بعد الخيانة... وجدت حبي الحقيقي

بعد الخيانة... وجدت حبي الحقيقي

Oleh:  عامر الأديبTamat
Bahasa: Arab
goodnovel4goodnovel
9.7
24 Peringkat. 24 Ulasan-ulasan
498Bab
94.6KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

أُصيبت فتاة أحلام خطيبي بمرضٍ عضال، فطرحت طلبًا: أن أُسلّمها حفل الزفاف الذي كنتُ قد أعددته، بل وتطلب مني أن أكون شاهدة على زواجهما. رأيتها ترتدي فستان الزفاف الذي خيطته بيدي، وتزيّنت بالمجوهرات التي اخترتها بعناية، وهي تمسك بذراع خطيبي، تمشي نحو ممر الزفاف الذي كان من المفترض أن يكون لي — ونظرًا لكونها تحتضر، فقد تحملتُ كل هذا. لكنها تمادت، وبدأت تطمع في سوار اليشم الأبيض الذي ورثته عن أمي الراحلة، وهذا تجاوز لكل الحدود! في المزاد العلني، وقف ذلك الخائن إلى جانبها يحميها، يرفع السعر بلا توقف حتى وصل ثمن السوار إلى عشرين مليون دولار. كنتُ قد أُرهِقت ماليًا بسبب عائلتي الجشعة، ولم أعد أملك القوة، فاضطررت لمشاهدة الإرث العائلي يقع في يد حثالة لا يستحقونه، وفجأة دوّى صوت باردٌ أنيق: "ثلاثون مليون دولار." أُصيب الحضور بالذهول. لقد كان وريث عائلة البردي الهادئة والغامضة، السيد سُهيل، يعلنها بصوتٍ عالٍ: "أُقدّم هذه القطعة للآنسة جيهان." استعدتُ سوار اليشم، وذهبتُ لأشكره: "السيد سُهيل، سأبذل جهدي لأعيد لك الثلاثين مليون دولار في أقرب وقت." رفع حاجبيه وسأل بهدوء: "جيهان، أما زلتِ لا تذكرينني؟" أنا:؟

Lihat lebih banyak

Bab 1

الفصل1

Ikhlas tapi berat, Sakit tapi bahagia, benci tapi cinta, ingin marah tapi tidak bisa. Begitulah yang di rasakan Azalea saat ia tidak punya pilihan lain dan harus menikah dengan pria yang lebih pantas di sebut binatang buas.

Namun siapa sangka, meskipun ia tidak pernah mendapatkan perhatian maupun kasih sayang setelah menjadi seorang istri, Ia malah jatuh cinta pada sosok pria yang terkenal dengan kekejamannya tersebut.

*********

"Saya mohon, Tuan muda! Jangan jebloskan saya ke Penjara. Saya tidak bermaksud untuk berkhianat, tapi istriku sedang kritis di rumah sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar."

Seorang pria paruh baya yang menjabat sebagai manager marketing di perusahaan itu, kini duduk bersimpuh di lantai dengan kepala yang tertunduk.

"Jika berani berbuat, kamu harus berani bertanggung jawab!" jawab Sekretaris dari sang Tuan muda.

Sementara CEO itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dan hanya berdiri di jendela ruangan tersebut sambil memandangi indahnya pembangunan kota.

"Tuan muda, saya mohon lepaskan saya, Tuan! Saya rela melakukan apapun dan memberikan apapun pada Anda, asalkan jangan jebloskan saya ke Penjara, Tuan!" ucap Pria itu dengan wajah memohon.

"Pak Jeremy mau ikut saya, atau saya akan membawa Anda secara paksa?" Sekretaris pria itu menawarkan dua pilihan pada manager marketing tersebut.

"Saya mohon, Tuan Reno! Jika Tuan muda mau, saya rela menyerahkan putri saya untuk dinikahi Tuan muda sebagai gantinya." Manager itu menatap sekretaris sang Tuan muda yang bernama Reno itu dengan penuh keseriusan.

"Ha ha ha .... "

"Pak Jeremy pikir Tuan muda mau menikahi putri Anda? Sadar Pak, Sadar!" Reno menertawakan pria paruh baya itu karena menurutnya penawaran Jeremy sangat tidak masuk akal.

