Sang Menantu Perkasa
Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa."
"Tentu saja." Arjuna tersenyum.
Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa?
"Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...."
Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna.
"Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
인기 회차