Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
tanyaku nyaris berbisik.
Asih menarik tanganku untuk duduk di sofa, dia menggenggam tanganku erat. Matanya seolah memancarkan rasa sesal yang amat sangat, dan juga permohonan maaf yang tidak terucap.
"Kami sudah kembali, dari dua tahun yang lalu!" ujar Bang Jarwo singkat.
Aku lantas menoleh cepat, dua tahun yang lalu? Tapi jika mereka sudah kembali selama itu, kenapa baru sekarang mereka datang ke sini?