"Security... !" teriak Reno hingga membuat Jeremy semakin ketakutan.

"Tuan muda Ricard, saya mohon Tuan ... ampuni saya!" ucap pria paruh baya itu sambil mengatupkan kedua tangannya dengan wajah yang begitu panik.

Reno pun menarik lengan Jeremy kasar dengan Ricard yang masih menatap pemandangan luar tanpa memperdulikan apa yang terjadi.

"Permisi, Tuan!" Dua Security kini berdiri di depan pintu ruangan CEO yang terbuka lebar dengan kepala yang tertunduk.

"Tuan muda, saya mohon pertimbangkan ucapan saya, Tuan! Putri saya cantik, Anda tidak akan rugi jika menikahinya. Jika Anda tidak percaya, Anda bisa melihat fotonya di ponsel saya Tuan! Banyak pria yang mengejarnya, tapi sampai saat ini tidak ada satupun pria yang berhasil menaklukkan hati Amelia, putriku!" ucap Jeremy yang masih berusaha membujuk sang CEO.

"Cepat bawa dia!" titah Reno pada dua security yang berdiri tegak dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Tuan muda Ricard, saya mohon Tuan! Lepaskan saya!" Jeremy memberontak saat dua Security memegang dua lengannya dan bersiap untuk membawa pria paruh baya itu.

"Tunggu!"

Ricard mengangkat tangan hingga membuat semuanya terdiam dengan kepala yang tertunduk. Sementara Jeremy merasa sedikit lega dan berharap sang CEO memaafkan pria paruh baya itu meskipun ia tahu pasti ada konsekuensi yang harus ia tanggung.

Setelah itu, Ricard membalik tubuhnya perlahan, lalu mengayunkan langkahnya menuju kursi CEO. "Tunjukkan!" titah Ricard tanpa menatap wajah Jeremy.

Dengan tangan gemetar, Jeremy mengambil ponselnya, dan ia melangkah tergopoh-gopoh, mendekati sang CEO untuk menyerahkan ponsel miliknya.

Tanpa kata Ricard mengambil ponsel tersebut, dan menatap foto seorang wanita yang di tunjukkan Jeremy padanya. Gadis cantik dengan make up tebal yang sama sekali tidak berhasil membuat pria itu tertarik.

Setelah itu, Richard menggeser layar ponsel pria paruh baya itu, hingga menampilkan sosok gadis yang terlihat unik di matanya.

Tubuh mungil, dengan wajah tanpa polesan make up serta rambut acak-acakan yang terlihat tidak terawat, hingga membuat pria itu langsung menarik sebelah sudut bibirnya, lalu beralih menatap pria paruh baya itu dengan wajah datar.

"Aku akan menikahi wanita ini!" Ricard mengangkat ponselnya dan menunjukkan gambar yang ia lihat pada pria paruh baya tersebut.

Seketika Jeremy menatap ponselnya dengan wajah terkejut. "Ap-apa Anda yakin bahwa akan menikahinya, Tuan? Dia hanya anak tiriku, dan tidak ada yang istimewa darinya."

Seketika tatapan Richard mengarah pada Jeremy dengan begitu tajam, hingga membuat pria paruh baya itu menundukkan kepalanya dengan wajah pucat pasi.

"Maaf, Tuan! Saya hanya tidak ingin Anda menyesal jika menikah dengan anak tiri saya!" jawab Jeremy dengan wajah takut.

"Kamu tidak di perintah untuk membuka suara, jadi setujui keinginan Tuan Ricard atau kau akan membusuk di penjara!" Reno menatap Jeremy dengan begitu tajam.

Jeremy pun semakin ketakutan. "Baik, Tuan! Saya akan pastikan bahwa anak tiri saya, Azalea akan menikah dengan Anda." Jeremy masih memejamkan matanya erat.

Reno pun tersenyum dengan Ricard yang masih memasang wajah datar tanpa ekspresi. "Buat surat perjanjian agar dia tidak mengingkari janjinya!" titah Ricard.

"Baik, Tuan! Setelah ini, Nona Azalea akan resmi menjadi milik Anda Tuan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mengambilnya kecuali jika Anda yang membuang Nona Azalea sendiri." Reno langsung melangkah menjauh dan membuat surat perjanjian itu dengan manager tersebut.

