Renjana
Gelang itu tergeletak di lantai, mungkin terjatuh saat aku mengemasi barang-barangku.
"Terimakasih ya Tante, aku pamit dulu". Aku bahkan tidak sempat berpamitan dengan sopan, aku langsung naik motor dibonceng oleh Ida, dan gas poll.
"Pegangan ya!" Ida berteriak memberitahuku, aku memegang pundak Ida, kami melaju kencang melewati jalanan sore yang begitu ramai oleh lalu lalang orang yang pulang kerja, disela-sela kepanikan ini, aku mencoba menikmati langit sore, keramaian suasana kota Semarang, hari ini aku akan menyatakan cinta padanya, aku menatap semburat jingga yang mengiringi mentari kembali ke peraduannya, indah sekali. Aku berharap, akhir kisahku akan seindah langit sore ini. Brak!!! S
الفصول الرائجة