GETARAN JIWA
Tampak Renata kebingungan, aku tersenyum canggung saat di tatap seperti itu.
“E-ee itu kau pulang jam berapa biar ku jemput.” Bibir ini sangat susah mengatakan satu kalimat. Ku lihat dia mengatakan tak perlu repot-repot, namun aku tak mau menyerah begitu saja. Aku mengatakan harus aku yang jemput, sedikit terkesan memaksa, namun mau bagaimana lagi. Akhirnya Renata mengatakan jam pulangnya, aku mengangguk dan menatap tubuhnya semakin tak kelihatan, berjalan masuk ke dalam toko.
인기 회차