Beberapa saat kemudian, Reno kembali dengan membawa sebuah kertas dan menyerahkan pada Jeremy untuk menandatangani surat kontrak tersebut.

"Sial! Seharusnya Amelia yang mendapatkan keberuntungan ini. Tapi, tidak apa-apa yang penting aku bebas, lagi pula Azalea pasti menderita. Sepertinya pria ini tidak akan memperlakukan Azalea dengan baik." Pria paruh baya itu membatin.

"Cepat tanda tangan! Jangan banyak melamun!" sentak Reno.

"Ba-baik, Tuan!" Dengan cepat Jeremy menandatangani surat perjanjian itu, yang menyatakan bahwa pria itu tidak berhak apapun atas Azalea setelah menikah.

"Sudah, Tuan!" ucap Jeremy setelah tanda tangan.

"Kalau begitu, sekarang kamu pergi!" titah Reno.

"Ba-baik, Tuan!" Reno membungkukkan sedikit badannya, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah yang masih pucat pasi.

*

*

*

"Tuan, apakah Anda yakin?" tanya Reno setelah melihat kepergian Jeremy.

Ricard hanya mengarahkan tatapannya pada Reno dan menatap pria itu dengan begitu tajam. Sementara Reno langsung menundukkan kepalanya karena ia paham dengan sang atasan tanpa harus mengucapkan dengan suara.

"Maafkan Saya, Tuan! Hanya saja, putri kandung Jeremy lebih cantik di bandingkan anak tirinya, mengapa Anda memilih gadis yang tak terawat itu?" tanya Reno bingung.

"Mata kamu saja yang buta," ucap Ricard.

Seketika Reno bungkam, dan tidak mengerti dengan sang majikan yang memilih gadis norak dibandingkan gadis yang terlihat kesempurnaannya dengan begitu jelas.

"Siapkan pesta pernikahanku dengan semegah mungkin, dan akan dilaksanakan minggu depan!" titah pria itu.

Tanpa banyak kata Reno langsung menjalankan apa yang diperintahkan oleh Ricard dengan menelpon beberapa orang untuk mengatur semuanya.

Setelah itu, Ricard langsung melangkahkan kakinya menuju pintu pintu keluar diikuti Reno yang tidak pernah meninggalkan atasannya tersebut.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

Peringkat

10
92%(22)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
4%(1)
6
4%(1)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.7 / 10.0
24 Peringkat · 24 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

