Ajari Aku Ciuman, Mas CEO
Ia menatap wajah sang sahabat kakaknya yang kini tampak begitu berbeda dengan mata tajamnya memerah, rahangnya mengeras, nafasnya berat, bibir terbuka, dan desahannya pecah-pecah seolah kehilangan kendali.
Pemandangan itu membuat Biya merasakan sesuatu yang aneh. Ada rasa panas menjalar di tubuhnya sendiri, terutama di bagian yang paling sensitif di antara kedua pahanya. Janggal, berdenyut, seolah tubuhnya memberi reaksi yang tak pernah ia alami sebelumnya.
Entah berapa kali keberanian yang muncul, gadis itu bertanya lirih sambil menatap tajam penuh rasa ingin tahu, “Enak banget diginiin, Mas?”
Bab Populer