalu jongkok di depan Raya. "Capek, ya?"
Raya menggeleng cepat. "Main lagi."
"Main apa sekarang?" tanya Jagad, matanya bersinar penuh kasih.