اهسنيه باك
اهسنيه باك
مرحبا انصحكم برواية العدو الذي سرق قلبي جميلة جدا رومانسية واحداث سريعة وتنزيل يومي مرحبا بكم
2026-07-10 18:47:49
1
0
اسماء تيم الله
اسماء تيم الله
جميله جدا......️
2026-07-02 03:34:48
0
0
Aya Mahmoud
Aya Mahmoud
حلوة جدا جدا وممتعة جدا جدا
2026-07-01 05:47:38
0
0
moonlightx2022
moonlightx2022
شخصيه البطل تجنن
2026-05-26 02:04:10
0
1
Defo
Defo
شخصية البطل وااااو قصة حلوة وبدون تمطيط
2026-05-16 07:08:56
1
0
498 Bab
الفصل1
يُقال إن الزواج هو مقبرة الحب، لكن أن يُدفن بسلام في التراب، خيرٌ من أن تُلقى جثته في العراء.بعد أكثر من شهرين من الجهد والخياطة المتواصلة، أنهيتُ أخيرًا فستان زفافي بيدي.كان ناصع البياض تحت الأضواء، أنيقًا ومتألقًا، جماله يفوق الوصف.كنت أتصوّر مشهد ارتدائي له بعد أيام، وأنا أسير به نحو الرجل الذي أحب، حتى في المنام، لم أستطع كبح الابتسامة على وجهي.منذ أن كنت في التاسعة عشرة، وحتى بلغت الخامسة والعشرين، مضت ست سنوات، وها هي قصة حبي أخيرًا تستعد "للدفن بسلام".لكن ما لم أتوقعه، هو أن أستيقظ ذات صباح، لأجد كل هذا الجمال قد توقف فجأة، وتحوّل إلى سراب."أخت جيهان، جاء السيد فارس هذا الصباح إلى غرفة التصميم وأخذ فستان الزفاف. هل أخذها إلى المنزل؟"اتصلت بي مساعدتي الصغيرة "يارا"، وسألت بارتباك.كنت قد استيقظت للتو، ولا يزال ذهني مشوشًا بعض الشيء، فبادرتُها بالسؤال: "فارس أخذ فستان زفافي؟""نعم، ألا تعلمين بذلك؟""سأسأله."أغلقت الهاتف، وبدأت أستعيد صفاء ذهني، لكني لم أفهم لماذا جاء فارس صباحًا ليأخذ الفستان.المنزل مليء بلوازم الزفاف، ولا مكان فيه لوضع فستان الزفاف، كنت أنوي أن آخذه قبل
Baca selengkapnya
الفصل2
اعتقدتُ أنه سيغضب ويوبّخني بأنني أطالب بأكثر من اللازم، ولكن، لم أتوقع إلا أن يتوقف قليلاً فقط، ثم قال: "حسنًا، أراك مساءً."قبل ثلاث سنوات، أسسنا معًا علامة تجارية للملابس - "العشاء المتأخر" للتفصيل الراقي، والتي تطورت الآن بشكل مزدهر.في ذلك الوقت، كان فارس هو المستثمر، وأنا توليت التصميم، وكان ذلك بالنسبة لي مكسبًا بدون رأس مال.تُقدَّر قيمة الشركة الآن بعشرات الملايين، وهي جاهزة للإدراج في البورصة في أي وقت، ومستقبلها المالي واعد للغاية، لكنّه من أجل أن يكون مع نورهان، تجرأ على منح الشركة لي.يبدو أن حبهما حقيقي بالفعل.استيقظتُ، ونظرتُ إلى المنزل المكدّس بمستلزمات حفلات الزفاف، فأشعرتني بالضيق الشديد، وكنت أتمنى أن أشعل النار وأحرق كل شيء.استدعيتُ أشخاصًا، وأمرتُهم بتجميع كل الأشياء التي تخص الرجال في هذا البيت وتغليفها.كنتُ محظوظة جدًا لأنني أصررتُ على ألا يتم الدخول إلى غرفة النوم إلا في ليلة الزفاف، وإلا لكنتُ خسرتُ شرفي، وكان ذلك أكثر إزعاجًا.بعد أن أنهى المنزل ترتيبه، غيرتُ ملابسي، ووضعت مكياجًا بعناية، وعندما انتهيت، سمعت صوت محرك السيارة في الحديقة.عاد فارس.ومعه عادت أ
Baca selengkapnya
الفصل3
