Tukang Pijat Tampan
Lelaki itu langsung ambruk dengan mata terpejam, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
Tanpa jeda, Adit berputar menghadapi lelaki kedua yang menyerang dari belakang. Dengan timing yang sempurna, sikunya yang runcing menghantam tepat ke hidung lawannya. Tulang rawan hidung lelaki itu remuk seketika, darah merah segar langsung menyembur membasahi lantai keramik.
"AAARRGGHHH!" teriak lelaki itu sambil memegangi hidungnya yang hancur, lalu roboh ke lantai dalam posisi meringkuk kesakitan.