SENDIAKALA
Aku sudah mengirim doa, semoga saja sampai dengan cepat, sebagai bentuk rindu dan baktiku.
“Azahra?” terdengar suara berat yang memanggil. Spontan aku menoleh, dan kala melihat siapa yang datang, aku bangkit dari posisi dudukku. Aku ingat betul siapa laki-laki berpawakan tinggi, putih, dan bermata sipit ini. Namanya Wangsasatya, laki-laki dari kalangan Cina Muslim yang dahulu adalah anak dari majikan Bapak. Kami saling mengenal baik, sebab Bapak sering mengajakku ke rumah besar itu, dan aku dengan Wangsasatya sering bermain di halaman luas rumah miliknya.
인기 회차