Home / Romansa / Menantang Kasta / Hadiah Mahal

Share

Hadiah Mahal

Author: Erna Azura
last update publish date: 2026-05-01 07:17:00

Keesokan harinya, Jakarta terasa lebih panas dari biasanya.

Atau mungkin—yang panas bukan udaranya.

Melainkan isi kepala dan hati mereka.

Mobil Satria melaju pelan di antara padatnya jalanan. Kaluna duduk di sampingnya, memandangi luar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun.

Mereka sedang menuju sebuah pusat perbelanjaan kelas atas.

Tempat di mana—harga bukan lagi pertimbangan utama.

Setidaknya bagi sebagian orang.

Bagi mereka?

Hari ini—semuanya tera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Waduh bisa nyimpen 1,5 M , Tuhan itu baik ya
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
ada aja pertolongan buat satrialuna ya... meski ayah luna berusaha memboikot satria.... tetap semangat satria luna...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 3

    Seminggu setelah percakapan di ruang kerja itu, sebuah mobil hitam perlahan memasuki gerbang perkebunan teh yang selama bertahun-tahun dikenal warga sebagai milik keluarga Deni.Hamparan daun teh yang hijau mengilap membentang sejauh mata memandang, mengikuti lekuk bukit yang bergelombang. Para pemetik teh sudah mulai bekerja sejak matahari belum benar-benar tinggi. Keranjang rotan tergantung di punggung mereka, sementara jemari-jemari terampil memetik pucuk-pucuk muda yang nantinya akan menjadi teh berkualitas premium.Hari itu suasana terasa sedikit berbeda.Bukan karena panen.Melainkan karena sejak pagi seluruh mandor diminta berkumpul di halaman kantor lama.Mereka diberi tahu akan ada “pemilik” yang datang.***Mobil berhenti tepat di depan bangunan administrasi.Seorang sopir bergegas turun membukakan pintu belakang.Sepasang heels berwarna nude menyentuh tanah lebih dulu.Disusul sosok perempuan yang selama ini hanya dikenal

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 2

    Siang itu, matahari Lembang bersinar sedikit lebih hangat.Kabut yang sejak pagi menyelimuti perbukitan perlahan menghilang, digantikan langit biru yang begitu jernih.Di halaman rumah, Arutala dan Arunika baru saja selesai bermain gelembung sabun bersama kedua nanny.Suara tawa mereka sesekali terdengar sampai ke dalam rumah.Kaluna yang sedang berada di dapur menoleh ke arah jam dinding.Pukul dua belas lewat lima menit.Sudah hampir waktunya Satria pulang.Sejak memiliki rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor, Satria memang hampir selalu menyempatkan pulang untuk makan siang.Katanya, makanan rumah tidak pernah bisa dikalahkan restoran mana pun.Kaluna tersenyum sendiri mengingat ucapan suaminya.Tangannya kembali sibuk menyusun hidangan di atas meja makan.Hari ini tidak ada menu mewah.Hanya makanan kesukaan Satria.Nasi hangat.Sayur asem.Ayam goreng lengkuas.Tempe mendoan.Sambal dadak.Dan ikan nila goreng yang baru diangkat beberapa menit lalu.Kaluna

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 1

    Waktu tidak pernah benar-benar berhenti.Ia terus berjalan, membawa manusia bertumbuh bersama segala cerita yang mereka miliki.Begitu pula dengan kehidupan Satria.Laki-laki yang dahulu hanya seorang mahasiswa sederhana dari desa, pernah ditolak, diremehkan, bahkan dijadikan bahan tertawaan karena dianggap tidak memiliki masa depan—kini justru menjadi salah satu pengusaha muda yang namanya mulai diperhitungkan di industri agribisnis Indonesia.Namun anehnya, ada satu hal yang tidak pernah berubah.Setiap pagi, sebelum memasuki ruang rapat ataupun menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah, Satria selalu memulai harinya dengan berjalan menyusuri gudang dan menyapa para petani.Seolah-olah dia takut melupakan dari mana semuanya bermula.Karena bagi Satria, awal mula kesuksesannya bukan dari jabatan sebagai sekretaris dari AG Group namun sebagai petani.***Kabut Lembang pagi itu turun sedikit lebih tebal dibanding biasanya.Udara masih terasa dingin ketika sebuah mobil d

