Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

“Ada kamar mandi di dalam kamar.” To be continued
10818.4K viewsCompletedAdded to Library 28.6K Times as make room
Show Reviews (334)
Read
+Library
Amoy82
Dari semua novel yg kubaca di platform ini, karya ini adalah karya terbaik. Mulai dari judul yg memberikan makna lain. sampai isi. Jangan tanya soal tata bahasa, begitu rapi dan memerhatikan rima. Deskripsi suasana yang begitu rinci, membuat pembaca khususnya saya, menikmati dan merasa berada disana
q_ya
dulu pertama liat judul nya ga begitu tertarik, tapi setelah bingung baca karya njus yang mana lagi akhirnya aku bacalah..dan ternyata malah jatuh cinta yang kedua ... setelah yang pertama sama pak Roy..... tapi bukan berarti saya ga suka tokoh lain ka jus.. semuanya saya suka tp fav Om Roy&mas wir
Read All Reviews
DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA

ucap Alex yang kemudian melangkah menuju jendela dan mulai menarik gordennya hingga terbuka seluruhnya. “Kamu bisa lihat-lihat dulu semua sudut kamar ini, dan kamu bisa langsung bilang kalau kamu mau menambahkan furniture lain yang masih belum ada di sini.” Meyra mulai melihat-lihat lagi. ”Apa di kamar ini ada walk in closetnya?” tanya Meyra kemudian. Alex segera melangkah ke sebelah bagian sebelah kanan dan membuka pintu yang lebih kecil dari pintu kamar utama. Dia menunjukkan apa yang ditanyakan Meyra.
1024.9K viewsCompletedAdded to Library 996 Times as make room
Read
+Library
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Hari Minggu ini sehabis sarapan di paviliun depan kolam renang mansion, Tito dan Jameka menjalankan rencana menata perlengkapan si Jamet yang mereka beli dari pet shop. Menata barang piaraan di basecamp rupanya menjadi PR tersendiri bagi Jameka dan Tito sebab tidak ada kamar atau ruangan kosong yang bisa dipakai khusus bagi si Jamet. Mereka akhirnya terpaksa menggeser barang-barang di kamar Tito. Beruntungnya kamar yang sekarang memang lumayan besar dibandingkan kamar lama di lantai satu. Ukurannya sekitar lima meter persegi. Walau tentu saja masih besaran kamar Jameka, baik di mansion mau pun di kondominium.
617 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as make room
Read
+Library
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Dua pintu kamar di depan mereka tampak seperti pilihan yang sama-sama tidak ingin disentuh lebih dulu. “Gimana kalau kita pakai kamar yang sebelah kanan?” usul Arsen sambil melirik ke arah pintu itu. “Yang dekat jendela kita jadikan studio kamu saja. Cahaya paginya pasti bagus.” “Aku nggak kepikiran sejauh itu, tapi kalau menurutmu itu yang paling pas, it’s okay.”
10650 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as make room
Read
+Library
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

“Kalo masih ada space sekitar dua atau tiga meter, mending minta tukang buatin ruangan kecil buat gudang.” Laura menoleh ke arah Raga, menyimak. “Biar nanti pas udah jadi, barang-barang Anita kita pindahin ke sana dulu,” lanjut Raga. “Jadi kamarnya bisa tetap kosong dan rapi.” Tante Maya menyilangkan tangan di dada, tampak berpikir cukup lama. “Hmmm…” gumamnya pelan. “Ya udah deh, nanti Tante ngomong ke tukangnya, biar di urus sekalian.”
9.293.7K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as make room
Read
+Library
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

“Sesuai permintaan Tuan dan Nyonya Richter… meski saya sendiri heran.” “Satu kamar?” suara Margarethe datar. Terlalu datar untuk dianggap santai. “Ya. Reservasi darurat.” Perempuan itu menunduk sebentar. “Satu tempat tidur besar. Kami bisa sediakan selimut tambahan… kalau perlu.”
101.3K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as make room
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Malam itu, di tengah hujan kecil yang menepuk-nepuk jendela, Raydan berkata pelan: "Aku ingin bangun ruang, Na. Ruang yang tak menghakimi. Tempat orang bisa datang bukan karena ingin jadi lebih hebat… tapi karena ingin bernapas.” Nara meletakkan bukunya. “Ruang seperti apa?” “Ruang pulang,” jawab Raydan. “Buat siapa pun.” --- Keesokan harinya, mereka menulis rancangan di papan tulis putih bekas milik Raydan:
101.7K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as make room
Read
+Library
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Raka memperhatikan wajahnya, lalu mengangguk puas. “Tentu aku suka. Kamu putuskan saja. Aku memang mau ruang yang lebih luas supaya anak-anak bisa bergerak. Bisa pasang perosotan dan setengah lapangan sepak bola.” Begitu kalimat itu meluncur, Raka tak menunggu lagi. Ia meraih ponsel, menekan nomor dengan sigap. Suaranya terdengar mantap.
10139.2K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as make room
Show Reviews (17)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Read All Reviews
Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

kata Ryota mencoba mengganti topik pembicaraan. “Kenapa?” “Kalau kau marah, kau jadi tak punya kamar lain untuk mengungsi.” Elara melirik sofa yang tak kalah empuk di tengah ruangan. “Tak masalah, saya bisa tidur di sofa.” “Sofa itu juga akan kusingkirkan.” Elara tersenyum tipis. “Kalau begitu, saya bisa tidur di kamar Anya.” Tatapan Ryota mengeras. “Mengapa kau sudah merencanakan pisah ranjang sejak dini?” berangnya.
1049.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as make room
Read
+Library
GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA

GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA

"And do not disturb us please..." "6 hours?! Hehehe...", sang nenek tertawa kecil karena Raymond membooking ruangan karaoke selama enam jam. Seolah ia tahu maksudnya. "Oke sir...have fun...we have free condom if you need in the room. If you need anything just push the button inside." "Condom? Hmmm No need...I own this girl..." ucap Raymond dengan pede dan senyuman. Seperti om-om genit. "Sure sir...enjoy our room..."
7.9K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as make room
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status