Suami Bayaran
Mata Luna langsung membelalak sebesar piring makan dan reflek ia menepuk pahaku dengan tepukkan yang cukup membuat pahaku semakin panas.
"Sakit, Lun."
"Bagus, Vin. Biar kamu sadar kalo ide kamu itu absurd banget. Kalo sampai kaya gitu yang ada hubungan keluarga besar Raharja sama Papa bakalan kembali memanas."
Aku hanya bisa diam dan kini aku memilih mengalihkan pandanganku untuk menyapa foto keluargaku. Foto keluarga yang berisi diriku, Ibu, Ayah dan Jani. Aku tersenyum kecil saat melihatnya. Dalam hati aku mengucap syukur Alhamdulillah, karena selama orangtuaku hidup, kehidupan rumah tangga mereka harmonis walau hidup kami sederhana. Terkadang aku masih sering tidak habis pikir dengan prob
인기 회차