بعد أن قلتُ هذه الكلمات، رميتُ بالاتفاق على وجهه بقسوة، ونهضتُ أطردهم قائلة: "أريد أن أستريح، ارحلوا من هنا——آه، خذوا نفاياتكم معكم."لم أستطع أن أصدق، لقد أحببتُ هذا الرجل منذ أن كنتُ في السادسة عشرة من عمري، أحببته لثماني سنوات، وكنا في علاقة حب لست سنوات——كيف لم أرَ حقيقته إلا اليوم؟يبدو أن عليّ أن أشكر نورهان، فلولاها، لكنتُ على وشك الزواج من رجل مقزز ومنافق كهذا، فكيف سيكون حالي حينها؟ لا شك أن حياتي كانت ستغدو شديدة البؤس!استشاطت ليلى غضبًا من كلماتي، ونهضت تقول بانفعال: "جيهان، هذه هي مشكلتك، طباعك حادة للغاية! انظري إلى نورهان، لطيفة ومهذبة، متعلمة ومؤدبة، كلما رأتني نادتني بخالة، ولم تتوقف عن المجاملة...كظمتُ شعوري بالقرف، وصادف أن مرّ كلبي الأليف في غرفة الجلوس، فالتفتُّ أناديه: "باغو، هاجمهم!""عوو! عوو عوو!" باغو كان مطيعًا جدًا، وانقضّ عليهم وهو ينبح بشراسة."أنتِ... أنتِ فعلاً——" شحبت وجه ليلى من شدة الغضب، وتراجعت إلى الوراء مستندة إلى فارس.نظر إليّ فارس، وكانت نظراته غريبة تمامًا، وقال: "جيهان، لقد تجاوزتِ حدودك! لقد أخطأتُ في الحكم عليك!"ابتسمتُ بسخرية، وقلت في نف
Baca selengkapnya
الفصل4
ظل فارس متجمّدًا، لم ينطق بكلمة.صاحت سهى قائلة: "أخيرًا نطقت بكلام معقول، كلّنا عائلة واحدة، أليس من الطبيعي أن تتنازل الأخت الكبرى لأختها الصغرى؟ اعتبرها هدية زفاف منك لأختك."ضحكت بسخرية متتالية، ونظرت إلى هذه الزوجة الثانية، ثم فجأة قلت لها بلُطف: "إذًا ينبغي أن أقدّم هدية أخرى أيضًا."سألت سهى: "وماذا ستهدين أيضًا؟"فقلت: "سأهديها تابوتًا، نضعه في قاعة الزفاف."صاحت سهى: "جيهان!"، وقد احمرّ وجهها من الغضب، وحدّقت بي عاجزة عن الرد.ابتسمتُ وشرحتُ بلطفٍ أكبر: "في العصور القديمة، كان من عادات زواج النساء أن يُدرج التابوت ضمن جهاز العروس، ويُنقل معها إلى بيت الزوج يوم زفافها، وبما أنني الأخت الكبرى من أهلها، فإن هديتي هذه مناسبة تمامًا."كلامي كان معقولًا ومنطقيًا، فلم يستطيعوا الاعتراض عليه، واضطروا إلى كتم غيظهم في صمت.تمامًا كما فعلت قبل قليل عندما أطلقتُ المفرقعات، في الظاهر كنت أحتفل، وأُبدي الشماتة، وألعن نورهان ضمنًا — لكن حين قلت إنني أُبعد النحس، ماذا كان يمكنهم أن يفعلوا؟طوال السنوات الماضية، حين كانوا يتسلّطون عليّ ويقهرونني وأنا صغيرة، متى أنصفني أحدهم؟الآن جاء دورهم لي
Baca selengkapnya
الفصل5
ضحكت بغضب، ثم أملتُ وجهي نحو حركة السير الصاخبة في الشارع، وانتظرتُ لحظة حتى هدأت أفكاري قليلاً، ثم استدرتُ بسخرية قائلة: "فارس، هذا المكان ليس محطة لجمع القمامة. مهما كنتُ أحببتك في السابق، ومهما ضحّيت لأجلك، من يوم قررت أن تخونني، لم تعد تستحق حبي."استدرتُ لأرحل، لكني لم أستطع أن أكبح نفسي، فالتفتُّ وأشرت إليه مجددًا قائلة: "حتى لو انقرض كل الرجال على وجه الأرض، فلن أنظر إليك ثانية، أنت مقزز."ربما كانت قسوتي الشديدة قد أوجعت فارس قليلاً، إذ تقدم فجأة وأمسكني، وبدأ يتوسل متمسكًا بي: "يا جيهان، أنا أحبك، هذه الست سنوات محفورة في قلبي لا تُنسى مدى الحياة. لكن نورهان مريضة جدًا، وحالتها حرجة، وفي آخر أيامها هذا طلبها الصغير..."قلتُ بغضب: "أطلق سراح يدي!"أصرّ قائلاً: "يا جيهان، أقسم لك، حين تبرأ نورهان—"صفعتها على وجهه قبل أن يُكمل كلامه بتلك الكلمات القذرة.الآن، كان وجهه مزينًا بطبعة خمسة أصابع على الجانبين، مما زاد من سخرية ملامحه الوسيمة.قلت له بحدة: "فارس، وبما أنني تبرعت لك بالكثير من دمائي، فكن إنسانًا جيدًا ولا تجعلني أتنفّر منك أكثر!" ثم تركته دون أي تردد وابتعدت.......لم