  • Menantang Kasta   Kenangan

    Pesta yang sejak pagi dipenuhi suara tawa perlahan kehilangan riuhnya. Anak-anak mulai kelelahan. Beberapa tertidur di stroller. Sebagian lagi masih bertahan bermain gelembung sabun sambil menggenggam balon hadiah. Para tamu satu per satu berpamitan. Jangan tanya apakah Ivander datang karena Noorin sudah tidak mau terlibat apapun dengan keluarga Satria Suara klakson mobil bergantian terdengar dari halaman depan. Band yang sejak siang memainkan lagu-lagu ceria kini beralih membawakan lagu akustik dengan tempo yang jauh lebih pelan. Matahari mulai turun di balik perbukitan Lembang. Langit berubah jingga. Semburat cahaya sore menyentuh kaca-kaca besar rumah Satria hingga bangunan itu terlihat hangat. Kaluna baru saja mengantar tamu terakhir ketika akhirnya mengembuskan napas panjang. “Akhirnya beres juga pestanya ….” Satria yang sedang menggendo

  • Menantang Kasta   Akhirnya Pulang

    Hari itu datang lebih cepat daripada yang pernah Satria bayangkan.Genap satu tahun sejak dua tangisan kecil memenuhi ruang operasi dan mengubah seluruh hidupnya.Satu tahun sejak Arutala dan Arunika hadir membawa kebahagiaan yang bahkan tidak pernah berani dia impikan.***Matahari bahkan belum benar-benar terbit ketika halaman rumah sudah dipenuhi aktivitas.Beberapa truk vendor memasuki gerbang secara bergantian.Petugas dekorasi mondar-mandir membawa rangka besi, rangkaian balon, papan kayu hingga pot-pot bunga.Kaluna berdiri di balkon kamar utama sambil memeluk secangkir cokelat hangat.Di sampingnya, Satria baru selesai mengenakan jam tangan.Tatapan mereka sama-sama tertuju ke halaman depan.“Ramai banget ya,” gumam Kaluna.Satria tersenyum kecil.“Kamu sendiri yang bilang ulang tahun pertama cuma sekali.”Kaluna mengangguk pelan. “Iya sih .…”Dia menoleh ke arah suaminya.“Aku ingin nanti kalau Tala

  • Menantang Kasta   Menjalani Kebahagiaan

    Pagi itu, matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika rumah kembali hidup.Bukan karena alarm.Bukan pula karena suara telepon Satria dengan pihak Alterio Corp.Melainkan karena suara seseorang yang sedang mengoceh dari balik baby monitor.“Babababa…”Disusul suara lain yang tidak mau kalah.“Aaaa… daaa…”Kaluna yang masih memejamkan mata menarik selimut sampai ke dagu. “Sayaaang ….” Suara itu lirih. “Bentar lagi….”Satria yang sebenarnya yang sudah bangun sedari tadi hanya tersenyum kecil.Dia melirik jam digital di atas nakas.Pukul 05.12.Adzan Subuh baru saja selesai beberapa menit lalu.“Bangun yuk?” ajaknya pelan.Kaluna menggeleng tanpa membuka mata. “Enggak ah, masih ngantuk ….”Satria terkekeh.“Mereka udah manggilin kita?” Satria mengendik ke baby monitor.“Minta tolong Nanny saja ….” Kaluna malah memeluk Satria erat.Satria tertawa pelan, membalas pelukan itu.“Kasian mereka laper,” kata Satria.“Masih ada ASI cadangan di frezer … Nanny pasti sudah kas

  • Menantang Kasta   Selalu Ada

    Ratu mengembuskan napas panjang begitu pintu apartemennya tertutup.Hari itu benar-benar melelahkan.Sejak pagi dia mondar-mandir membantu tim proyek di kantor konsultan arsitek milik Om Kaivan, tempatnya magang.Mengecek gambar kerja. Membantu revisi desain. Mengikuti meeting dengan klien.Sam

  • Menantang Kasta   Tanah Untuk Rumah

    Untuk pertama kalinya setelah beberapa minggu sibuk—Satria bahkan bangun sedikit lebih siang.Udara Lembang pagi itu dingin sekali.Kabut masih menggantung tipis di balik jendela kamar.Kaluna sudah bangun sejak tadi tapi dia memilih tidak bergerak, diam dalam pelukan hangat sang suami tercinta

  • Menantang Kasta   Kabar Baik Lainnya

    “Mr. Satria…”Salah satu pria asing di layar tersenyum kecil sambil membuka file laporan di depannya.“We’ve reviewed the inspection report from our Asia representatives.”Satria yang duduk di depan laptop langsung fokus dengan menegakan punggung.Malam itu udara Lembang kembali terasa dingin.

  • Menantang Kasta   Dia Yang Masih Bertahta Di Hati

    Dan kini tinggal Satria, Kaluna, dan Ratu di meja makan.Sunyi cukup lama. Di bawah meja, Kaluna menggenggam tangan Satria.Satria menoleh dan melalui tatapan, Kaluna meminta Satria mengambil peran.Tiba-tiba Ratu tertawa kecil, suaranya terdengar pecah.“Kayanya aku terlalu banyak mimpi ya?”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status