ANMELDENMobil Range Rover Autobiography milik Mathias meluncur mulus meninggalkan mansion. Hailey berdiri di ambang pintu, menatap Mathias yang sudah berangkat bekerja. Sementara dia hanya berdiam diri di rumah.Dulu, Hailey kerap membantu beberapa urusan di Brantley Group. Meski bukan pimpinan atau memegang jabatan penting, tapi dia tetap membantu karena memang dia disekolahkan tinggi untuk membantu Brantley Group. Namun, tentu dia bukan orang yang memegang keputusan penting di sana.Setelah menikah dengan Mathias, Hailey tak bisa membantu Brantley Group. Ayahnya pernah mengatakan padanya untuk fokus menjadi istri Mathias Cameron. Jelas, permintaan ayahnya demi ayahnya itu mencapai keinginan dengan mudah. Seperti contoh terakhir ibunya mengirimkan pesan padanya untuk membujuk Mathias menginvestasikan uang lagi.Ya, pesan ibunya sudah dia balas. Balasan singkat di mana Hailey mengatakan Mathias ingin bicara langsung dengan ayahnya di kantor. Tak ada bahasan apa pun lagi
Suara pintu kamar yang tertutup rapat di belakang punggung Hailey seolah menjadi sekat antara dirinya dan dunia luar yang menyesakkan. Dia bersandar pada daun pintu yang kokoh, membiarkan tubuhnya merosot perlahan hingga terduduk di atas hamparan karpet beludru mahal.Hailey berada di kamar mewah, bisa dikatakan seumur hidupnya, belum pernah dia tinggal di tempat yang sederhana. Meski keluarga Brantley tidak sehebat Mathias Cameron, tapi fakta yang ada dia tetap diberikan kehidupan nyaman oleh keluarga Brantley, walau itu kenyamanan itu tak pernah ada dari segi hati.Hailey tersiksa selalu seperti sekarang. Dia seolah berada di penjara emas. Tak ada perubahan. Dulu dia berada di penjara emas keluarga Brantley, sekarang berubah dirinya berada di penjara emas Mathias Cameron. Jelas penjara emas Hailey di Mathias Cameron jauh lebih mewah. Namun, tetap saja membuat hatinya sesak.Perlahan, Hailey memejamkan mata lelah, tapi bayangan Mathias di terus menghantuinya. Mathias yang dingin, Mat
Langkah kaki Hailey memelan masuk ke dalam mansion. Dia mengikuti Mathias dengan hati-hati. Namu, tentu Mathias melangkahkan kaki tegas dengan aura wajah yang dingin, dan menunjukkan penuh amarah yang berusaha keras ditahan.Tak ada percakapan apa pun. Sepanjang jalan kembali ke mansion, mobil yang mengantar Hailey dan Mathias seperti ambulans yang membawa mayat. Bayangkan saja, Hailey diam membeku melihat Mathias yang tampak menyeramkan dengan aura wajah amarah yang ingin meledak.Hailey berpikir Mathias akan menginterogasinya, tapi ternyata apa yang dipikirkan wanita itu salah besar. Tak ada pertanyaan apa pun yang terlontar. Malah sepanjang perjalanan pulang, tatapan Hailey sesekali melirik Mathias seolah berharap diajak bicara tentang apa yang terjadi di restoran.Namun, fakta yang ada Mathias seolah menunjukkan masalah sudah selesai, tidak perlu ada bahasan apa pun. Padahal sebenarnya ada rasa take nak dalam hati Hailey. Apalagi wanita itu tak tahu sama sekali dia menabrak seoran
Aroma wine mahal cukup memberikan ketenangan sebentar. Mathias yang duduk di kursi meja makan, tepat di depan koleganya, dia mendengar ucapan David dengan saksama serta serius, dan dia sambil memyesap wine tua yang tersedia di kafe itu.Wine makin tua akan bernilai makin mahal. Aroma yang khas cukup menyeruak ke indra penciuman Mathias yang kala itu memang memesan wine paling mahal di kafe di mana dia bertemu dengan koleganya.Pembahasan bisnis cukup detail sejak tadi dibahas oleh David. Meski belum merespons apa pun, tapi telinga Mathias cukup tajam mendengar penjelasan tersebut. Setiap inti pembicaraan mampu disimak baik Mathias walau David menjelaskan panjang project pembangunan perumahan mewah di berbagai negara maju. “Jadi, Tuan Cameron, kau tertarik dengan project pembangunan perumahan yang rencananya akan membidik pasar Asia dan Eropa?” tanya David memastikan.Mathias menurunkan gelas wine yang di tangannya, dan meletakan ke atas meja. “Kau cukup ambisius dalam merancang bisn
Pantulan di cermin besar setinggi plafon itu seolah menampilkan sosok asing bagi Hailey. Gaun malam berbahan sutra charmeuse berwarna hitam pekat itu melekat sempurna di tubuhnya, kontras dengan kulitnya yang putih dan agak pucat. Potongan backless yang rendah mengekspos lekuk punggung serta leher dihiasi kalung berlian memberikan kesan elegan tapi memiliki makna misterius.Hailey memakai gaun pemberian dari Mathias. Wanita cantik itu berpikir, dia diberikan gaun sederhana tidak berlebihan, tapi ternyata dia salah besar. Dia diminta memakai gaun pesta—yang entah dia tak mengerti kenapa harus memakai gaun ini. Pun Mathias tidak bilang apa pun padanya.Embusan napas mulai terdengar pelan. Dia ingin sekali memakai piyama dan memilih membaringkan tubuhnya di ranjang. Namun, Hailey sadar betul bahwa tak mungkin melakukan itu. Dia masih belum bisa memprediksi bagaimana sifat Mathias jika pria itu marah besar.“Kau sudah selesai.” Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan dingin dari Mathia
Kondisi Hailey sudah membaik. Makanan yang dihidangkan pelayan kali ini dia habiskan. Pun dia minum beberapa suplemen vitamin yang telah disediakan. Dia tak melakukan perlawanan apalagi membantah. Bukan tanpa sebab, perkataan pelayan yang mengatakan Mathias tadi malam menjaganya membuatnya memiliki jutaan pertanyaan.Hailey tak percaya seratus persen pada ucapan pelayan, tapi dia melihat wajah pelayan itu menunjukkan kejujuran. Pun apa manfaatnya pelayan harus berbohong? Mathias sepertinya tak membutuhkan validasi sebagai pria baik ataupun pria bertanggung jawab. Sosok Mathias yang dia kenal adalah pria dingin, seakan berkuasa, arogan, dan keji. Meski baru mengenal pria itu, tapi nyatanya gambaran sosok Mathias Cameron yang ada dibenak Hailey seperti itu.Embusan napas pelan terdengar. Hailey yang duduk di ranjang termenung dengan segala pikirannya. Sejak tadi dia tak melakukan kegiatan apa pun. Hanya makan dan beristirahat. Tak menampik rasa jenuh agak menyerang. Otaknya kini mulai m