Baca selengkapnya
الفصل6
قال فارس بوجه كئيب محذرًا لي وهو يحمل نورهان ويدير ظهره مسرعًا للمغادرة: "جيهان، إذا صار لها أي مكروه، سأراك كيف تبررين ذلك!"وقفت مذهولة لبعض الوقت، ووجهي يتخيل ذلك الغضب القاسي في ملامح فارس.كانت تلك الوعود الطوال والعهد بيننا، في تلك اللحظة بدت سخيفة بشكل خاص — متى غير قلبه؟ وكيف لم أنتبه لذلك؟غرقت في دوامة الألم، حتى دخلت يارا، وسألتني بقلق إن كنت بخير، عندها صحوت من حلمي.لم يكن يستحق هذا الرجل الخائن أن أحزن عليه، فشددت على نفسي وواصلت العمل.قبل الظهيرة، رن هاتفي.رأيت اسم سهى على الشاشة فرفضت الرد وقطعت المكالمة.لم يمض وقت طويل حتى رن الهاتف مجددًا.هذه المرة كان رقم والدي.تسللت شكوك في قلبي، هل تعثرت نورهان؟ هل ماتت؟ترددت ثوانٍ قبل أن أجيب.لكن ما إن وضعت الهاتف على أذني حتى انطلق والدي بالصراخ كزئير أسد، مدويًا في أذني."جيهان! لقد جننتِ! نورهان ضعيفة للغاية، وأنت ضربتها وأسقطتها أرضًا!"وضعت الهاتف جانبًا، وبعد أن هدأ والدي قليلاً، قلت بهدوء: "في مكتبي كاميرات مراقبة، يمكنني أن أريكم الحقيقة."لكنني أعلم أنهم حتى لو شاهدوا، سيظلون يلقون اللوم عليّ.وبالفعل، رد والدي بثق
Baca selengkapnya
الفصل7
غطّيتُ عينيّ المُلتهبتين بالمناديل، وأخذت نفسًا عميقًا، بلا رغبة في النظر إلى من يجلس بجانبي.ظهر والدي فجأة، وقال بصوت مليء بالاحترام والتواضع: "سيد سو الثاني، عذرًا لإزعاجك، تلك هي مقاعد الضيوف الكرام، من فضلك تفضل بالانتقال قليلًا."لكن الرجل الذي نُادى عليه بسيد سو الثاني رد بنبرة هادئة واضحة تعلو عليها هيبة: "لا حاجة لذلك، سأجلس هنا."كان والدي يهم بالرد، لكن حينها دعا مقدم الحفل كبار العائلتين للصعود إلى المنصة، اقتربت سهى بسرعة وسحبته بعيدًا.رفعتُ نظري، وهدأتُ نفسي، وقبل أن أُعيد المناديل لمَن معي، جاء صوت من مكبر الصوت: "نرجو من الآنسة جيهان، شاهدة الزواج اليوم، الصعود إلى المنصة."أضاءت الأضواء فجأة، ولم أكن مستعدة لذلك.ساد الصمت المفاجئ في القاعة التي كانت تعجّ بالضجيج، وأدركت أن جميع الحضور مذهولون ومستغربون، بعضهم يشفق عليّ، وبعضهم ينتظر لن يرى كيف ستسير الأمور.فشددتُ من ظهري، وارتديت درعي الذي لا يُقهَر، وقمت لأصعد المنصة.عاد الضجيج مرة أخرى، بل وزادت التعليقات السلبية."سمعنا من قبل أن نزار البردي يُفضل ابنته الصغرى، ويتعامل بصرامة مع الابنة الكبرى من زوجته السابقة، و
Baca selengkapnya
الفصل8
كانت نورهان ودموعها تملأ عينيها، وبدأت تبكي حتى فقدت القدرة على الكلام وهي تتحدث.استوعبت نصف كلامها وفهمت قصدها، إنها تريد استغلال الموقف لتلفت التعاطف، وتضغط أخلاقيًا على الجميع الحاضرين!قالت: "أشكر أختي على تحقيقها لحبي مع أخي فارس، أشكرها لأنها جعلتني أغادر هذا العالم بلا ندم، أتمنى ألا تسخروا من أختي، فهي أفضل أخت في هذا العالم."بعد أن أنهت نورهان حديثها والدموع تملأ عينيها، ساد الصمت في القاعة، وركز الجميع بجدية نظرهم إلى المنصة، وفجأة لم يعد هناك أي سخرية أو تهكم.