Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

“Siap paduka, kami tidak akan membongkar identitas kita apapun yang terjadi” “Bawalah mutiara ini untuk mempermudah tugas kalian. Mutiara ini akan menghitam jika kalian akan menghadapi bahaya, segera menghindarlah jika mutiara mulai menghitam dan mutiara akan kembali berwarna putih setelah kalian aman”
103.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 73 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Kau siapa?” “Aku Tanpa Aran.” Alis Nara berkerut. “Kaubilang kau punya pesan penting buatku? Buat kami semua?” “Ya. Akan ada bencana besar. Dan Mataram akan punah. Daripada menunggu nanti-nanti, kalian semua mending mati sekarang!” Nara saling bertatapan dengan Rangga dan Ki Sumendi. Rangga tertawa. “Wong edan!”
9.526.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 787 fois en tant que matilah
Afficher les avis (17)
Read
+Librairie
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Lire tous les avis
Mate

Mate

“Icha, sini hp Mama. Mama mau ngomong sama Mbak-mu.” Icha memberikan ponsel itu pada Mama Mas Wira. Icha kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya. Aku sendiri sudah menghabiskan makananku. “Ma, Leya nggak bisa pulang liburan akhir tahun ini. Salam untuk calon adik iparnya Leya ya. Bilangin ke Wira jangan terlalu dingin ke Fita.”
Chapitres populaires
103.8K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 102 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

Apa karna pengaruh mamanya pulang kemarin. tahan bimo, tahan, jangan emosi. Bimo mencoba menenangkan dirinya sendiri. ****
103.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 134 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
CINTAKU SEBATAS MATERAI

CINTAKU SEBATAS MATERAI

jawab ibu RT. Tak lama kemudian, ibu RT pun pamit pulang pada Rania. "Oh iya saya pamit pulang dulu ya nak, salam buat ibu dan adikmu ya," ucap ibu RT. "Iya ibu RT, nanti saya sampaikan salamnya buat ibu dan adikku," jawabnya. "Assalamualaikum," salam ibu RT. "Wa'alaikumsalam," jawab Rania.
102.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 73 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
The Devil's Gift

The Devil's Gift

tanya Raveena balik. “Aku masuk melalui tes.” Matilda mengambil tas olahraganya, kemudian melangkah menuju pintu. “Aku lelah, aku pergi duluan, ya.” Raveena melambaikan tangannya. “Sampai jumpa besok.”
106.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 128 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Chapter 58 Penyesalan dan gelisah “APA!” Sahut Kaivan dan Fara bersamaan tak percaya dengan ucapan yang terlontar Aathif Kata yang penuh dengan nada dadakan itu membuat Fara maupun Kaivan segera membabi buta membersihkan segalanya. Mungkin hanya dalam hitungan menit semua telah bersih dan kembali seperti semula, sungguh kekuatan yang hadir dalam detik akhir.
109.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 394 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
MADU HITAM

MADU HITAM

Bola mata berwarna hazel fokus menatap layar ponsel, dan pada panggilan ketiga, akhirnya terhubung. Tubuhnya bergetar lemah seakan tak berdaya, aliran darah seperti berhenti, lalu matanya berkaca-kaca dengan dada tersengal. "Alina," teriaknya, membuat Alina semakin cemas dan penuh pertanyaan.
781 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 22 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

“Belum ke mana-mana.” “Bullshit.” Megantara mendecak pelan, membuat Kafka malah tertawa kecil. “Serius.” Megantara mengusap tengkuknya pelan. “Walaupun ya…” Ia terdiam sebentar sebelum melanjutkan, “gue ngerasa udah mulai dapat signal.” “Signal?” “Walaupun nggak banyak, tapi sesuai dengan harapan gue.” Sudut bibir Megantara tertarik tipis. “Setidaknya dia udah mulai ngizinin gue masuk lagi ke hidupnya.”
1014.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 487 fois en tant que matilah
Read
+Librairie
Dernier
1
...
34567
...
9
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status