Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
23.14

23.14

Sahut Kafi. "Lo dimana? Sama yang Laen kan?" "Lab komputer. Lah, Lo sendiri dimana, bego? Udah jam segini kemana aja Lo?" Oceh Kafi "Ampun pa ketu." Tawa Zidan. "Gue lagi diatas pohon nih, mantau keadaan, takut ketauan guru, haha." "Goblog!" Makinya. "sini aja Lo, bantuin gue!"
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Gurun Sonoran, Meksiko “Wah, waktunya piknik, pal,” terdengar suara Tex dari ponsel. “Senang sekali mendengar suaramu!” kata Khaled. “Hai, Khaled,” suara Kenny menyela. “Terima kasih sudah datang, teman-teman,” kata Khaled. “Aku tahu mendapatkan persetujuan itu pasti tidak mudah.” “Eh… ya,” kata Tex. “Apa sitrep-mu?”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
Biro Jodoh Pangkalan Hati

Biro Jodoh Pangkalan Hati

Sekilas Nun kaget juga melihat penampakan lelaki itu di dalam rumah. Alif berdiri di belakang Kafka yang menjadi imam salat. Namun, di rakaat kedua dia yang maju setelah Kafka mundur karena batal wudhu. Sambil berlalu ke tempat wudhu, Kafka senyum-senyum sendiri mendengar lantunan surat pilihan yang dibacakan Alif. “Nūn, w*l-qalami w* mā yasṭurụn ....”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

“Sa-saya menemukan ini di pinggir sungai saat mencari salah satu penyusup yang jatuh ke jurang itu, Ki.” Ki Jalu menerima kain itu, lantas memeriksanya beberapa kali. Kain hitam dengan tulisan Sunda bertinta emas di ujung sisinya itu memenuhi pandangannya. Matanya seketika membulat sempurna. Ki Jalu segera memasukkan kain itu ke dalam saku, lalu memasuki kamar dengan pikiran dipenuhi tanda tanya. ***
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

"Nanti lagi, Sya. Siapin bajuku saja ok?" Qalesya mengangguk, dia mengirim pesan pada Bakar, menanyakan soal kegiatan Wafa pagi ini. "Tolong, berikan aku gambaran kegiatan Kak Wafa hari ini sampai lusa," ucap Qale pelan sambil mengetik di ponselnya. ["Ada meeting pagi, Nyah. Siang pulang, sore pergi lagi undangan pernikahan. Besok dan lusa sama, ngantor ... belum ada tambahan kegiatan apapun."] Bakar membalas.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Kembali ganguan mengusiknya, sebuah notif dari hp nya membuatnya geram. “Kau tidak akan menang gadis kecil.... kau akan mati.... kau akan kalah....” tulis sms tersebut. Safira yang geram, membanting hp nya di atas ranjang dengan kesal. Tak lama kemudian, kembali dia menghubungi Qolbu Quddus. “Cari tahu tentang nomor ini....” perintah Safira langsung di turuti oleh Fadil.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
ZahFad

ZahFad

"Iya, kamu sungguh cantik, Zahra." Magrib telah tiba, saatnya santri dan satriwati pergi ke masjid. Sementara didalam kamar Zahra mondar-mandir memikirkan hal yang mungkin menakutkan bagi dirinya. Sungguh, ini adalah hal yang paling membuatnya gugup sepenjang hidupnya. Kini, ia diminta untuk membaca 1 halaman Al-Qur'an di hadapan semua santriwati lainnya. Dirinya tidak pernah menyentuh sekalipun kitab dari Allah SWT itu. "Aku harus bagaimana?"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai qod kafani teks
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status