كنت أنظر إلى الحضور، ولم أعرف هل هو وهم أم حقيقة، لكنني رأيت وجهًا وسيمًا لا مثيل له، عيناه كنجوم باردة، وشفتاه الرقيقتان ترتسم عليهما ابتسامة نصف خفيفة.كان يبدو كأنه يبتسم بسخرية، وكأنه لم يتأثر على الإطلاق بمسرحية تعاطف نورهان.استدارت نورهان وهي تدمع عيناها تتطلع إليّ، وقالت بصوت متقطع من البكاء: "أختي، شكراً لك، أريد أن أسمعك تقولين ما في قلبك، هل... هل تكرهينني؟"ارتجفت جسدي كله، ولم أصدق أن نورهان وصلت إلى هذا الحد!ضغطت أخلاقيًا على الجميع، والآن تريد مني أن أعبر عن موقفي أمام الجميع، وأتعاون معها في تمثيل هذ
Baca selengkapnya
الفصل9
فجأةً عمّت الفوضى المكان إلى أقصى حد، وراح الضيوف تحت المنصة يرفعون هواتفهم بجنون لالتقاط الصور.كنتُ وحيدة لا سند لي، في وضعٍ ضعيف، ولحسن الحظ أنّ والدي فارس يحرصان على سمعتهما، فسارعا إلى تهدئة الموقف."أيها المصاهر! أيها المصاهر! هذه حفلة زفاف أولادنا، كم من الضيوف يراقبوننا! أرجوكم كفوا أيديكم!""لا أحد يمنعني! سأقتل هذه الابنة العاقة اليوم! نذير شؤم! جاءت إلى الدنيا لتجلب لي المصائب!"ثار نزار البردي بشدة بسببي، بات وجهه مشوّهًا من الغضب، ولم يستطع والدا عائلة الهاشمي الإمساك به.فجأة، صاحت سهى بصوتٍ حاد: "توقّفوا عن الضرب! نورهان أغمي عليها! أحدهم! أسرعوا، يا أحد!"تجمّد نزار في مكانه، واستدار بنظرة خاطفة ثم دفعني بشدة، واندفع نحو ابنته الصغرى، "ماذا حدث؟ أين سيارة الإسعاف؟ اتصلوا بالإسعاف فورًا!"تفكّك الحشد الذي كان يحيطني في لحظة، واندفع الجميع نحو العروس المغمى عليها على الأرض.اندفع فارس بقلقٍ شديد، وحمل نورهان بين ذراعيه، "نورهان، تماسكي! لا بد أن تصمدي! سأأخذك الآن إلى المستشفى!"كنت في حالة يرثى لها، وألمٌ شديد ينتشر في وجنتيّ، لكنّ رؤيتي لهم وهم يتخبّطون في هذه الفوضى، و
Baca selengkapnya
الفصل10
كيف له أن يحضر حفل زفافي أنا وفارس؟فكّرت كثيرًا دون أن أجد تفسيرًا، هل حدث خطأ ما؟لكنّه لا يظهر في العلن بسهولة، وما إن ظهر حتى شاهد هذه المسرحية الفوضوية بأكملها، ويُمكن القول إنه لم يأتِ عبثًا.رنّ هاتفي فجأة، فأعادني من أفكاري المشتّتة إلى الواقع.كان الاتصال من لينا، تصرخ في الهاتف بحماس وغضب: "فارس ونورهان مقززان لأبعد حد! كدتُ أُحطم الهاتف من الغيظ! لكنكِ ما قصّرتِ، ردكِ كان قويًا، رائعًا، جعل ذلك الثنائي الحقير يخرس تمامًا!"تنهدتُ وأنا أتكئ على المقعد، وأضع يدي على جبهتي: "هل انتشر الخبر في كل مواقع الإنترنت؟""ما رأيك؟! مثل هذه النوادر لا تحدث كل يوم، حتى المسلسلات التافهة لا تجرؤ على حبك مثل هذا السيناريو، المتابعون الآن منقسمون إلى معسكرين، والشتائم مشتعلة!""..."، أغمضتُ عيني، وأحسستُ بصداعٍ يشتدّ.صحيح أنني أردتُ الانتقام، لكنني لم أكن أريد أن أسحب نفسي إلى هذا المستنقع القذر.لو تفاقم الأمر وانتشر أكثر، فلن أنجو من تبعاته.قالت لينا بصوت يحمل القلق بعد أن زال غضبها: "جيهان، هل أنتِ بخير؟ رأيتكِ تُضربين."قلت بهدوء: "لا بأس، مجرد صفعات قليلة.""تجاوز والدكِ كل حدود! أن ي
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status